Forum Sepakbola
- kelakuan wasit serie A... lelaki
- Best Buy 08/09... s4kty
- Big Match Fiorentina VS J... yudhi_dharma
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- .:--== Il Grande Rossoner... Inzagol
- Tempat Nongkrong Ngobrol ... maskiko
Berita Lain
- Jumat, 29/08/2008 17:40 WIB
Tunggu Kaka di Pekan Kedua - Jumat, 29/08/2008 16:25 WIB
Inter Lepas Suazo ke Benfica - Jumat, 29/08/2008 10:55 WIB
Liga Italia Pekan Ini
Juve Bisa Langsung Jalani Mimpi Buruk - Jumat, 29/08/2008 00:46 WIB
Oddo Berlabuh ke Bayern Munich - Kamis, 28/08/2008 19:20 WIB
Sheva Seperti Sup yang Dipanaskan Lagi - Kamis, 28/08/2008 18:10 WIB
Ibrahimovic Puji Mourinho
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 12/05/2008 01:40 WIB
Bukan Karena Penalti Matrix
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Alberto Pizzoli
Milan - Inter Milan sebenarnya bisa meraih kemenangan andai tendangan penalti Marco Materazzi masuk. Namun, Roberto Mancini mengatakan hilangnya kemenangan bukan karena gagalnya eksekusi Materazzi tersebut.
Drama menegangkan untuk Inter tersebut terjadi di penghujung pertandingan. Wasit memberi penalti untuk La Beneamata setelah Christian Rigano dituduh menarik kaos Materazzi di kotak terlarang Atalanta. Matrix pun maju menjadi eksekutor dan akhirnya gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.
Akibatnya Inter bukan hanya gagal memetik poin penuh, melainkan juga semakin ketat ditempel AS Roma di klasemen sementara dengan selisih poin satu. Hasil akhir adalah 2-2 dan Materazzi pun meninggalkan lapangan dengan wajah sedikit menyesal.
Mancini pun mengungkapkan bek bernomor 23 itu sebenarnya bukanlah pilihan pertama dalam eksekusi penalti. Mancio sudah menetapkan bahwa eksekutor utama Nerrazzurri adalah Julio Cruz, kemudian Mario Balotelli, dan barulah Materazzi hadir sebagai pilihan ketiga.
Cruz masih berada di lapangan dan seharusnya ialah yang menjadi eksekutor. Namun, mantan pelatih Fiorentina itu mengatakan bahwa siapa pun yang menendangnya bisa saja menemui kesialan seperti halnya Materazzi.
"Urutan penendang penalti seharusnya Cruz, Balotelli, baru Materazzi. Sayangnya, siapa pun bisa saja gagal mengeksekusinya termasuk Julio (Cruz). Kita tak akan pernah tahu," ujarnya seperti dilansir Channel4.
"Kami bisa saja memenangi pertandingan ini tanpa insiden tersebut. Tetapi inilah sepakbola, segalanya bisa terjadi. Kekecewaan malam ini akan berlalu dan kami akan bersiap untuk menghadapi Parma," lanjutnya.
Meski demikian, pelatih berusia 43 tahun itu menambahkan bahwa hasil imbang yang diraih skuadnya bukan karena gagalnya penalti di menit akhir itu. Ia lebih menyorot banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan oleh anak-anak asuhnya.
"Kami bisa mencetak lima atau enam gol hari ini. Tetapi kami gagal menyelesaikannya dan begitulah sepakbola. Sekarang kami harus memenangi pertandingan melawan Parma," tukasnya.
( roz / a2s )
Bukan Karena Penalti Matrix
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Alberto Pizzoli
Drama menegangkan untuk Inter tersebut terjadi di penghujung pertandingan. Wasit memberi penalti untuk La Beneamata setelah Christian Rigano dituduh menarik kaos Materazzi di kotak terlarang Atalanta. Matrix pun maju menjadi eksekutor dan akhirnya gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.
Akibatnya Inter bukan hanya gagal memetik poin penuh, melainkan juga semakin ketat ditempel AS Roma di klasemen sementara dengan selisih poin satu. Hasil akhir adalah 2-2 dan Materazzi pun meninggalkan lapangan dengan wajah sedikit menyesal.
Mancini pun mengungkapkan bek bernomor 23 itu sebenarnya bukanlah pilihan pertama dalam eksekusi penalti. Mancio sudah menetapkan bahwa eksekutor utama Nerrazzurri adalah Julio Cruz, kemudian Mario Balotelli, dan barulah Materazzi hadir sebagai pilihan ketiga.
Cruz masih berada di lapangan dan seharusnya ialah yang menjadi eksekutor. Namun, mantan pelatih Fiorentina itu mengatakan bahwa siapa pun yang menendangnya bisa saja menemui kesialan seperti halnya Materazzi.
"Urutan penendang penalti seharusnya Cruz, Balotelli, baru Materazzi. Sayangnya, siapa pun bisa saja gagal mengeksekusinya termasuk Julio (Cruz). Kita tak akan pernah tahu," ujarnya seperti dilansir Channel4.
"Kami bisa saja memenangi pertandingan ini tanpa insiden tersebut. Tetapi inilah sepakbola, segalanya bisa terjadi. Kekecewaan malam ini akan berlalu dan kami akan bersiap untuk menghadapi Parma," lanjutnya.
Meski demikian, pelatih berusia 43 tahun itu menambahkan bahwa hasil imbang yang diraih skuadnya bukan karena gagalnya penalti di menit akhir itu. Ia lebih menyorot banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan oleh anak-anak asuhnya.
"Kami bisa mencetak lima atau enam gol hari ini. Tetapi kami gagal menyelesaikannya dan begitulah sepakbola. Sekarang kami harus memenangi pertandingan melawan Parma," tukasnya.
( roz / a2s )
Komentar terkini (18 Komentar)


