- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 04:15 WIB
Eriksson Didesak Mundur - Jumat, 21/11/2008 01:45 WIB
CAS: Atletico Tetap Tampil tanpa Penonton - Kamis, 20/11/2008 18:24 WIB
Berbatov Ancam Pensiun dari Timnas - Kamis, 20/11/2008 13:52 WIB
Lagi, Wasit Diancam Dibunuh - Kamis, 20/11/2008 13:08 WIB
Kecewanya Terry Usai Buat Blunder - Kamis, 20/11/2008 11:32 WIB
Hasil Sempurna untuk Tahun Gemilang Capello
Indeks Berita
Baca Juga
Klasemen Liga Champions, Klasemen Piala UEFA, Klasemen Belanda, Klasemen Portugal, Klasemen Prancis, Siaran Langsung
Rabu, 30/04/2008 11:34 WIB
Melalui London, Torres Impikan Moskow
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Amdrew Yates
London - Liverpool memang belum pasti melangkah ke final Liga Champions di Moskow, namun Fernando Torres berkeyakinan mereka bisa melakukannya. Syaratnya? Menundukkan kota London, tempat di mana Chelsea telah menunggu.
Selama enam tahun membela Atletico Madrid, penyerang berusia 24 tahun ini belum pernah sekali pun merasakan aroma persaingan antarklub papan atas Eropa di Liga Champions. Baru ketika pindah ke Liverpool awal musim ini, Torres bisa menikmatinya sehingga bisa dibilang ini merupakan musim perdananya di kompetisi antarklub terketat di benua biru itu.
Dalam perjalanannya membawa The Reds ke semifinal, bomber berjuluk El Nino ini sudah menjaringkan lima buah gol. Meski masih kalah subur dibandingkan Steven Gerrard yang sudah mengoleksi enam gol, kontribusi Torres di lini depan Liverpool tak perlu diragukan lagi.
Kini dirinya berharap Liga Champions perdananya ini tidak berhenti di semifinal, melainkan di final. Namun, untuk sampai ke kota Moskow--tempat laga final digelar--ia harus lebih dulu menaklukkan kota London tempat di mana lawan selanjutnya menunggu, Chelsea.
Dalam pertemuan pertama di Anfield pekan lalu The Blues sukses mereguk away goal melalui hasil 1-1. Sebuah skor yang tentunya membuat kedudukan Liverpool kali ini cukup sulit. Meski demikian, optimisme Torres untuk membawa Liverpool ke partai final tidaklah surut.
"Saya selalu memimpikan bermain melawan pemain seperti John Terry dan Ricardo Carvalho. Mereka memberikan kehormatan kepada saya dengan mengawal saya sangat ketat," ujarnya seperti dilansir AFP, Rabu (30/4/2008).
"Sekarang adalah saatnya saya membalas hal itu dengan mencetak beberapa buah gol ke gawang Chelsea. Semua orang sangat memimpikan bermain di Liga Champions dan dalam beberapa waktu saya sudah lama menontonnya dari televisi, bermimpi bisa berain di dalamnya," sambungnya.
"Saya memiliki banyak memori. Gol di San Siro ketika mengalahkan Inter Milan 1-0, menang 4-0 atas Marseille, dan sebuah gol saya ketika meundukkan Arsenal 4-2. Sekarang giliran Chelsea. Saya tidak memiliki pertanyaan karena saya yakin saya sudah benar dengan bergabung ke Liverpool," tukasnya.
Jika keinginan Torres untuk mencetak gol di Stamford Bridge terlaksana maka itu adalah hal yang bagus bagi Liverpool karena dalam delapan kali pertemuan di sana sejak Rafa Benitez berkuasa pada 2004 The Kop belum pernah sekali pun membobol gawang "Si Biru".
Namun, tentunya ada yang lebih penting ketimbang memecahkan rekor buruk tersebut. Memberikan kemenangan bagi Liverpool tentu lebih berharga karena dengan demikian mimpinya untuk bisa tampil di final bisa menjadi kenyataan.
( roz / krs )
Melalui London, Torres Impikan Moskow
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Amdrew Yates
Selama enam tahun membela Atletico Madrid, penyerang berusia 24 tahun ini belum pernah sekali pun merasakan aroma persaingan antarklub papan atas Eropa di Liga Champions. Baru ketika pindah ke Liverpool awal musim ini, Torres bisa menikmatinya sehingga bisa dibilang ini merupakan musim perdananya di kompetisi antarklub terketat di benua biru itu.
Dalam perjalanannya membawa The Reds ke semifinal, bomber berjuluk El Nino ini sudah menjaringkan lima buah gol. Meski masih kalah subur dibandingkan Steven Gerrard yang sudah mengoleksi enam gol, kontribusi Torres di lini depan Liverpool tak perlu diragukan lagi.
Kini dirinya berharap Liga Champions perdananya ini tidak berhenti di semifinal, melainkan di final. Namun, untuk sampai ke kota Moskow--tempat laga final digelar--ia harus lebih dulu menaklukkan kota London tempat di mana lawan selanjutnya menunggu, Chelsea.
Dalam pertemuan pertama di Anfield pekan lalu The Blues sukses mereguk away goal melalui hasil 1-1. Sebuah skor yang tentunya membuat kedudukan Liverpool kali ini cukup sulit. Meski demikian, optimisme Torres untuk membawa Liverpool ke partai final tidaklah surut.
"Saya selalu memimpikan bermain melawan pemain seperti John Terry dan Ricardo Carvalho. Mereka memberikan kehormatan kepada saya dengan mengawal saya sangat ketat," ujarnya seperti dilansir AFP, Rabu (30/4/2008).
"Sekarang adalah saatnya saya membalas hal itu dengan mencetak beberapa buah gol ke gawang Chelsea. Semua orang sangat memimpikan bermain di Liga Champions dan dalam beberapa waktu saya sudah lama menontonnya dari televisi, bermimpi bisa berain di dalamnya," sambungnya.
"Saya memiliki banyak memori. Gol di San Siro ketika mengalahkan Inter Milan 1-0, menang 4-0 atas Marseille, dan sebuah gol saya ketika meundukkan Arsenal 4-2. Sekarang giliran Chelsea. Saya tidak memiliki pertanyaan karena saya yakin saya sudah benar dengan bergabung ke Liverpool," tukasnya.
Jika keinginan Torres untuk mencetak gol di Stamford Bridge terlaksana maka itu adalah hal yang bagus bagi Liverpool karena dalam delapan kali pertemuan di sana sejak Rafa Benitez berkuasa pada 2004 The Kop belum pernah sekali pun membobol gawang "Si Biru".
Namun, tentunya ada yang lebih penting ketimbang memecahkan rekor buruk tersebut. Memberikan kemenangan bagi Liverpool tentu lebih berharga karena dengan demikian mimpinya untuk bisa tampil di final bisa menjadi kenyataan.
( roz / krs )
Komentar terkini (11 Komentar)
