Forum Sepakbola
- Liga Inggris Di Tvone... kokoroso
- Sejarah Singkat Liga Ingg... empire_united
- EPL News....... Rooneiyonaldo_FerdinGiggs
- The New Social Thread... publica
- All About Liverpool part ... YNWA
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Senin, 08/09/2008 17:10 WIB
Gerrard Tak Ikut Liverpool Jamu MU - Senin, 08/09/2008 16:23 WIB
Zola Merapat ke West Ham - Senin, 08/09/2008 14:09 WIB
'Virgin of Asia', Ambisi City Jadi Klub Terbesar - Senin, 08/09/2008 10:22 WIB
Gabung City, Robinho Salahkan Chelsea - Senin, 08/09/2008 01:38 WIB
Bos MU Komentari Sensasi City - Minggu, 07/09/2008 18:05 WIB
Arsenal: Investor Asing? Mungkin Saja
Indeks Berita
Baca Juga
Selasa, 25/03/2008 18:32 WIB
Gallas Ditinggalkan Skuad The Gunners?
Doni Wahyudi - detiksport

London - Ban kapten yang melingkar di lengan William Gallas kini mungkin tak punya arti lagi buat skuad Arsenal. Karena beberapa tindakannya dianggap tak pantas dia tak lagi didukung rekannya. Benarkah?
Demikian kabar yang tengah beredar di Kota London saat ini usai kekalahan menyesakkan atas Chelsea pekan lalu. Bukan cuma prilakunya, penampilan Gallas di atas lapangan juga jadi alasan hilangnya dukungan tersebut. Demikian diberitakan Goal.
Awal bulan ini Gallas terang-terangan mengkritik Theo Walcott dengan menyebut gaya permainannya "terlalu mudah di tebak". Bukan itu saja, bek Prancis itu juga membandingakan sang striker dengan Wayne Rooney dan menyebutnya jauh tertinggal dari sang penyerang Manchester United.
Yang kemudian juga disesalkan adalah aksi menangis sambil terduduk saat ditahan imbang Birmingham City di Liga Inggris beberapa pekan lalu. Tindakannya itu disebut-sebut ikut meruntuhkan mental young guns besutan Arsene Wenger.
"William tidak beringkahlaku selayaknya seorang kapten dan kehilangan respek di rekan-rekannya," ungkap salah seorang perwakilan pemain bintang Arsenal.
Saat bertandang ke Stamford Bridge pekan lalu Gallas memang terlihat mendatangi rekan-rekannya untuk memberi semangat sebelum laga dimulai. Namun tindakan tersebut dianggap formalitas dan tak dilakukan dengan sungguh-sungguh.
"Dia mendatangi pemain lain di depan kamera sebelum pertandingan menghadapi Chelsea dan berusaha menyemangati mereka, tapi beberapa orang menganggapnya itu hanya sandiwara," pungkas sumber tadi.
Setelah memuncaki klasemen hampir sepanjang musim, Arsenal kini duduk di posisi tiga klasemen usai menelan empat hasil imbang dan sekali kalah dalam lima pertandingan terakhir. Ditambah adanya isu perpecahan ini, peluang Arsenal untuk kembali ke pucuk klasemen dan menggondol gelar juara Premiership jelas makin sulit. ( din / a2s )
Gallas Ditinggalkan Skuad The Gunners?
Doni Wahyudi - detiksport
Demikian kabar yang tengah beredar di Kota London saat ini usai kekalahan menyesakkan atas Chelsea pekan lalu. Bukan cuma prilakunya, penampilan Gallas di atas lapangan juga jadi alasan hilangnya dukungan tersebut. Demikian diberitakan Goal.
Awal bulan ini Gallas terang-terangan mengkritik Theo Walcott dengan menyebut gaya permainannya "terlalu mudah di tebak". Bukan itu saja, bek Prancis itu juga membandingakan sang striker dengan Wayne Rooney dan menyebutnya jauh tertinggal dari sang penyerang Manchester United.
Yang kemudian juga disesalkan adalah aksi menangis sambil terduduk saat ditahan imbang Birmingham City di Liga Inggris beberapa pekan lalu. Tindakannya itu disebut-sebut ikut meruntuhkan mental young guns besutan Arsene Wenger.
"William tidak beringkahlaku selayaknya seorang kapten dan kehilangan respek di rekan-rekannya," ungkap salah seorang perwakilan pemain bintang Arsenal.
Saat bertandang ke Stamford Bridge pekan lalu Gallas memang terlihat mendatangi rekan-rekannya untuk memberi semangat sebelum laga dimulai. Namun tindakan tersebut dianggap formalitas dan tak dilakukan dengan sungguh-sungguh.
"Dia mendatangi pemain lain di depan kamera sebelum pertandingan menghadapi Chelsea dan berusaha menyemangati mereka, tapi beberapa orang menganggapnya itu hanya sandiwara," pungkas sumber tadi.
Setelah memuncaki klasemen hampir sepanjang musim, Arsenal kini duduk di posisi tiga klasemen usai menelan empat hasil imbang dan sekali kalah dalam lima pertandingan terakhir. Ditambah adanya isu perpecahan ini, peluang Arsenal untuk kembali ke pucuk klasemen dan menggondol gelar juara Premiership jelas makin sulit. ( din / a2s )
