- Andai Jadi Midfielder Kel... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... otparpus
- For WInning Eleven Mania... fho
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Senin, 05/05/2008 08:59 WIB
Superioritas Los Merengues - Sabtu, 26/04/2008 11:47 WIB
Tonggak Raul dan Casillas - Sabtu, 26/04/2008 11:32 WIB
Rekor Beckham di Spanyol - Jumat, 25/04/2008 20:48 WIB
Mereka Tewas di Lapangan Hijau
Indeks Berita
Sabtu, 26/04/2008 13:24 WIB
Mereka Membela Lebih dari Satu Negara
Arya Perdhana - detiksport

Jakarta - Dahulu, tidak ada peraturan yang melarang seorang pesepakbola membela dua negara yang berbeda. Maka, pemain-pemain besar di Liga Spanyol ini pun membela lebih dari satu bangsa.
Sebenarnya, ada beberapa pemain yang pernah membela dua tim nasional atau lebih. Namun yang paling menonjol adalah tiga legenda La Liga, yakni Ferenc Puskas, Alfredo Di Stefano dan Ladislao Kubala.
Puskas, kelahiran Budapest, Hongaria, 2 April 1927, membela Real Madrid dari tahun 1958 hingga tahun 1966. Puskas tampil sebanyak 180 kali dan menyarangkan 156 gol bagi Los Blancos.
Sebelum hijrah ke Santiago Bernabeu, Puskas sudah memperkuat timnas Hungaria. Di kesebelasan Magical Magyars, Puskas mencatat 85 caps dengan torehan 84 gol alias nyaris satu gol tiap satu pertandingan.
Puskas kemudian memperoleh kewarganegaraan Spanyol pada tahun 1962. Puskas kemudian memperkuat timnas 'Matador'. Di sana, Puskas hanya bermain empat kali, tiga di antaranya dilakukan di Piala Dunia 1962. Gol yang dicetaknya: nihil.
Yang kedua adalah Kubala. Sama dengan Puskas, Kubala adalah warga negara Hungaria. Tahun 1946, Kubala bermain bagi Slovan Bratislava di Cekoslovakia. Kubala pun memperkuat timnas Cekoslovakia sebanyak enam kali dengan empat gol ditorehkannya.
Kubala kemudian kembali ke Hungaria dan bermain bagi Vasas SC. Baju timnasnya pun ikut berganti. Kubala lantas bermain bagi Hungaria dan di sana hanya mencatat tiga caps.
Ditransfer oleh Barcelona pada tahun 1951, Kubala kemudian dipanggil oleh timnas Spanyol pada tahun 1953. Tampil 19 kali, Kubala menggoreskan 11 gol bagi El Matador. Ia masuk timnas Spanyol ke Piala Dunia 1962, tapi tak sekalipun tampil.
Pemain terakhir adalah Alfredo Di Stefano. Penyerang ini berasal dari Argentina. Bermain di River Plate dan Huracan, Di Stefano enam kali memperkuat Argentina dan mencatat enam gol.
Di Stefano kemudian bergabung dengan klub Kolombia, Millionarios. Ia pun kemudian masuk timnas Kolombia. Empat kali tampil dan tanpa gol adalah catatannya di Kolombia.
Kemudian, Di Stefano direkrut Madrid pada tahun 1953. Bisa ditebak, sang pemain pun bergabung dengan timnas Spanyol sejak 1957. Total, Di Stefano tampil 31 kali dan menceploskan 23 gol di sana.
Foto: Alfredo Di Stefano dengan piala-piala yang dimenangi Real Madrid (istimewa)
( arp / arp )
Mereka Membela Lebih dari Satu Negara
Arya Perdhana - detiksport

Sebenarnya, ada beberapa pemain yang pernah membela dua tim nasional atau lebih. Namun yang paling menonjol adalah tiga legenda La Liga, yakni Ferenc Puskas, Alfredo Di Stefano dan Ladislao Kubala.
Puskas, kelahiran Budapest, Hongaria, 2 April 1927, membela Real Madrid dari tahun 1958 hingga tahun 1966. Puskas tampil sebanyak 180 kali dan menyarangkan 156 gol bagi Los Blancos.
Sebelum hijrah ke Santiago Bernabeu, Puskas sudah memperkuat timnas Hungaria. Di kesebelasan Magical Magyars, Puskas mencatat 85 caps dengan torehan 84 gol alias nyaris satu gol tiap satu pertandingan.
Puskas kemudian memperoleh kewarganegaraan Spanyol pada tahun 1962. Puskas kemudian memperkuat timnas 'Matador'. Di sana, Puskas hanya bermain empat kali, tiga di antaranya dilakukan di Piala Dunia 1962. Gol yang dicetaknya: nihil.
Yang kedua adalah Kubala. Sama dengan Puskas, Kubala adalah warga negara Hungaria. Tahun 1946, Kubala bermain bagi Slovan Bratislava di Cekoslovakia. Kubala pun memperkuat timnas Cekoslovakia sebanyak enam kali dengan empat gol ditorehkannya.
Kubala kemudian kembali ke Hungaria dan bermain bagi Vasas SC. Baju timnasnya pun ikut berganti. Kubala lantas bermain bagi Hungaria dan di sana hanya mencatat tiga caps.
Ditransfer oleh Barcelona pada tahun 1951, Kubala kemudian dipanggil oleh timnas Spanyol pada tahun 1953. Tampil 19 kali, Kubala menggoreskan 11 gol bagi El Matador. Ia masuk timnas Spanyol ke Piala Dunia 1962, tapi tak sekalipun tampil.
Pemain terakhir adalah Alfredo Di Stefano. Penyerang ini berasal dari Argentina. Bermain di River Plate dan Huracan, Di Stefano enam kali memperkuat Argentina dan mencatat enam gol.
Di Stefano kemudian bergabung dengan klub Kolombia, Millionarios. Ia pun kemudian masuk timnas Kolombia. Empat kali tampil dan tanpa gol adalah catatannya di Kolombia.
Kemudian, Di Stefano direkrut Madrid pada tahun 1953. Bisa ditebak, sang pemain pun bergabung dengan timnas Spanyol sejak 1957. Total, Di Stefano tampil 31 kali dan menceploskan 23 gol di sana.
Foto: Alfredo Di Stefano dengan piala-piala yang dimenangi Real Madrid (istimewa)
( arp / arp )
