Forum Sepakbola
- ###Kopdar Akbar Linggis##... YNWA
- Rooney... olang_oleng
- bebatov atau Tevez ?... pas
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Sabtu, 22/11/2008 13:59 WIB
Gallas Dipersilakan Pergi? - Sabtu, 22/11/2008 07:57 WIB
Gallas Bukan Lagi Kapten Arsenal - Sabtu, 22/11/2008 01:48 WIB
Gerrard: Liverpool Selamanya - Jumat, 21/11/2008 19:49 WIB
City Siapkan Mega Kontrak untuk Buffon? - Jumat, 21/11/2008 19:13 WIB
Gallas Ingin Balik ke Prancis - Jumat, 21/11/2008 17:54 WIB
Wenger Minta FIFA Selidiki 'Cedera Palsu'
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 08/05/2008 11:47 WIB
Wigan Mengalah? Tak Mungkin
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Jakarta - Banyak orang menimang-nimang sejarah Steve Bruce menjelang pertandingan Wigan melawan Manchester United. Tapi ada banyak alasan kenapa Fans Chelsea mesti yakin bahwa dia takkan mengalah pada bekas klubnya itu.
Bruce menjadi sebuah faktor di pekan terakhir Liga Inggris, yang ikut menentukan siapa di antara MU atau Chelsea yang bakal finish sebagai juara. Jika Wigan, tim yang dibesut mantan bek internasional Inggris itu, mampu mengalahkan atau minimal menahan imbang "Setan Merah", dan Chelsea menang atas Bolton, maka piala jatuh ke tangan The Blues.
Sebaliknya, apabila Wigan kalah, MU hampir dipastikan mempertahankan gelarnya. Superiotas mereka dalam hal selisih gol adalah nilai plus yang dimiliki skuad Alex Ferguson dibanding anak-anak buah Avram Grant saat ini.
Bruce menjadi sentral perhatian karena ia punya sejarah fantastis bersama MU, tim di mana ia pernah merasakan titel juara Premiership sebanyak tiga kali. Ia juga pahlawan Red Devils berkat dua golnya di menit-menit akhir sehingga MU bangkit dan berbalik unggul atas Sheffield Wednesday pada 10 April 1993. Kemenangan itulah yang memastikan MU jadi juara, sekaligus mengakhiri paceklik titel domestik selama 26 tahun!
Bruce juga turut "membantu" MU dengan menghambat laju Chelsea di pekan ke-34. Berkat gol Emile Heskey di menit 90, Wigan menahan John Terry dkk dengan skor 1-1. Hasil itu membuat MU tetap berada di depan dalam perburuan gelar juara.
Terutama dengan memori kejayaannya bersama MU, brangkali wajar kalau sebagian orang menduga Bruce lebih memilih MU menjadi juara ketimbang Chelsea. Dukungan paling ekstrim yang bisa dilakukan dia adalah Wigan bermain "seadanya". Toh minggu lalu mereka telah menuntaskan misi bertahan di Premier League musim depan, setelah menundukkan Aston Villa 2-0.
Tapi mungkinkan Bruce akan mengalah demi MU? Banyak alasan untuk menjawab tidak. Pertama, Wigan akan bermain di kandang sendiri. Tidaklah menyenangkan membuat publik JJB Stadium pulang dengan aroma kekalahan, dan mereka harus menunggu tiga bulan lagi sebelum kompetisi baru bergulir lagi.
Kedua, faktor uang. Jika mampu mengalahkan MU dan Newcastle kalah di kandang Everton, Wigan akan finish di urutan 12 dan memperoleh hadiah 6,4 juta poundsterling. Sebaliknya, kalah kalah mereka bisa turun ke posisi 15 dan hadiah mereka berkurang 2,1 juta pounds.
Ketiga, Wigan tak pernah kalah dalam lima laga terakhirnya. Mereka boleh kalah telak 0-4 dari MU di pertemuan pertama, tapi itu terjadi di Old Trafford. Dari 18 laga kandang yang telah dilakoni di musim ini, The Latics hanya kalah lima kali.
Keempat, faktor Bruce itu sendiri. Selama menjadi manajer, ia tak pernah bisa mengalahkan bekas klubnya itu dalam sembilan percobaan bersama Birmingham City. Jika kesempatan pertama itu bisa diraih hari Minggu (11/5/2008) ini, kenapa tidak diambilnya?
Kelima, pemilik Wigan Dave Whelan telah memberi jaminan bahwa Bruce tidak akan bermain santai. "Semua yang pers katakan tentang kami yang akan memuluskan MU adalah sampah," tukasnya.
"Kalau kami bisa mengalahkan MU, maka kami akan mengalahkan mereka. Kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami. Apapun yang mereka katakan di Chelsea, kami adalah Wigan, dan kami akan berusaha dan mengalahkan tim manapun yang datang ke JJB Stadium," tegas Whelan seperti dikutip dari situs resmi MU.
Keenam, sikap Bruce tentang pertemuan tersebut. "Kami harus profesional dan kami memang akan begitu," ujarnya.
Seharusnya itu sudah cukup untuk tidak menduga-duga lagi bahwa Wigan akan memberi kemudahan buat MU mengalahkan Chelsea dan keluar sebagai juara.
( a2s / key )
Wigan Mengalah? Tak Mungkin
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Bruce menjadi sebuah faktor di pekan terakhir Liga Inggris, yang ikut menentukan siapa di antara MU atau Chelsea yang bakal finish sebagai juara. Jika Wigan, tim yang dibesut mantan bek internasional Inggris itu, mampu mengalahkan atau minimal menahan imbang "Setan Merah", dan Chelsea menang atas Bolton, maka piala jatuh ke tangan The Blues.
Sebaliknya, apabila Wigan kalah, MU hampir dipastikan mempertahankan gelarnya. Superiotas mereka dalam hal selisih gol adalah nilai plus yang dimiliki skuad Alex Ferguson dibanding anak-anak buah Avram Grant saat ini.
Bruce menjadi sentral perhatian karena ia punya sejarah fantastis bersama MU, tim di mana ia pernah merasakan titel juara Premiership sebanyak tiga kali. Ia juga pahlawan Red Devils berkat dua golnya di menit-menit akhir sehingga MU bangkit dan berbalik unggul atas Sheffield Wednesday pada 10 April 1993. Kemenangan itulah yang memastikan MU jadi juara, sekaligus mengakhiri paceklik titel domestik selama 26 tahun!
Bruce juga turut "membantu" MU dengan menghambat laju Chelsea di pekan ke-34. Berkat gol Emile Heskey di menit 90, Wigan menahan John Terry dkk dengan skor 1-1. Hasil itu membuat MU tetap berada di depan dalam perburuan gelar juara.
Terutama dengan memori kejayaannya bersama MU, brangkali wajar kalau sebagian orang menduga Bruce lebih memilih MU menjadi juara ketimbang Chelsea. Dukungan paling ekstrim yang bisa dilakukan dia adalah Wigan bermain "seadanya". Toh minggu lalu mereka telah menuntaskan misi bertahan di Premier League musim depan, setelah menundukkan Aston Villa 2-0.
Tapi mungkinkan Bruce akan mengalah demi MU? Banyak alasan untuk menjawab tidak. Pertama, Wigan akan bermain di kandang sendiri. Tidaklah menyenangkan membuat publik JJB Stadium pulang dengan aroma kekalahan, dan mereka harus menunggu tiga bulan lagi sebelum kompetisi baru bergulir lagi.
Kedua, faktor uang. Jika mampu mengalahkan MU dan Newcastle kalah di kandang Everton, Wigan akan finish di urutan 12 dan memperoleh hadiah 6,4 juta poundsterling. Sebaliknya, kalah kalah mereka bisa turun ke posisi 15 dan hadiah mereka berkurang 2,1 juta pounds.
Ketiga, Wigan tak pernah kalah dalam lima laga terakhirnya. Mereka boleh kalah telak 0-4 dari MU di pertemuan pertama, tapi itu terjadi di Old Trafford. Dari 18 laga kandang yang telah dilakoni di musim ini, The Latics hanya kalah lima kali.
Keempat, faktor Bruce itu sendiri. Selama menjadi manajer, ia tak pernah bisa mengalahkan bekas klubnya itu dalam sembilan percobaan bersama Birmingham City. Jika kesempatan pertama itu bisa diraih hari Minggu (11/5/2008) ini, kenapa tidak diambilnya?
Kelima, pemilik Wigan Dave Whelan telah memberi jaminan bahwa Bruce tidak akan bermain santai. "Semua yang pers katakan tentang kami yang akan memuluskan MU adalah sampah," tukasnya.
"Kalau kami bisa mengalahkan MU, maka kami akan mengalahkan mereka. Kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami. Apapun yang mereka katakan di Chelsea, kami adalah Wigan, dan kami akan berusaha dan mengalahkan tim manapun yang datang ke JJB Stadium," tegas Whelan seperti dikutip dari situs resmi MU.
Keenam, sikap Bruce tentang pertemuan tersebut. "Kami harus profesional dan kami memang akan begitu," ujarnya.
Seharusnya itu sudah cukup untuk tidak menduga-duga lagi bahwa Wigan akan memberi kemudahan buat MU mengalahkan Chelsea dan keluar sebagai juara.
( a2s / key )
Komentar terkini (9 Komentar)
