Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

Senin, 12/05/2008 08:34 WIB

Kok Begitu, Sven?
Andi Abdullah Sururi - detiksport


(AFP/Andrew Yates)

Manchester - Jika Sven Goran Eriksson sadar bahwa melawan Middlesbrough bisa menjadi pertandingan terakhirnya bersama Manchester City, maka ia melewatinya dengan sangat buruk.

Kekalahan 1-8 yang diderita Elano dkk di Riverside Stadium, Minggu (11/5/2008), adalah memalukan dan amat tidak membantu Eriksson untuk selamat dari ancaman pemecatan, bahkan mungkin mempercepatnya.

Terbetik kabar dari markas City bahwa nasib pelatih asal Swedia itu bakal diputuskan dalam hitungan jam. Malahan Eriksson sendiri yang berharap petinggi The Citizens -- terutama pemilik klub Thaksin Shinawatra -- tidak berlama-lama menggantung posisinya.

"Masalahnya adalah kami harus berbicara langsung face to face, dan mencari tahu apa yang klub ini ingin lakukan," tutur Eriksson kepada Sky Sports.

"Hidup tak menentu tidaklah bagus untuk semua orang. Saya berharap diadakan pertemuan," tambahnya. "Sebaiknya segera karena liga telah berakhir. Ini penting buat klub ini demi musim depan."

Dalam beberapa pekan terakhir Eriksson memang diisukan bakal ditendang. Shinawatra merasa kecewa dengan performa timnya terutama di paruh kedua musim ini. Dari sempat berada di papan atas di awal musim, mereka finish di peringkat sembilan.

Isu itu kian berkembang setelah Eriksson dilaporkan mengadakan pertemuan dengan Benfica. Sebagian kalangan menilai mantan pelatih timnas Inggris itu ingin cepat cari selamat jika tak mampu menghindar dari palu pemecatan.

Sebenarnya Eriksson terlanjur dicintai fans City. Buktinya ia mendapat dukungan langsung dari publik City of Manchester Stadium minggu lalu, yang memperlihatkan banner-banner supaya dia dipertahankan.

Namun kekalahan 1-8 boleh jadi mengejutkan fans City. Asal tahu saja, itulah kekalahan dengan selisih gol terbesar di Premiership musim ini. City juga pernah kalah telak di paruh pertama musim ini, tepatnya ketika dicukur Chelsea 0-6 di bulan Oktober.

Tentu saja kekalahan tidak selalu kesalahan pelatih. Di Riverside Stadium, yang mana Shinawatra tidak hadir, City kalah sedemikian telaknya karena kapten Richard Dunne dikartu merah sejak menit ke-15.

"Kapanpun Anda kalah, pasti sulit rasanya. Tapi kalau seperti ini kalahnya, ini mengerikan," lirih Eriksson. "Kami bahkan tidak ada di lapangan. Tim ini benar-benar menghilang. Ini memalukan buat semua orang." ( a2s / din )
Banner
Komentar terkini (2 Komentar)

Baca juga: