Forum Sepakbola
- Ibukota Jakarta Akan Memi... hooligan_persija
- kapten2 yang berlaga di L... lelaki
- Dimanakah Kurniawan sekar... zoneromi
- Suporter dan Klub yang Di... naferyo
- Hot News... naferyo
- Apa sih enaknya nonton se... Jack.set
Berita Lain
- Sabtu, 30/08/2008 00:41 WIB
Piala Kemerdekaan
Bendol Pilih Tutup Mata - Sabtu, 30/08/2008 00:34 WIB
Piala Kemerdekaan
'WO Adalah Putusan LFF' - Sabtu, 30/08/2008 00:06 WIB
Piala Kemerdekaan
Gamal Adeen Ngaku Dipukul Pelatih Kiper Indonesia - Jumat, 29/08/2008 23:07 WIB
Piala Kemerdekaan
Libya Tolak Bermain Karena Pelatih Dipukul - Jumat, 29/08/2008 22:46 WIB
Piala Kemerdekaan
Libya WO, Indonesia A Juara - Rabu, 27/08/2008 23:22 WIB
Piala Kemerdekaan
Ponaryo Antar Indonesia A ke Final
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 21/05/2008 22:19 WIB
Allianz Cup
'Indonesia Kalah karena Terjebak Perangkap'
Kris Fathoni W - detiksport

(detiksport/Kris Fathoni)
Jakarta - Kekalahan telak 1-5 yang diderita tim nasional Indonesia atas klub raksasa Jerman Bayern Munich tidak terlalu mengecewakan pelatih Benny Dollo. Apalagi kekalahan itu dinilainya lebih karena Ponaryo Astaman cs termakan perangkap Munich.
Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (21/5/2008), Jan Schlaudraff tiga kali membobol gawang Indonesia yang dikawal Yandri Pitoy dan kemudian Markus Horison. Dua gol, masing-masing oleh Breno dan Toni Kroos, menggenapkan kemenangan Die Roten, sementara "Tim Merah Putih" hanya bisa membalas lewat gol tunggal Bambang Pamungkas.
Dengan kebobolan nyaris setengah lusin gol, Benny Dollo tetap menilai kalau timnya sudah bermain dengan relatif bagus, bahkan mampu menghadirkan peluang di depan gawang lawan. Kalaupun ada kekurangan, adalah kesalahan dari pemain Indonesia sendiri.
"Dari hasil memang kalah 1-5 tapi tak perlu disesali. Bambang Pamungkas punya tiga peluang, Heru Nerly satu peluang. Gol (Munich) yang tercipta juga tak istimewa. Kita terjebak perangkap, mereka menunggu kita membuat kesalahan lalu langsung menyerang keluar. Kita sendiri cukup memberikan perlawanan," tegas pelatih yang akrab disapa Bendol itu usai pertandingan.
Masalah stamina pemain sampai saat ini masih jadi problem buat pelatih yang sebelumnya menangani Persita Tangerang itu. Dalam pertandingan, aspek tersebut pun masih belum sesuai dengan keinginannya.
"Stamina memang belum puncak, tapi kita terjebak perangkap lawan. Di babak kedua ball possesion lebih bagus, tapi masalahnya itu, mereka tunggu kita bikin kesalahan," lugas dia.
( krs / roz )
Allianz Cup
'Indonesia Kalah karena Terjebak Perangkap'
Kris Fathoni W - detiksport
(detiksport/Kris Fathoni)
Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (21/5/2008), Jan Schlaudraff tiga kali membobol gawang Indonesia yang dikawal Yandri Pitoy dan kemudian Markus Horison. Dua gol, masing-masing oleh Breno dan Toni Kroos, menggenapkan kemenangan Die Roten, sementara "Tim Merah Putih" hanya bisa membalas lewat gol tunggal Bambang Pamungkas.
Dengan kebobolan nyaris setengah lusin gol, Benny Dollo tetap menilai kalau timnya sudah bermain dengan relatif bagus, bahkan mampu menghadirkan peluang di depan gawang lawan. Kalaupun ada kekurangan, adalah kesalahan dari pemain Indonesia sendiri.
"Dari hasil memang kalah 1-5 tapi tak perlu disesali. Bambang Pamungkas punya tiga peluang, Heru Nerly satu peluang. Gol (Munich) yang tercipta juga tak istimewa. Kita terjebak perangkap, mereka menunggu kita membuat kesalahan lalu langsung menyerang keluar. Kita sendiri cukup memberikan perlawanan," tegas pelatih yang akrab disapa Bendol itu usai pertandingan.
Masalah stamina pemain sampai saat ini masih jadi problem buat pelatih yang sebelumnya menangani Persita Tangerang itu. Dalam pertandingan, aspek tersebut pun masih belum sesuai dengan keinginannya.
"Stamina memang belum puncak, tapi kita terjebak perangkap lawan. Di babak kedua ball possesion lebih bagus, tapi masalahnya itu, mereka tunggu kita bikin kesalahan," lugas dia.
( krs / roz )
Komentar terkini (42 Komentar)

