- Stremaing live kualifikas... manutd88
- tim non unggulan tapii bi... lelaki
- tempat tuk peminat liga a... lelaki
- Pemain Muda Paling Berbak... Il_Pinturicchio
- Inggris yang Tidak Lolos... Mr. Thinking
- Klub-klub terbaik di duni... Joel Milanisti
Berita Lain
- Minggu, 07/09/2008 05:32 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Tevez Diusir, Tango Nyaris Kalah - Minggu, 07/09/2008 05:01 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Villa Lanjutkan Sukses Spanyol - Minggu, 07/09/2008 04:53 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Prancis Tumbang di Tangan Austria - Minggu, 07/09/2008 04:33 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Slovakia Menang, Yunani Dominan - Minggu, 07/09/2008 04:30 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Gol Injury Time Menangkan Italia - Minggu, 07/09/2008 04:20 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2010
Start Manis Jepang, Qatar dan Korut
Indeks Berita
Baca Juga
Klasemen Liga Champions, Klasemen Piala UEFA, Klasemen Belanda, Klasemen Portugal, Klasemen Prancis, Siaran Langsung
Kamis, 01/05/2008 07:52 WIB
Gol Lampard untuk Mendiang Ibunda
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Adrian Dennis
London - Frank Lampard tengah menjalani salah satu pekan terberat dalam hidupnya. Ibunya, Pat, meninggal dunia karena sakit. Lampard menebusnya dengan gol dan lolos ke final Liga Champions.
Pat berpulang tepat sepekan lalu. Ibu pemain tengah Chelsea itu tiada karena serangan penyakit radang paru-paru dalam usia 58 tahun.
Akibat musibah itu, Lampard terpaksa absen saat Chelsea menjamu Manchester United di Liga Inggris. Beruntung, meski tanpa pemain berusia 29 tahun itu, The Blues tetap sanggup memetik kemenangan 2-1.
Lampard baru kembali merumput saat Chelsea bertarung menghadapi Liverpool di semifinal kedua Liga Champions, Kamis (1/5/2008) dinihari WIB di Stamford Bridge.
Hasil yang manis bagi Chelsea. Klub London barat itu menang 3-2 dan berhak lolos ke final. Satu dari tiga gol The London Blues dicetak oleh Lampard dari titik penalti pada menit ketujuh babak perpanjangan waktu.
Seusai mencetak gol, Lampard terlihat mengacungkan kedua tangannya ke langit. Ia seperti mempersembahkan gol yang baru saja dilesakannya untuk sang ibu. Para pemain Chelsea yang lain juga berlari memeluk sang gelandang seusai selebrasi emosional itu.
Masih dengan wajah yang sedikit sendu, Lampard kemudian kembali ke lapangan tengah dan lantas menunjukkan jarinya ke arah ayahnya, Frank Lampard Sr, yang berada di tribun stadion.
Penampilan apik di lapangan, satu gol dan lolos ke final sepertinya merupakan 'hadiah' yang sempurna dari Lampard untuk melepas kepergian sang ibu untuk selama-lamanya.
"Lampard adalah lelaki pemberani. Dia sangat dekat dengan ibunya dan apa yang terjadi padanya bukanlah hal yang mudah," ucap manajer Chelsea Avram Grant tentang Lampard seperti dikutip International Herald Tribune.
"Itu adalah keputusannya (untuk bermain). Tapi dia bermain sangat baik meski pertandingan tadi berat buatnya," lanjut Grant lagi.
Seusai pertandingan, Lampard menolak untuk berbicara kepada para jurnalis. Kesedihan mendalam sepertinya masih dirasakan oleh eks pemain West Ham United itu.
Ucapan pujian muncul dari John Terry. "Datang pada hari Minggu dan berlatih menunjukkan karakter Frank. Ia fantastis. Ia bisa mengatasi pekan yang buruk untuk dirinya, keluarganya dan orang-orang terdekatnya," kata kapten Chelsea itu di The Times. "Saya yakin Frank mendedikasikan golnya untuk ibunya."
Barangkali, kepergian Pat --yang akan dimakamkan pada Jumat (2/5) waktu setempat-- menjadi blessing in disguise untuk Lampard (dan Chelsea). Berbekal motivasi kuat, meraih dua gelar, Liga Inggris dan Liga Champions, adalah tanda perpisahan yang sempurna dari Lampard untuk sang ibu.
( arp / din )
Gol Lampard untuk Mendiang Ibunda
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Adrian Dennis
Pat berpulang tepat sepekan lalu. Ibu pemain tengah Chelsea itu tiada karena serangan penyakit radang paru-paru dalam usia 58 tahun.
Akibat musibah itu, Lampard terpaksa absen saat Chelsea menjamu Manchester United di Liga Inggris. Beruntung, meski tanpa pemain berusia 29 tahun itu, The Blues tetap sanggup memetik kemenangan 2-1.
Lampard baru kembali merumput saat Chelsea bertarung menghadapi Liverpool di semifinal kedua Liga Champions, Kamis (1/5/2008) dinihari WIB di Stamford Bridge.
Hasil yang manis bagi Chelsea. Klub London barat itu menang 3-2 dan berhak lolos ke final. Satu dari tiga gol The London Blues dicetak oleh Lampard dari titik penalti pada menit ketujuh babak perpanjangan waktu.
Seusai mencetak gol, Lampard terlihat mengacungkan kedua tangannya ke langit. Ia seperti mempersembahkan gol yang baru saja dilesakannya untuk sang ibu. Para pemain Chelsea yang lain juga berlari memeluk sang gelandang seusai selebrasi emosional itu.
Masih dengan wajah yang sedikit sendu, Lampard kemudian kembali ke lapangan tengah dan lantas menunjukkan jarinya ke arah ayahnya, Frank Lampard Sr, yang berada di tribun stadion.
Penampilan apik di lapangan, satu gol dan lolos ke final sepertinya merupakan 'hadiah' yang sempurna dari Lampard untuk melepas kepergian sang ibu untuk selama-lamanya.
"Lampard adalah lelaki pemberani. Dia sangat dekat dengan ibunya dan apa yang terjadi padanya bukanlah hal yang mudah," ucap manajer Chelsea Avram Grant tentang Lampard seperti dikutip International Herald Tribune.
"Itu adalah keputusannya (untuk bermain). Tapi dia bermain sangat baik meski pertandingan tadi berat buatnya," lanjut Grant lagi.
Seusai pertandingan, Lampard menolak untuk berbicara kepada para jurnalis. Kesedihan mendalam sepertinya masih dirasakan oleh eks pemain West Ham United itu.
Ucapan pujian muncul dari John Terry. "Datang pada hari Minggu dan berlatih menunjukkan karakter Frank. Ia fantastis. Ia bisa mengatasi pekan yang buruk untuk dirinya, keluarganya dan orang-orang terdekatnya," kata kapten Chelsea itu di The Times. "Saya yakin Frank mendedikasikan golnya untuk ibunya."
Barangkali, kepergian Pat --yang akan dimakamkan pada Jumat (2/5) waktu setempat-- menjadi blessing in disguise untuk Lampard (dan Chelsea). Berbekal motivasi kuat, meraih dua gelar, Liga Inggris dan Liga Champions, adalah tanda perpisahan yang sempurna dari Lampard untuk sang ibu.
( arp / din )
