- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Minggu, 09/11/2008 17:28 WIB
Nasri, Amunisi dari Lini Tengah
Indeks Berita
Rabu, 30/04/2008 01:49 WIB
Ballack Terlahir Kembali
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Adrian Dennis
Jakarta - Dua gol Michael Ballack menghidupkan kembali peluang Chelsea menjuarai Premiership. Sempat redup karena cedera, Ballack kini seperti terlahir kembali.
Musim pertama Michael Ballack di Chelsea tak bisa dibilang mulus. Performanya dianggap di bawah standar, belum lagi cedera yang sempat membuat dia naik meja operasi sampai dua kali.
Ballak sempat menyumbang tujuh gol untuk Chelsea, empat di antaranya dibuat di Liga Inggris, sebelum pulang ke Munich pada pertengahan April 2007 untuk menjalani operasi pergelangan kaki. Tak sempat memberi sumbangsih banyak buat The Blues, musim panas lalu dia kembali menjalani operasi pergelangan kaki.
Akibat dua operasi tersebut Ballack absen selama delapan bulan, hal mana sempat menghembuskan kabar tak sedap soal masa depan karirnya yang dikhawatirkan bakal segera berakhir. Namun saat melakukan comeback pada pertengahan Desember lalu, gelandang 31 tahun itu membuktikan kalau masa keemasannya masih jauh dari selesai.
Dalam 26 pertandingan setelah itu, Ballack mampu membukukan delapan gol dan tiga assist. Jumlah tersebut sudah melampaui apa yang diraihnya di musim perdana bermukim di Stamford Bridge.
Aksi-aksi dan sumbangan gol mantan pemain Bayern Munich dan FC Kaiserslautern itu berlanjut Sabtu (26/4/2008) lalu saat memborong dua gol kemenangan Chelsea atas Manchester United. Dua gol tersebut mungkin punya nilai yang sangat penting karena atas tambahan tiga poin itu Chelsea kini menyamai jumlah poin "Setan Merah" dalam persaingan menuju gelar juara yang tinggal menyisakan dua pertandingan.
"Di setiap pertandingan besar, pada akhirnya Anda harus mencetak gol, buat saya itu bukan masalah. Saya bisa mengatasi tekanan. Berada dalam tekanan adalah situasi yang bagus. Saya menyukainya," ungkap Ballack mengomentari eksekusi penaltinya ke gawang Edwin van Der Sar di menit-menit terakhir pertandingan.
Ballack tak cuma berpotensi mengantar Chelsea merebut gelar juara Liga Inggris ketiga dalam empat tahun terakhir. Dia juga bisa membantu "Si Biru" mencatatkan sejarah di Liga Champions dengan memberi tiket pertama ke final Liga Champions. ( din / a2s )
Ballack Terlahir Kembali
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Adrian Dennis
Musim pertama Michael Ballack di Chelsea tak bisa dibilang mulus. Performanya dianggap di bawah standar, belum lagi cedera yang sempat membuat dia naik meja operasi sampai dua kali.
Ballak sempat menyumbang tujuh gol untuk Chelsea, empat di antaranya dibuat di Liga Inggris, sebelum pulang ke Munich pada pertengahan April 2007 untuk menjalani operasi pergelangan kaki. Tak sempat memberi sumbangsih banyak buat The Blues, musim panas lalu dia kembali menjalani operasi pergelangan kaki.
Akibat dua operasi tersebut Ballack absen selama delapan bulan, hal mana sempat menghembuskan kabar tak sedap soal masa depan karirnya yang dikhawatirkan bakal segera berakhir. Namun saat melakukan comeback pada pertengahan Desember lalu, gelandang 31 tahun itu membuktikan kalau masa keemasannya masih jauh dari selesai.
Dalam 26 pertandingan setelah itu, Ballack mampu membukukan delapan gol dan tiga assist. Jumlah tersebut sudah melampaui apa yang diraihnya di musim perdana bermukim di Stamford Bridge.
Aksi-aksi dan sumbangan gol mantan pemain Bayern Munich dan FC Kaiserslautern itu berlanjut Sabtu (26/4/2008) lalu saat memborong dua gol kemenangan Chelsea atas Manchester United. Dua gol tersebut mungkin punya nilai yang sangat penting karena atas tambahan tiga poin itu Chelsea kini menyamai jumlah poin "Setan Merah" dalam persaingan menuju gelar juara yang tinggal menyisakan dua pertandingan.
"Di setiap pertandingan besar, pada akhirnya Anda harus mencetak gol, buat saya itu bukan masalah. Saya bisa mengatasi tekanan. Berada dalam tekanan adalah situasi yang bagus. Saya menyukainya," ungkap Ballack mengomentari eksekusi penaltinya ke gawang Edwin van Der Sar di menit-menit terakhir pertandingan.
Ballack tak cuma berpotensi mengantar Chelsea merebut gelar juara Liga Inggris ketiga dalam empat tahun terakhir. Dia juga bisa membantu "Si Biru" mencatatkan sejarah di Liga Champions dengan memberi tiket pertama ke final Liga Champions. ( din / a2s )
