Forum Sepakbola
- pemain gaek yang masih si... lelaki
- [Stadio Luigi Ferraris] G... inTELEKual
- games tebak gambar / foto... shanhushie_nakamura
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- .:--== Il Grande Rossoner... Inzagol
- Nerazzuri.. Internazional... PSM.Internazionale
Berita Lain
- Minggu, 12/10/2008 00:08 WIB
Crespo: Mourinho Hebat, tapi ... - Sabtu, 11/10/2008 15:36 WIB
Buffon Perpanjang Masa Istirahat - Sabtu, 11/10/2008 05:45 WIB
Cordoba Kritik Ibra Terkait Mancio - Sabtu, 11/10/2008 03:35 WIB
Mourinho: Media Tak Menghormatiku - Sabtu, 11/10/2008 00:54 WIB
Selamatkan Roma, Totti - Jumat, 10/10/2008 17:06 WIB
Kisah Teriakan Buffon di Ruang Ganti
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 08/05/2008 06:30 WIB
'Dapat Dua Kartu Merah, Inter Fairplay'
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Filippo Monteforte
Roma - Inter Milan mendulang dua kartu merah, plus sebuah insiden yang berpotensi menuai ganjaran serupa, dalam memastikan lajunya ke final Coppa Italia. Ironisnya, Javier Zanetti menilai timnya sudah menampilkan fairplay.
Pertarungan semifinal leg kedua Inter melawan Lazio, Kamis (8/5/2008) dinihari WIB, berjalan ketat. Akibat dari alotnya pertandingan, pelatih Inter Roberto Mancini pun jadi korban pertama yang dikartumerah dan harus meninggalkan area bench. Mancio pun harus menyaksikan sisa laga dari kejauhan, "ditemani" aparat kepolisian.
Menjelang pertandingan berakhir, giliran Marco Materazzi yang diacungi kartu merah setelah pelanggaran kerasnya terhadap penyerang Lazio, Goran Pandev.
Julio Cruz yang jadi penentu kemenangan "La Beneamata" pun tak lepas dari kesalahan. Beberapa saat sebelum mencetak gol kedua Inter, dia terlihat memukul Aleksander Kolarov sampai telinga bek Lazio itu mengeluarkan darah. Tindakan tersebut luput dari pengamatan ofisial sehingga Cruz selamat dari ganjaran kartu.
Meski demikian, Zanetti yang bersyukur timnya sudah masuk ke final, tetap merasa kalau timnya sudah menunjukkan fairplay dalam laga itu.
"Kami menginginkan final ini dan lega bisa sampai di sana, jadi kami harus fokus dalam mendapatkan kembali energi kami sampai akhir musim Seri A," tukas dia seperti dilansir Channel 4, Kamis (8/5/2008).
"Hal seperti ini terjadi dan ada tensi di lapangan, tapi yang penting adalah menunjukkan fair play dan itu yang kami lakukan malam ini," tandas Zanetti.
Terlepas patut tidaknya Inter mendapat predikat fairplay, mereka rasanya layak mendapat kredit khusus karena sudah mampu keluar dari tekanan Lazio, yang lebih banyak menyerang, dan lantas menang. Apalagi raihan ini adalah keempat kalinya secara beruntun Inter mampu menembus laga puncak Coppa Italia.
( krs / din )
'Dapat Dua Kartu Merah, Inter Fairplay'
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Filippo Monteforte
Pertarungan semifinal leg kedua Inter melawan Lazio, Kamis (8/5/2008) dinihari WIB, berjalan ketat. Akibat dari alotnya pertandingan, pelatih Inter Roberto Mancini pun jadi korban pertama yang dikartumerah dan harus meninggalkan area bench. Mancio pun harus menyaksikan sisa laga dari kejauhan, "ditemani" aparat kepolisian.
Menjelang pertandingan berakhir, giliran Marco Materazzi yang diacungi kartu merah setelah pelanggaran kerasnya terhadap penyerang Lazio, Goran Pandev.
Julio Cruz yang jadi penentu kemenangan "La Beneamata" pun tak lepas dari kesalahan. Beberapa saat sebelum mencetak gol kedua Inter, dia terlihat memukul Aleksander Kolarov sampai telinga bek Lazio itu mengeluarkan darah. Tindakan tersebut luput dari pengamatan ofisial sehingga Cruz selamat dari ganjaran kartu.
Meski demikian, Zanetti yang bersyukur timnya sudah masuk ke final, tetap merasa kalau timnya sudah menunjukkan fairplay dalam laga itu.
"Kami menginginkan final ini dan lega bisa sampai di sana, jadi kami harus fokus dalam mendapatkan kembali energi kami sampai akhir musim Seri A," tukas dia seperti dilansir Channel 4, Kamis (8/5/2008).
"Hal seperti ini terjadi dan ada tensi di lapangan, tapi yang penting adalah menunjukkan fair play dan itu yang kami lakukan malam ini," tandas Zanetti.
Terlepas patut tidaknya Inter mendapat predikat fairplay, mereka rasanya layak mendapat kredit khusus karena sudah mampu keluar dari tekanan Lazio, yang lebih banyak menyerang, dan lantas menang. Apalagi raihan ini adalah keempat kalinya secara beruntun Inter mampu menembus laga puncak Coppa Italia.
( krs / din )
Komentar terkini (1 Komentar)
