Forum Sepakbola
- [Games] Tebak Skor All Ab... shanhushie_nakamura
- Beranda Liga Inggris [Pea... publica
- Arsenal V Liverpool Sunda... rooney2309
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Jumat, 05/12/2008 04:16 WIB
Nike Bantu Inter Boyong Ronaldo? - Jumat, 05/12/2008 00:40 WIB
Torres Balik Tahun Depan, Spanyol Disalahkan - Kamis, 04/12/2008 23:20 WIB
Sunderland: Sepakbola Memang Lucu - Kamis, 04/12/2008 23:09 WIB
Keane Tinggalkan Sunderland - Kamis, 04/12/2008 16:14 WIB
Tevez Brilian, Fergie Makin Pusing - Kamis, 04/12/2008 15:18 WIB
Torres: City Bukan Tim Besar
Indeks Berita
Baca Juga
Selasa, 15/04/2008 12:03 WIB
Mengapa MU Layak Juara?
Doni Wahyudi - detiksport

Jakarta - Dengan empat pekan tersisa, Manchester United sangat diunggulkan menjuarai Liga Inggris. Bukan cuma karena masih memuncaki klasemen, tapi juga karena dominasi atas anggota The Big Four.
Saat ini tak bisa dipungkiri kalau MU menjadi klub dengan statistik terbaik di Premiership. Posisi puncak klasemen yang mereka tempati sudah menggambarkan hal tersebut.
Tapi itu belum semua karena MU kini tercatat sebagai tim paling produktif dengan mencetak 72 gol serta punya pertahanan terbaik karena baru kebobolan 18 kali. Bandingan dengan Chelsea yang perbandingan memasukkan dan kemasukan adalah 59:24 atau Arsenal yang 64:29.
Tapi kalau kemudian MU disebut pantas menjadi juara, itu bukan hanya berdasar pada angka-angka di atas. Pada kenyataannya, skuad besutan Sir Alex Ferguson juga sangat superior dari pesaing utamanya di kelompok The Big Four.
Dari pertemuannya dengan tiga anggota 'empat besar' itu, 'Setan Merah' mampu mengumpulkan 13 dari 15 poin maksimal yang bisa didapat. Jumlah tersebut datang dari kemenangan 2-0 atas Chelsea, hasil 2-2 dan 2-1 dari Arsenal serta dua kemenangan 1-0 dan 3-0 dari Liverpool.
Jumlah tersebut tentu bisa bertambah jika Ryan Giggs cs mampu meraih kemenangan atau setidaknya bermain imbang saat melawat ke Stamford Bridge, 26 April mendatang.
Sementara Chelsea justru mengumpulkan poin yang minim dari pertemuannya dengan The Big Four, lima angka dari maksimal 15. Selain kalah 0-2 dari MU, The Blues juga tumbang 0-1 saat bertandang ke Emirates Stadium meski kemudian menang 2-1 ketika menjamu Arsenal. Sementara dengan Liverpool pasukan Avram Grant dua kali imbang 1-1 dan 0-0.
Raihan Arsenal dan Liverpool di posisi terbawah empat besar juga tak memuaskan. The Gunners mendapat enam poin sementara The Reds cuma mendapat empat, padahal kedua klub bisa maksimal bisa mengamankan 18 poin.
"Saya (pernah) katakan kalau hasil pertandingan antara empat klub teratas akan menjadi kunci musim ini dan itu terbukti benar. Syukurlah kami tampil baik danm mendapat hasil saat menghadapi rival utama, karena kami (justru) kehilangan poin pada pertandingan lain," ungkap Fergie di TheSun.
Total sudah empat kali MU kalah sepanjang musim ini di Premiership, dengan dua di antaranya datang dari Manchester City dan Bolton Wanderers serta West Ham United. Uniknya, saat menghadapi tim papan atas, "Setan Merah" justru selalu mendapatkan poin.
Dengan kata lain, kunci MU jika kemudian menjadi juara musim ini justru dari laga sengit dengan pesaing-pesaing terdekatnya. ( din / a2s )
Mengapa MU Layak Juara?
Doni Wahyudi - detiksport

Saat ini tak bisa dipungkiri kalau MU menjadi klub dengan statistik terbaik di Premiership. Posisi puncak klasemen yang mereka tempati sudah menggambarkan hal tersebut.
Tapi itu belum semua karena MU kini tercatat sebagai tim paling produktif dengan mencetak 72 gol serta punya pertahanan terbaik karena baru kebobolan 18 kali. Bandingan dengan Chelsea yang perbandingan memasukkan dan kemasukan adalah 59:24 atau Arsenal yang 64:29.
Tapi kalau kemudian MU disebut pantas menjadi juara, itu bukan hanya berdasar pada angka-angka di atas. Pada kenyataannya, skuad besutan Sir Alex Ferguson juga sangat superior dari pesaing utamanya di kelompok The Big Four.
Dari pertemuannya dengan tiga anggota 'empat besar' itu, 'Setan Merah' mampu mengumpulkan 13 dari 15 poin maksimal yang bisa didapat. Jumlah tersebut datang dari kemenangan 2-0 atas Chelsea, hasil 2-2 dan 2-1 dari Arsenal serta dua kemenangan 1-0 dan 3-0 dari Liverpool.
Jumlah tersebut tentu bisa bertambah jika Ryan Giggs cs mampu meraih kemenangan atau setidaknya bermain imbang saat melawat ke Stamford Bridge, 26 April mendatang.
Sementara Chelsea justru mengumpulkan poin yang minim dari pertemuannya dengan The Big Four, lima angka dari maksimal 15. Selain kalah 0-2 dari MU, The Blues juga tumbang 0-1 saat bertandang ke Emirates Stadium meski kemudian menang 2-1 ketika menjamu Arsenal. Sementara dengan Liverpool pasukan Avram Grant dua kali imbang 1-1 dan 0-0.
Raihan Arsenal dan Liverpool di posisi terbawah empat besar juga tak memuaskan. The Gunners mendapat enam poin sementara The Reds cuma mendapat empat, padahal kedua klub bisa maksimal bisa mengamankan 18 poin.
"Saya (pernah) katakan kalau hasil pertandingan antara empat klub teratas akan menjadi kunci musim ini dan itu terbukti benar. Syukurlah kami tampil baik danm mendapat hasil saat menghadapi rival utama, karena kami (justru) kehilangan poin pada pertandingan lain," ungkap Fergie di TheSun.
Total sudah empat kali MU kalah sepanjang musim ini di Premiership, dengan dua di antaranya datang dari Manchester City dan Bolton Wanderers serta West Ham United. Uniknya, saat menghadapi tim papan atas, "Setan Merah" justru selalu mendapatkan poin.
Dengan kata lain, kunci MU jika kemudian menjadi juara musim ini justru dari laga sengit dengan pesaing-pesaing terdekatnya. ( din / a2s )
