Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

Senin, 28/04/2008 11:40 WIB

Akhir Manis Buat Hitzfeld, Awal Indah Toni-Ribery
Andi Abdullah Sururi - detiksport


(AFP/Oliver Lang)

Jakarta - Jika tak ada aral melintang, minggu depan Bayern Munich bisa memastikan gelar juara Liga Jerman musim ini. Sukses ini akan menandai akhir dan awal cerita dari Ottmar Hitzfeld, Luca Toni, dan Franck Ribery.

Bagi Hitzfeld ia bisa mengakhiri periode keduanya melatih Hollywood FC juga dengan titel kemenangan. Seperti diketahui, ia pernah melumuri Bayern dengan berbagai tropi saat bekerja di Bavaria pada 1998-2004.

Ia kembali lagi menukangi Oliver Kahn cs pada pertengahan musim lalu, menggantikan Felix Magath. Namun di akhir musim Bayern terlanjur tertinggal, hanya finish di urutan keempat, bahkan tidak lolos Liga Champions.

Di musim ini Hitzfeld bekerja dari awal dan polesan tangannya kembali mak nyus. Bayern sudah 99 persen bakal jadi juara lokal, serta masih bertahan di babak semifinal Piala UEFA. Itu berarti ia berpeluang mempersembahkan dua gelar juara.

"Kalian bisa menyelamati kami sekarang karena sudah tak ada yang bisa merebut titel itu dari kami," cetus pria 59 tahun itu setelah Bayern menang 4-1 atas Stuttgart tadi malam, Minggu (27/4/2008).

Dengan sisa empat pertandingan, selisih gol 20, serta unggul 12 poin dari dua rival terdekatnya yang sama-sama mengantongi 54 angka, Werder Bremen dan Schalke, hanya keajaiban yang bisa menggagalkan Bayern menjadi juara.

Ini tentu akan menjadi kenang-kenangan manis dari dan buat Hitzfeld sebelum meninggalkan Allianz Arena di akhir musim, karena ia sudah mengikat kontrak sebagai pelatih baru tim nasional Swiss setelah gelaran Piala Eropa musim panas nanti.

Kebalikan dari Hitzfeld yang akan pamit, Toni dan Ribery bakal mengukuhkan hegemoninya sebagai pemain asing yang amat bisa diandalkan. Mereka telah membuktikan kemampuan adaptasinya yang luar biasa, sehingga langsung nyetel dan gemilang di musim pertamanya berkiprah di Jerman (baca: Munich).

Hampir di setiap pertandingan publik dan media memberi poin positif buat Toni dan Ribery. Si Italiano begitu haus gol, sedangkan rekannya yang orang Prancis itu teramat atraktif dalam perannya sebagai gelandang serang di sektor kanan.

Toni, yang digaet dari Fiorentina, bahkan berpeluang menjadi top skorer. Ia telah mencetak 21 gol, atau enam lebih banyak dari pesaing terdekatnya, striker Stuttgart, Mario Gomez.

Ribery juga selalu menawan. Figur yang dikenal ramah sehingga cepat merebut hati publik Allianz Arena itu tergolong subur produktif untuk ukuran gelandang. Sembilan gol telah ia hasilkan di liga.

Dua yang terakhir ia buat ketika Bayern menundukkan Stuttgart 4-1 tadi malam, Minggu (27/4/2008). Baru turun ke lapangan di menit 57, ia mengukir dua gol berturut-turut pada menit 76 dan 78. Yang pertama ia buat via tendangan lengkung nan cantik dari jarak 35 meter, yang kedua melalui tembakan keras yang tak kalah memukau.

"Dia seniman sepakbola," puji general manager Uli Hoeness buat Ribery, yang digaet dari Marseille dengan nilai transfer 16 juta euro. "Sekali lagi dia mencetak dua gol hebat. Yang dia lakukan sungguh luar biasa."

Toni dan Ribery jelas telah membuktikan bahwa kedatangan mereka memberi pengaruh penting buat kesuksesan Bayern menambah koleksi gelar di musim ini, dan bukan tidak mungkin di musim-musim berikutnya.

( a2s / krs )
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga: