Forum Sepakbola
- Dimanakah Rasa Keadilan P... tafiaro
- PFC (Persiba Balikpapan F... fiyo
- Psir = Pssi ???... yesijahat
- Suporter dan Klub yang Di... naferyo
- Hot News... naferyo
- Hasil pertandingan ISL... lelaki
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 19:04 WIB
Grand Royal Challenge Cup
Indonesia Ditumbangkan Myanmar 1-2 - Rabu, 19/11/2008 19:20 WIB
Grand Royal Challenge
Markus Gemilang, Indonesia ke Final - Minggu, 16/11/2008 00:03 WIB
PSM-Persib Imbang di Makassar - Minggu, 16/11/2008 00:02 WIB
Fisik Jadi Perhatian Utama Pelatih Baru PKT - Minggu, 16/11/2008 00:00 WIB
Persiwa Tahan PKT 1-1 - Sabtu, 15/11/2008 22:34 WIB
Grand Royal Challenge
Indonesia Ditumbangkan Myanmar 1-2
Indeks Berita
Baca Juga
Selasa, 08/04/2008 19:36 WIB
Persija Tetap Berharap GBK
Lily Indriyani - detiksport

Stadion GBK (detiksport/Rossi)
Jakarta - Kesiapan Persija menghadapi Liga Super 2008 yang mulai memasuki tahap akhir masih terkendala masalah infrastruktur. Upaya penggunaan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pun terus diperjuangkan.
Menyusul terjadinya kerusuhan yang dilakukan suporter di babak semifinal Liga Indonesia 2007, Menegpora Adhyaksa Dault mengeluarkan instruksi yang melarang penggunaan stadion GBK untuk klub. Stadion terbesar itu hanya boleh dipakai untuk pertandingan tim nasional.
Larangan tersebut disayangkan kubu Persija. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Umum PT. Persija, Bambang Sucipto, seusai menghadiri konferensi pers Nike Manchester United Premiere Cup di Front Row Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2008).
"Kami sangat mengharapkan (home game) di Gelora, karena nyaman dan orang-orang yang pulang kerja juga bisa nonton. Kalau di Lebakbulus 'kan jauh, nggak strategis," ungkapnya kepada para wartawan.
Masih menurutnya, kapasitas Stadion Lebakbulus yang hanya bisa menampung sekitar 15.000 penonton juga tidak memungkinkan untuk suporter "Macan Kemayoran" yang diklaim berjumlah 30.000.
"Kalau seperti itu, yang ada nantinya mereka menjebol pintu masuk, dorong-dorongan. Kita sering kena hukum karena masalah-masalah seperti ini. Bukan hanya untuk The Jakmania lho, tapi juga untuk lawan yang nanti akan bertanding di sana (Lebakbulus). Mereka tidak akan nyaman," imbuhnya.
Untuk itu Persija terus melakukan upaya pendekatan dengan Mennegpora agar bisa menjadikan Stadion GBK sebagai home mereka, karena hanya masalah stadion inilah yang mengganjal persiapan klub tersebut menghadapi kompetisi musim ini.
"Nanti kami akan melakukan presentasi ke Mennegpora untuk membahas untung ruginya," terang Bambang.
Ketika disinggung seandainya usulan ini ditolak, ia menjawab dengan santai. "Yang rugi ya sepakbolanya.” ( a2s / roz )
Persija Tetap Berharap GBK
Lily Indriyani - detiksport
Stadion GBK (detiksport/Rossi)
Menyusul terjadinya kerusuhan yang dilakukan suporter di babak semifinal Liga Indonesia 2007, Menegpora Adhyaksa Dault mengeluarkan instruksi yang melarang penggunaan stadion GBK untuk klub. Stadion terbesar itu hanya boleh dipakai untuk pertandingan tim nasional.
Larangan tersebut disayangkan kubu Persija. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Umum PT. Persija, Bambang Sucipto, seusai menghadiri konferensi pers Nike Manchester United Premiere Cup di Front Row Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2008).
"Kami sangat mengharapkan (home game) di Gelora, karena nyaman dan orang-orang yang pulang kerja juga bisa nonton. Kalau di Lebakbulus 'kan jauh, nggak strategis," ungkapnya kepada para wartawan.
Masih menurutnya, kapasitas Stadion Lebakbulus yang hanya bisa menampung sekitar 15.000 penonton juga tidak memungkinkan untuk suporter "Macan Kemayoran" yang diklaim berjumlah 30.000.
"Kalau seperti itu, yang ada nantinya mereka menjebol pintu masuk, dorong-dorongan. Kita sering kena hukum karena masalah-masalah seperti ini. Bukan hanya untuk The Jakmania lho, tapi juga untuk lawan yang nanti akan bertanding di sana (Lebakbulus). Mereka tidak akan nyaman," imbuhnya.
Untuk itu Persija terus melakukan upaya pendekatan dengan Mennegpora agar bisa menjadikan Stadion GBK sebagai home mereka, karena hanya masalah stadion inilah yang mengganjal persiapan klub tersebut menghadapi kompetisi musim ini.
"Nanti kami akan melakukan presentasi ke Mennegpora untuk membahas untung ruginya," terang Bambang.
Ketika disinggung seandainya usulan ini ditolak, ia menjawab dengan santai. "Yang rugi ya sepakbolanya.” ( a2s / roz )
