- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Senin, 28/07/2008 14:21 WIB
Musafri, Bomber Lokal Paling Tajam Saat ini
Indeks Berita
Minggu, 27/04/2008 13:26 WIB
CG, Menatap Quatrick Gelar
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport

Jakarta - Dominasi Cristian Gonzalez begitu kental di jagad sepakbola Indonesia. Buktinya adalah hat-trick titel topskor dalam tiga musim terakhir. Tak heran bila striker Uruguay itu berharap sepatu emas keempat di musim 2008/2009.
Tahun 2005, CG yang melakukan debutnya bersama Persik Kediri langsung menunjukkan kepercayaan manajemen "Macan Putih". Selain sukses mengantar Persik ke babak delapan besar, pemain yang memiliki nama Islam Habibi itu juga membuktikan dirinya sebagai striker terbaik di musim ini, dengan torehan 25 gol.
Torehan terus berlanjut di musim 2006 dan 2007. Bahkan di musim 2006, ia berhasil mengantar Persik kembali menjadi kampiun, selain gelar topskorer dengan 29 gol tentunya.
Karena hal itulah Persik ngotot untuk memperpanjang kontraknya. Bahkan tim yang dimanajeri Iwan Budianto itu kini sedang mencari tambahan pemain yang bisa mendukung CG untuk meningkatkan performanya.
Dan bila sedikit melihat ke belakang, suami dari Eva Siregar memang sosok pemain fenomenal. Memulai debutnya di PSM Makassar di tahun 2003, CG langsung menyentak jagad sepakbola Indonesia dengan koleksi 27 gol, yang menempatkannya menjadi runner up topskorer.
Sayangnya, di musim berikutnya ia tak bisa menunjukkan eksistensi dirinya karena sanksi larangan bertanding semusim dari Komdis PSSI. Sebabnya adalah pemukulan yang dilakukannya kepada salah seorang ofisial Persita Tangerang. PSM pun langsung mendepaknya.
Persik pun berjudi, dengan mengontrak pemain yang sempat diklaim sebagai pemain bengal itu. Untungnya Persik meraih kemenangan dalam perjudian itu. Perjalanan karir CG dan prestasi Persik pun semakin mantap.
Dan di musim 2008/2009, saat Liga Indonesia beranjak menjadi kompetisi profesional Superliga, CG tetap dengan tekadnya mengantar Persik menjadi juara. Dan ada keyakinan ia akan kembali berburu gelar pribadi dengan mencatat quatrik gelar topskorer, sekaligus menjadi legenda sepakbola tanah air.
"Saya ingin setiap orang yang menyebut angka 10 di Indonesia langsung mengingat nama saya," tekadnya beberapa waktu lalu.
( ian / a2s )
CG, Menatap Quatrick Gelar
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport

Tahun 2005, CG yang melakukan debutnya bersama Persik Kediri langsung menunjukkan kepercayaan manajemen "Macan Putih". Selain sukses mengantar Persik ke babak delapan besar, pemain yang memiliki nama Islam Habibi itu juga membuktikan dirinya sebagai striker terbaik di musim ini, dengan torehan 25 gol.
Torehan terus berlanjut di musim 2006 dan 2007. Bahkan di musim 2006, ia berhasil mengantar Persik kembali menjadi kampiun, selain gelar topskorer dengan 29 gol tentunya.
Karena hal itulah Persik ngotot untuk memperpanjang kontraknya. Bahkan tim yang dimanajeri Iwan Budianto itu kini sedang mencari tambahan pemain yang bisa mendukung CG untuk meningkatkan performanya.
Dan bila sedikit melihat ke belakang, suami dari Eva Siregar memang sosok pemain fenomenal. Memulai debutnya di PSM Makassar di tahun 2003, CG langsung menyentak jagad sepakbola Indonesia dengan koleksi 27 gol, yang menempatkannya menjadi runner up topskorer.
Sayangnya, di musim berikutnya ia tak bisa menunjukkan eksistensi dirinya karena sanksi larangan bertanding semusim dari Komdis PSSI. Sebabnya adalah pemukulan yang dilakukannya kepada salah seorang ofisial Persita Tangerang. PSM pun langsung mendepaknya.
Persik pun berjudi, dengan mengontrak pemain yang sempat diklaim sebagai pemain bengal itu. Untungnya Persik meraih kemenangan dalam perjudian itu. Perjalanan karir CG dan prestasi Persik pun semakin mantap.
Dan di musim 2008/2009, saat Liga Indonesia beranjak menjadi kompetisi profesional Superliga, CG tetap dengan tekadnya mengantar Persik menjadi juara. Dan ada keyakinan ia akan kembali berburu gelar pribadi dengan mencatat quatrik gelar topskorer, sekaligus menjadi legenda sepakbola tanah air.
"Saya ingin setiap orang yang menyebut angka 10 di Indonesia langsung mengingat nama saya," tekadnya beberapa waktu lalu.
( ian / a2s )
