Berita Lain

Indeks Berita

Selasa, 06/05/2008 10:30 WIB

Higuain, Penentu dari Bangku Cadangan
Arya Perdhana - detiksport


AFP/A. Arrizurieta

Madrid - Kemenangan 2-1 Real Madrid atas Osasuna memastikan raihan gelar juara La Liga ke-31 Los Merengues. Bernd Schuster layak berterimakasih kepada Gonzalo Higuain, sang penentu.

Sepakbola adalah permainan tim. Namun kepastian gelar yang direngkuh Madrid di Reyno de Navarra, Senin (5/5/2008) dinihari WIB tadi, dapat dibilang adalah berkat jasa pemain yang baru masuk di pertengahan babak kedua ini.

Madrid lebih dulu tertinggal di menit ke-83. Namun Arjen Robben membalasnya tiga menit kemudian, dengan sundulan memanfaatkan sepakan bebas Higuain. Higuain sendiri menggenapkan kemenangan melalui golnya dua menit sebelum laga usai.

Bila saja saat itu Madrid kalah, maka tak akan ada pesta juara. Setidaknya, tertunda. Padahal, tengah pekan ini Raul Gonzalez dkk akan menghadapi rival paling sengit mereka, Barcelona.

Memastikan gelar sebelum melangkah ke El Clasico tentu hal yang melegakan. Jadinya, partai melawan Barca di Santiago Bernabeu itu nanti lebih berarti sebagai pesta perayaan saja.

Di akhir musim 2006/2007, Higuain memang sudah ikut menikmati gelar juara bersama Madrid. Tapi menjadi orang yang menentukan gelar baru kali ini dilakukan oleh penyerang Argentina berusia 20 tahun itu.

Semenjak ditransfer dari River Plate pada Januari 2007, banyak harapan sudah disematkan ke pundak Higuain. Namun ekspektasi itu tidak terlalu terpenuhi karena Higuain lebih kerap dicadangkan. Di musim pertamanya itu, Higuain hanya bermain 25 kali dengan torehan dua gol.

Di musim 2007/2008, peruntungan Higuain belum terlalu membaik. Sejauh ini, ia hanya tampil tujuh kali sebagai starter dan hanya menjadi pengganti dalam 20 pertandingan. Total tujuh gol ia catatkan di bawah namanya.

Dengan solidnya duet Raul dan Ruud van Nistelrooy, cukup sulit bagi Higuain untuk bisa menembus tim utama dan tampil reguler sebagai starter.

Bagaimanapun, Higuain tetap bisa memberi sumbangsih penting bagi Madrid meski lebih kerap turun sebagai pengganti. Bukti terakhir ia sodorkan melawan Osasuna. Hasilnya, gelar juara La Liga bagi Madrid.

Selamat untuk Higuain dan Madrid.

( arp / roz )
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk