Forum Sepakbola
- Nonton Liga Inggris Grati... soccergirl
- ###Kopdar Akbar Linggis##... YNWA
- Rooney... olang_oleng
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Sabtu, 22/11/2008 16:17 WIB
Kumpul Bareng Agar Rukun Lagi, Arsenal - Sabtu, 22/11/2008 15:42 WIB
'Gallas Sudah Tak Punya Teman' - Sabtu, 22/11/2008 13:59 WIB
Gallas Dipersilakan Pergi? - Sabtu, 22/11/2008 07:57 WIB
Gallas Bukan Lagi Kapten Arsenal - Sabtu, 22/11/2008 01:48 WIB
Gerrard: Liverpool Selamanya - Jumat, 21/11/2008 19:49 WIB
City Siapkan Mega Kontrak untuk Buffon?
Indeks Berita
Baca Juga
Selasa, 06/05/2008 10:12 WIB
Fergie: Rasanya Seperti Pembunuhan
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Andrew Yates
Newcastle - Tensi persaingan Liga Inggris yang tetap panas hingga penghujung musim pasti membikin stres para manajer yang terlibat. Sir Alex Ferguson pun mengakui beratnya tekanan itu.
Pacuan dua kuda bernama Manchester United dan Chelsea di Premiership musim ini memang sangat ketat. Hingga pekan 37, posisi keduanya hanya terpisahkan oleh selisih gol.
Ferguson, manajer MU, menyaksikan bagaimana keunggulan tiga angka klubnya lenyap hanya dalam waktu 48 jam. Fergie --sapaan Ferguson-- ada di tribun Stadion St James' Park dan melihat Chelsea mengatasi Newcastle United 2-0.
Tekanan dan tensi yang tercipta dari persaingan ketat seperti ini sepertinya benar-benar menyiksa, bahkan bagi Fergie yang sudah berpuluh-puluh tahun menjalani karir sebagai pelatih sepakbola.
"Keadaan di Liga seperti pembunuhan bagi manajer seperti saya dan Avram Grant. Situasi seperti itu juga membuat tegang urat syaraf para pemain dan para pendukung," ungkap Fergie seperti dikutip Goal.
Meski tegang, Fergie tetap mengakui bahwa ia menikmati persaingan ini. "Jika kita bisa melepaskan diri dari keadaan ini sebentar saja, kita harus mengakui bahwa mustahil bisa menjadikan Liga Inggris lebih mengasyikkan dari saat ini," sambung pria Skotlandia itu.
Dari awal, Liga Inggris memang sangat dinamis. Pergantian penguasa puncak klasemen terjadi silih berganti. Lalu, bagaimana cerita Premiership kali ini akan berakhir?
"Tidak ada kesimpulan yang pasti bila kita berusaha memprediksi hasil (pertandingan)," pungkas Fergie.
( arp / key )
Fergie: Rasanya Seperti Pembunuhan
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Andrew Yates
Pacuan dua kuda bernama Manchester United dan Chelsea di Premiership musim ini memang sangat ketat. Hingga pekan 37, posisi keduanya hanya terpisahkan oleh selisih gol.
Ferguson, manajer MU, menyaksikan bagaimana keunggulan tiga angka klubnya lenyap hanya dalam waktu 48 jam. Fergie --sapaan Ferguson-- ada di tribun Stadion St James' Park dan melihat Chelsea mengatasi Newcastle United 2-0.
Tekanan dan tensi yang tercipta dari persaingan ketat seperti ini sepertinya benar-benar menyiksa, bahkan bagi Fergie yang sudah berpuluh-puluh tahun menjalani karir sebagai pelatih sepakbola.
"Keadaan di Liga seperti pembunuhan bagi manajer seperti saya dan Avram Grant. Situasi seperti itu juga membuat tegang urat syaraf para pemain dan para pendukung," ungkap Fergie seperti dikutip Goal.
Meski tegang, Fergie tetap mengakui bahwa ia menikmati persaingan ini. "Jika kita bisa melepaskan diri dari keadaan ini sebentar saja, kita harus mengakui bahwa mustahil bisa menjadikan Liga Inggris lebih mengasyikkan dari saat ini," sambung pria Skotlandia itu.
Dari awal, Liga Inggris memang sangat dinamis. Pergantian penguasa puncak klasemen terjadi silih berganti. Lalu, bagaimana cerita Premiership kali ini akan berakhir?
"Tidak ada kesimpulan yang pasti bila kita berusaha memprediksi hasil (pertandingan)," pungkas Fergie.
( arp / key )
Komentar terkini (8 Komentar)
