Forum Sepakbola
- Bubarkan Pssi...!!!!... agungwsn
- Psir Bebas... gagehrk
- Siapa Yang Pantas Ketua P... sijiae
- Suporter dan Klub yang Di... naferyo
- Hot News... naferyo
- Hasil pertandingan ISL... lelaki
Berita Lain
- Kamis, 04/12/2008 20:27 WIB
Jelang Indonesia vs Myanmar
Bendol Berpegang Pakem Lama - Kamis, 04/12/2008 19:58 WIB
Jelang AFF Suzuki Cup
Bendol Yakin Juara - Kamis, 04/12/2008 19:37 WIB
AFF Suzuki Cup 2008
Rival-rival Indonesia Siap Tempur - Kamis, 04/12/2008 10:54 WIB
Piala AFF Suzuki Cup
Petualangan Indonesia Dimulai - Kamis, 04/12/2008 00:27 WIB
Piala AFF
Misi Balas Dendam Dimulai - Kamis, 04/12/2008 00:25 WIB
Piala AFF
Soal Bonus, Pemain Masih Tutup Mulut
Indeks Berita
Baca Juga
Jumat, 04/04/2008 01:10 WIB
APBD Distop, Klub Siap Demo
Lily Indriyani - detiksport
Jakarta - Masalah finansial seolah tak henti melilit klub-klub sepakbola Indonesia. Kali ini giliran tim yang akan berlaga di Divisi Utama yang harus merasakan 'pahitnya kehidupan'.
Sejak adanya peraturan yang mengharuskan setiap klub harus berbadan usaha, kekhawatiran akan bagaimana nasib klub selanjutnya perlahan-lahan terkuak. Hal ini terkait karena selama ini pendanaan klub berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Hal ini dikemukakan oleh Manajer Persatuan Sepakbola Samarinda, Aidil Fitri, disela pertemuan Club Briefing Divisi Utama yang berlangsung di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (3/4/2008).
"Kami menginginkan masalah pendanaan sepakbola dikembalikan pada daerah masing-masing. Jangan seperti ini, ada beberapa klub seperti Banda Aceh (Persiraja) dan Bireun (PSSB). Mereka itu tidak siap karena mereka hanya dapat bantuan Rp 1 miliar dari Pemerintah Daerah," jelasnya menanggapi banyaknya klub yang mengalami masalah keuangan.
Ketidaksiapan klub ini nantinya akan berimbas pada tingkat keikutsertaan dalam setiap even pertandingan sepakbola nasional. Tentunya, hal ini pasti juga akan berpengaruh pada iklim kompetisi yang semakin lama semakin berkurang kuantitas maupun kualitasnya.
Aidil kemudian mendesak BLI mengadakan pertemuan dengan tiga Menteri terkait, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri guna membahas masalah ini.
"Saya setuju BLI coba mengkomunikasikan dengan tiga menteri tersebut untuk membahas mengenai APBD sebagai support pendanaan bagi klub-klub yang akan berlaga di Divisi Utama," ujar Aidil.
"Terus terang, saya sebagai perwakilan dari klub-klub tidak menghendaki (penghentian APBD) itu terjadi. Kalau keputusan tetap tidak berubah, kami siap berdemo," pungkasnya.
( arp / din )
APBD Distop, Klub Siap Demo
Lily Indriyani - detiksport
Sejak adanya peraturan yang mengharuskan setiap klub harus berbadan usaha, kekhawatiran akan bagaimana nasib klub selanjutnya perlahan-lahan terkuak. Hal ini terkait karena selama ini pendanaan klub berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Hal ini dikemukakan oleh Manajer Persatuan Sepakbola Samarinda, Aidil Fitri, disela pertemuan Club Briefing Divisi Utama yang berlangsung di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (3/4/2008).
"Kami menginginkan masalah pendanaan sepakbola dikembalikan pada daerah masing-masing. Jangan seperti ini, ada beberapa klub seperti Banda Aceh (Persiraja) dan Bireun (PSSB). Mereka itu tidak siap karena mereka hanya dapat bantuan Rp 1 miliar dari Pemerintah Daerah," jelasnya menanggapi banyaknya klub yang mengalami masalah keuangan.
Ketidaksiapan klub ini nantinya akan berimbas pada tingkat keikutsertaan dalam setiap even pertandingan sepakbola nasional. Tentunya, hal ini pasti juga akan berpengaruh pada iklim kompetisi yang semakin lama semakin berkurang kuantitas maupun kualitasnya.
Aidil kemudian mendesak BLI mengadakan pertemuan dengan tiga Menteri terkait, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri guna membahas masalah ini.
"Saya setuju BLI coba mengkomunikasikan dengan tiga menteri tersebut untuk membahas mengenai APBD sebagai support pendanaan bagi klub-klub yang akan berlaga di Divisi Utama," ujar Aidil.
"Terus terang, saya sebagai perwakilan dari klub-klub tidak menghendaki (penghentian APBD) itu terjadi. Kalau keputusan tetap tidak berubah, kami siap berdemo," pungkasnya.
( arp / din )
