Forum Sepakbola
- pelatih yang bakal lengse... lelaki
- tayangan La Liga... lelaki
- Sekali madrid tetap madri... moes2008
- MADRID vs BARCELONA WAR Z... boixos
- Quiz All About Liga Spany... ceb0ngs
- WAGS La Liga... myshowbiz
Berita Lain
- Kamis, 21/08/2008 15:45 WIB
Saviola Ingin Lebih Hoki - Kamis, 21/08/2008 10:38 WIB
Cannavaro Kembali Berlatih - Rabu, 20/08/2008 14:46 WIB
'Robinho Kini Tetap di Madrid, Nanti Entah' - Selasa, 19/08/2008 18:28 WIB
Madrid Masih Buru Pemain Baru - Selasa, 19/08/2008 08:58 WIB
Bukan Momen Pembuktian Henry - Selasa, 19/08/2008 03:15 WIB
Villa 100 persen di Mestalla
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 08/05/2008 06:58 WIB
Penampilan Terburuk Barca
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Pedro Armestre
Madrid - Menghadapi klub yang jadi musuh terbesarnya, Barcelona benar-benar dibuat tak berdaya dan menyerah dengan skor telak 1-4. Inilah penampilan terburuk El Barca musim ini.
Setelah kalah dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol, Barcelona masih harus menelan malu saat harus bertandang ke Real Madrid. Di Santiago Bernabeu, Kamis (8/5/2008) dinihari WIB, dalam laga bertajuk El Clasico, skuad besutan Frank Rijkaard kalah pulang membawa kekalahan 1-4.
"Madrid bermain lebih baik dan layak untuk menang. Kami menderita terlalu banyak. Tak ada yang suka kalah dengan seperti itu. Ada perbedaan besar: mereka lebih percaya diri dan bermain seperti layaknya sebuah tim," ungkap Rijkaard di Goal.
Tak diperkuat Deco serta Samuel Eto'o tak bisa dipungkiri mengurangi kekuatan Barcelona. Namun Rijkaard menilai bukan itu saja kendalanya, dalam laga tersebut orang Belanda itu malah mengakui kalau anak didiknya tampil sangat buruk, bahkan yang terburuk sepanjang musim.
"Ini adalah moment terburuk sepanjang musim. Semua di ruang ganti pemain merasa sangat sedih. Dipermalukan? Saya pikir tak relevan berbicara soal hal itu, atau menertawakannya. Kami bermain sangat baik dan mereka lebih baik," lanjut Rijkaard.
Dalam laga dinihari tadi Barcelona benar-benar terlihat kalah kelas dari Madrid. Statistik Soccernet menunjukkan penguasaan bola 55%:45% untuk keunggulan tuan rumah, itu belum termasuk jumlah tendangan ke arah gawang yang berjumlah 20(12) berbanding 14(4).
"Saat kedudukan 2-0, bisa dikatakan kalau tim merasa frustasi. Sangat sulit mempertahankan bola, bertahan dan mundur (bertahan). Ini adalah moment terburuk. Kami tak bisa merapatkan jarak dan saya meminta maaf. Dalam pertandingan seperti ini kami seharusnya bermain bersama, menyerang dan bertahan. Malam ini kami tidak melakukannya," pungkas pelatih 45 tahun itu. ( din / krs )
Penampilan Terburuk Barca
Doni Wahyudi - detiksport

AFP/Pedro Armestre
Setelah kalah dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol, Barcelona masih harus menelan malu saat harus bertandang ke Real Madrid. Di Santiago Bernabeu, Kamis (8/5/2008) dinihari WIB, dalam laga bertajuk El Clasico, skuad besutan Frank Rijkaard kalah pulang membawa kekalahan 1-4.
"Madrid bermain lebih baik dan layak untuk menang. Kami menderita terlalu banyak. Tak ada yang suka kalah dengan seperti itu. Ada perbedaan besar: mereka lebih percaya diri dan bermain seperti layaknya sebuah tim," ungkap Rijkaard di Goal.
Tak diperkuat Deco serta Samuel Eto'o tak bisa dipungkiri mengurangi kekuatan Barcelona. Namun Rijkaard menilai bukan itu saja kendalanya, dalam laga tersebut orang Belanda itu malah mengakui kalau anak didiknya tampil sangat buruk, bahkan yang terburuk sepanjang musim.
"Ini adalah moment terburuk sepanjang musim. Semua di ruang ganti pemain merasa sangat sedih. Dipermalukan? Saya pikir tak relevan berbicara soal hal itu, atau menertawakannya. Kami bermain sangat baik dan mereka lebih baik," lanjut Rijkaard.
Dalam laga dinihari tadi Barcelona benar-benar terlihat kalah kelas dari Madrid. Statistik Soccernet menunjukkan penguasaan bola 55%:45% untuk keunggulan tuan rumah, itu belum termasuk jumlah tendangan ke arah gawang yang berjumlah 20(12) berbanding 14(4).
"Saat kedudukan 2-0, bisa dikatakan kalau tim merasa frustasi. Sangat sulit mempertahankan bola, bertahan dan mundur (bertahan). Ini adalah moment terburuk. Kami tak bisa merapatkan jarak dan saya meminta maaf. Dalam pertandingan seperti ini kami seharusnya bermain bersama, menyerang dan bertahan. Malam ini kami tidak melakukannya," pungkas pelatih 45 tahun itu. ( din / krs )
Komentar terkini (2 Komentar)


