Berita Lain

Indeks Berita

Selasa, 29/04/2008 18:08 WIB

'Super Mario', Bintang Masa Depan Inter?
Kris Fathoni W - detiksport


AFP/Giuseppe Cacace

Jakarta - Di Inter Milan, selain wakil kapten Marco Materazzi, pemain yang lahir di Italia lainnya tak banyak dapat sorotan. Nantinya, satu pemain bukan tak mungkin menyusul menjelma jadi bintang: Mario Balotelli.

Tim pertama Inter sebenarnya berisi beberapa "muatan lokal". Sebut saja kiper kedua Francecso Toldo dan Paolo Orlandoni. Namun seperti predikatnya, mereka amat jarang dapat peluang tampil.

Kedua pemain tersebut juga tergolong sudah dimakan usia. Kalau Toldo telah berusia 36 tahun, Orlandoni hanya satu tahun lebih muda darinya. Dengan penampilan apik Julio Cesar (Brasil/28 tahun) di bawah mistar, kedua Italiano tadi praktis hanya jadi "penghangat bangku cadangan".

Nama-nama pemain Italia lainnya di Inter tergolong masih belia. Tak heran, mereka memang dicomot dari tim yunior Nerazzuri. Alhasil, pengalaman dan kesempatan pun masih langka. Tapi di antara darah-darah muda itu, tersembullah tinggi-tinggi nama Balotelli. Musim ini, penyerang kelahiran Palermo, 12 Agustus 1990 tersebut memang sudah menggebrak dengan penampilan menjanjikan.

Performa dia ketika membantu "La Beneamata" menyingkirkan Juve dari perempatfinal Coppa Italia, Kamis (31/1/2008) dinihari WIB, misalnya. Pada returning leg dia mengemas dua gol untuk membawa Inter menang 3-2 dalam laga tandang, dan lolos ke final dengan agregat 5-4.

Sebelumnya, dia juga sudah membuat dua gol lainnya di partai Coppa Italia kontra Reggina dalam kemenangan 4-1. Raihan tersebut dibuatnya hanya tiga hari usai menjalani debut untuk tim pertama Inter saat menggantikan David Suazo dalam laga kontra Cagliari di Seri A, 16 Desember 2007.

Gol di Seri A sendiri baru bisa ditorehkan pada 6 April 2008, ke gawang Atalanta. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 itu, pemain berjuluk "Super Mario" tersebut juga membuat satu assist, dan lantas dinobatkan jadi Man Of The Match. Sepekan kemudian, satu gol dilesakkannya lagi, kali ini untuk menggetarkan gawang kiper Fiorentina Sebastien Frey.

Bakatnya tak luput dari pengamatan sang pelatih, Roberto Mancini, yang belakangan sudah berupaya menambah jam terbang Balotelli. Dalam lima pertandingan terakhir Inter di Seri A, pemain bernama lengkap Mario Balotelli Barwuah itu empat kali diturunkan, walau hanya jadi pemain pengganti.

Performa apiknya turut membuat timnas Ghana memanggilnya medio Agustus 2007. Secara teknis, dia memang merupakan warga negara itu meski lahir dan tumbuh di Italia. Dia baru akan diberi kesempatan memilih kewarganegaraan ketika menginjak usia 18 tahun. Balotelli sendiri menampik panggilan tersebut dan mengindikasikan dirinya hanya mau memilih timnas Italia.

Apapun, dia adalah pemain kelahiran Italia yang potensial. Bakat sudah ada, tinggal kesempatan dan pengalaman yang harus terus dikantonginya. Jika semua berjalan dengan baik, niscaya Inter akan memiliki bintang baru dalam diri Balotelli.

( krs / krs )