- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 04:15 WIB
Eriksson Didesak Mundur - Jumat, 21/11/2008 01:45 WIB
CAS: Atletico Tetap Tampil tanpa Penonton - Kamis, 20/11/2008 18:24 WIB
Berbatov Ancam Pensiun dari Timnas - Kamis, 20/11/2008 13:52 WIB
Lagi, Wasit Diancam Dibunuh - Kamis, 20/11/2008 13:08 WIB
Kecewanya Terry Usai Buat Blunder - Kamis, 20/11/2008 11:32 WIB
Hasil Sempurna untuk Tahun Gemilang Capello
Indeks Berita
Baca Juga
Klasemen Liga Champions, Klasemen Piala UEFA, Klasemen Belanda, Klasemen Portugal, Klasemen Prancis, Siaran Langsung
Rabu, 30/04/2008 06:56 WIB
Saatnya Hengkang, Rijkaard?
Doni Wahyudi - detiksport

Manchester - Dengan Fantastic four-nya, Barcelona begitu dijagokan di awal musim ini. Faktanya, mereka justru kembali puasa gelar. Saat yang tepat buat Frank Rijkaard angkat kaki?
Kekalahan 0-1 atas Manchester United di semifinal Liga Champions memastikan Barca gagal memenangi apapun musim ini. Di Liga Spanyol merekajuga sudah tertinggal 14 poin dari Real Madrid dengan kompetisi yang tinggal menyisakan empat pertandingan lagi.
Kenyataan ini terasa sangat ironis mengingat Barca sangat dijagokan untuk berkuasa di Spanyol dan juga di Eropa. Apalagi awal musim lalu mereka sukses mendatangkan Thierry Henry untuk menciptakan fantastic four yang kesohor itu.
Tapi pesta kemenangan demi kemenangan yang diharapkan digelar di Camp Nou justru tak kunjung datang. Jangankan bersaing dengan Real Madrid, setelah melewati pekan ke-33 Barca justru disalip Villarreal dari posisi dua klasemen. Dari sembilan pertandingan terakhir di La Liga Primera, cuma satu kemenangan berhasil di dapat Carles Puyol dkk.
Rijkaard jelas jadi nama yang pertama di sorot menyusul serangkaian hasil tersebut. Isu dirinya bakal disuksesi sudah beberapa bulan beredar, namun dia sendiri menyatakan enggan melepaskan jabatan.
"Pergi (dari Barca) bahkan tak terlintas di pikiran saya. Saya tak punya niat untuk pergi. Klub dan tim membutuhkan dukungan. Inilah saatnya kita untuk berusaha dan tetap bersama. Hal yang berbeda jika pemain mengatakan sudah saatnya saya pergi," ungkap Rijkaard usai pertandingan seperti diberitakan Yahoosport.
Dengan dua gelar Liga Spanyol dan sukses mengantar Barca menaklukkan Eropa dua musim lalu, Rijkaard memang bukan pelatih sembarangan. Orang Belanda itupun menolak kalau tak adanya gelar yang berhasil dimenangi Barca dalam dua musim terakhir berarti sebuah kegagalan.
"Akan terlalu dini jika saya katakan kalau musim ini telah gagal. Akan mudah untuk menendang orang saat mereka buruk dan sekarang bukan saat yang tepat untuk melakukannya. Anda bisa kehilangan diri sendiri dengan banyaknya kritikan yang datang, itu bisa menciptakan ketidakpercayan dan rasa pahit," lanjut Rijkaard.
Selain cedera pemain, berbagai kendala dihadapi Rijkaard di tahun keempatnya bersama Barcelona. Yang paling mengganggu tentu saja hubungannya dengan Ronaldinho yang ditengarai meregang dan membuat Dinho kini jadi rebutan banyak klub Eropa.
"Ini adalah bagian tersulit dalam semusim jadi kami harus menunjukkan keberanian, terus bertarung dan menunjukkan determinasi serta bergerak ke arah yang sama," pungkas Rijkaard. ( din / arp )
Saatnya Hengkang, Rijkaard?
Doni Wahyudi - detiksport

Kekalahan 0-1 atas Manchester United di semifinal Liga Champions memastikan Barca gagal memenangi apapun musim ini. Di Liga Spanyol merekajuga sudah tertinggal 14 poin dari Real Madrid dengan kompetisi yang tinggal menyisakan empat pertandingan lagi.
Kenyataan ini terasa sangat ironis mengingat Barca sangat dijagokan untuk berkuasa di Spanyol dan juga di Eropa. Apalagi awal musim lalu mereka sukses mendatangkan Thierry Henry untuk menciptakan fantastic four yang kesohor itu.
Tapi pesta kemenangan demi kemenangan yang diharapkan digelar di Camp Nou justru tak kunjung datang. Jangankan bersaing dengan Real Madrid, setelah melewati pekan ke-33 Barca justru disalip Villarreal dari posisi dua klasemen. Dari sembilan pertandingan terakhir di La Liga Primera, cuma satu kemenangan berhasil di dapat Carles Puyol dkk.
Rijkaard jelas jadi nama yang pertama di sorot menyusul serangkaian hasil tersebut. Isu dirinya bakal disuksesi sudah beberapa bulan beredar, namun dia sendiri menyatakan enggan melepaskan jabatan.
"Pergi (dari Barca) bahkan tak terlintas di pikiran saya. Saya tak punya niat untuk pergi. Klub dan tim membutuhkan dukungan. Inilah saatnya kita untuk berusaha dan tetap bersama. Hal yang berbeda jika pemain mengatakan sudah saatnya saya pergi," ungkap Rijkaard usai pertandingan seperti diberitakan Yahoosport.
Dengan dua gelar Liga Spanyol dan sukses mengantar Barca menaklukkan Eropa dua musim lalu, Rijkaard memang bukan pelatih sembarangan. Orang Belanda itupun menolak kalau tak adanya gelar yang berhasil dimenangi Barca dalam dua musim terakhir berarti sebuah kegagalan.
"Akan terlalu dini jika saya katakan kalau musim ini telah gagal. Akan mudah untuk menendang orang saat mereka buruk dan sekarang bukan saat yang tepat untuk melakukannya. Anda bisa kehilangan diri sendiri dengan banyaknya kritikan yang datang, itu bisa menciptakan ketidakpercayan dan rasa pahit," lanjut Rijkaard.
Selain cedera pemain, berbagai kendala dihadapi Rijkaard di tahun keempatnya bersama Barcelona. Yang paling mengganggu tentu saja hubungannya dengan Ronaldinho yang ditengarai meregang dan membuat Dinho kini jadi rebutan banyak klub Eropa.
"Ini adalah bagian tersulit dalam semusim jadi kami harus menunjukkan keberanian, terus bertarung dan menunjukkan determinasi serta bergerak ke arah yang sama," pungkas Rijkaard. ( din / arp )
