- Apakah juara liga EROPA d... Chelsea_Mania
- Seputar Olimpiade... lelaki
- free trit... $CH3L534$
- Pemain Muda Paling Berbak... Il_Pinturicchio
- Inggris yang Tidak Lolos... Mr. Thinking
- Klub-klub terbaik di duni... Joel Milanisti
Berita Lain
- Kamis, 21/08/2008 02:22 WIB
Pertandingan Ujicoba
Belanda Gagal Balas Dendam - Kamis, 21/08/2008 01:16 WIB
Brasil Ditekuk Argentina
Presiden Pun Marah Besar - Rabu, 20/08/2008 21:31 WIB
Van Bronckhorst Kapten Oranje - Rabu, 20/08/2008 14:12 WIB
Olimpiade Beijing
Cibiran Maradona untuk Buruknya Brasil - Rabu, 20/08/2008 13:13 WIB
Dunga di Ujung Pemecatan - Rabu, 20/08/2008 11:35 WIB
Laga Ujicoba
Spanyol Menuju Tahta yang Lebih Tinggi
Indeks Berita
Baca Juga
Klasemen Liga Champions, Klasemen Piala UEFA, Klasemen Belanda, Klasemen Portugal, Klasemen Prancis, Siaran Langsung
Rabu, 30/04/2008 08:21 WIB
Kemarahan Gabriel Milito
Arya Perdhana - detiksport

AFP
Manchester - Kekalahan 0-1 dari Manchester United membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions. Gabriel Milito merasa sangat marah dengan hasil ini, karena mereka justru mendominasi.
Sebiji gol dari Paul Scholes di Old Trafford, Rabu (30/4/2008) dinihari WIB, membuat Barca harus menerima nasib tersisih dari satu-satunya ajang yang masih bisa memberi mereka gelar musim ini.
"Kami sangat marah. Ini adalah pukulan telak. Kami datang ke sini untuk (menuju) final, tapi kami tak dapat melakukannya," ujar Milito sebagaimana dilansir Goal.
"Setelah menderita kekalahan, normal kami merasa seperti ini. Apalagi jika mengingat cara kami tersingkir," imbuhnya.
Barca memang patut menggerutu atas peruntungan mereka. Carlos Puyol dkk lebih mendominasi dalam penguasaan bola, bahkan mereka dapat mengurung MU di seperempat jam terakhir laga. Satu yang kurang hanyalah gol.
"Saya pikir tim kami bermain sangat bagus dan hanya satu gol yang menentukan babak ini," kata bek asal Argentina itu.
Untuk mencari penghiburan, Milito pun mengalihkan fokus ke Liga Spanyol. Los Azulgranas saat ini berada di peringkat tiga, empat poin di belakang runner-up klasemen, Villarreal. Dengan empat pertandingan sisa, Milito optimistis Barca masih bisa menapak naik.
"Kini kami harus memenangi empat laga tersisa dan menyelesaikan (liga) dengan cara terbaik yang mungkin. Kami tampil inkonsisten di Liga, tapi di Copa del Rey dan Liga Champions, saya percaya kami sudah bermain baik," pungkas Milito. ( arp / din )
Kemarahan Gabriel Milito
Arya Perdhana - detiksport

AFP
Sebiji gol dari Paul Scholes di Old Trafford, Rabu (30/4/2008) dinihari WIB, membuat Barca harus menerima nasib tersisih dari satu-satunya ajang yang masih bisa memberi mereka gelar musim ini.
"Kami sangat marah. Ini adalah pukulan telak. Kami datang ke sini untuk (menuju) final, tapi kami tak dapat melakukannya," ujar Milito sebagaimana dilansir Goal.
"Setelah menderita kekalahan, normal kami merasa seperti ini. Apalagi jika mengingat cara kami tersingkir," imbuhnya.
Barca memang patut menggerutu atas peruntungan mereka. Carlos Puyol dkk lebih mendominasi dalam penguasaan bola, bahkan mereka dapat mengurung MU di seperempat jam terakhir laga. Satu yang kurang hanyalah gol.
"Saya pikir tim kami bermain sangat bagus dan hanya satu gol yang menentukan babak ini," kata bek asal Argentina itu.
Untuk mencari penghiburan, Milito pun mengalihkan fokus ke Liga Spanyol. Los Azulgranas saat ini berada di peringkat tiga, empat poin di belakang runner-up klasemen, Villarreal. Dengan empat pertandingan sisa, Milito optimistis Barca masih bisa menapak naik.
"Kini kami harus memenangi empat laga tersisa dan menyelesaikan (liga) dengan cara terbaik yang mungkin. Kami tampil inkonsisten di Liga, tapi di Copa del Rey dan Liga Champions, saya percaya kami sudah bermain baik," pungkas Milito. ( arp / din )
Komentar terkini (30 Komentar)


