Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

Selasa, 29/04/2008 00:53 WIB

AFC Undur Tenggat Statuta PSSI
Lily Indriani - detiksport

Jakarta - Lobi dan negosiasi yang dilakukan PSSI terkait batas waktu 4 Mei untuk meratifikasi statuta baru membuahkan hasil. PSSI mengklaim kalau AFC telah mengundur tenggat waktu untuk melakukan perubahan statuta.

Seperti diberitakan sebelumnya, FIFA melalui AFC telah meminta PSSI untuk melakukan perubahan pada statutanya karena dianggap menyimpang dari statuta milik FIFA. Tanggal 4 Mei 2008 menjadi batas waktu yang diberikan AFC untuk menyerahkan draft perubahan tersebut.

Statuta versi revisi sebenarnya sudah diserahkan ke AFC melalui Nugraha Besoes, Kamis (25/4/2008) pekan lalu. Dalam kunjungannya ke markas AFC tersebutlah Nugraha dikonfirmasi kalau tenggat 4 Mei untuk PSSI diundur.

"Tanggal 4 mei sudah tak lagi dipakai AFC sebagai batas waktu penyesuaian pedoman dasar. Entah harus disyukuri atau tidak, sepertinya para pencinta sepakbola boleh bernapas lega akan kabar ini," ungkap Nugraha pada wartawan di sela-sela syukuran ulang tahun PSSI di pelataran parkir Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (29/4/2008).

Di satu sisi kabar mundurnya tenggat AFC jelas menggembirakan karena Indonesia untuk sementara bisa terhindar dari sanksi yang mungkin dijatuhkan terkait pemyimpangan dalam statutanya. Tapi di lain pihak kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran jika PSSI tak kunjung melakukan perubahan pada statuta miliknya.

Apalagi seperti diungkapkan Nugaraha, pihak AFC tidak memberi kepastian hingga kapan tenggat waktu tersebut diundur.

"Yaa belum tahu, semua terserah FIFA. Kita sudah menyerahkan (draft perubahan statuta) dan yang jelas kita minta waktu untuk bisa mensosialisaikannya. Ingat, tak ada yang bisa melawan FIFA," lanjut Nugraha.

Dilanjutkan Nugraha, beberapa poin perubahan dalam draft anggaran dasar yang diserahkan pada AFC di antaranya adalah soal hak suara dalam kongres PSSI dan penggunaan istilah kriminal.

"Jumlahnya tak lebih dari 150 suara (dari sebelumnya 627 suara). Soal criminal offence kita sudah bertemu dengan AFC, apa yang kita tulis dipedoman dasar seuai dengan marwah indonesia. Ini adalah pendding matter," pungkas Nugraha. ( din / din )

Baca juga: