Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

Rabu, 30/04/2008 08:21 WIB

Kemarahan Gabriel Milito
Arya Perdhana - detiksport


AFP

Manchester - Kekalahan 0-1 dari Manchester United membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions. Gabriel Milito merasa sangat marah dengan hasil ini, karena mereka justru mendominasi.

Sebiji gol dari Paul Scholes di Old Trafford, Rabu (30/4/2008) dinihari WIB, membuat Barca harus menerima nasib tersisih dari satu-satunya ajang yang masih bisa memberi mereka gelar musim ini.

"Kami sangat marah. Ini adalah pukulan telak. Kami datang ke sini untuk (menuju) final, tapi kami tak dapat melakukannya," ujar Milito sebagaimana dilansir Goal.

"Setelah menderita kekalahan, normal kami merasa seperti ini. Apalagi jika mengingat cara kami tersingkir," imbuhnya.

Barca memang patut menggerutu atas peruntungan mereka. Carlos Puyol dkk lebih mendominasi dalam penguasaan bola, bahkan mereka dapat mengurung MU di seperempat jam terakhir laga. Satu yang kurang hanyalah gol.

"Saya pikir tim kami bermain sangat bagus dan hanya satu gol yang menentukan babak ini," kata bek asal Argentina itu.

Untuk mencari penghiburan, Milito pun mengalihkan fokus ke Liga Spanyol. Los Azulgranas saat ini berada di peringkat tiga, empat poin di belakang runner-up klasemen, Villarreal. Dengan empat pertandingan sisa, Milito optimistis Barca masih bisa menapak naik.

"Kini kami harus memenangi empat laga tersisa dan menyelesaikan (liga) dengan cara terbaik yang mungkin. Kami tampil inkonsisten di Liga, tapi di Copa del Rey dan Liga Champions, saya percaya kami sudah bermain baik," pungkas Milito. ( arp / din )
Komentar terkini (30 Komentar)

Baca juga: