Forum Sepakbola
- Siapakah juara pertengaha... galauman
- mourinho vs pers italia... jamily10
- Special Derby d'Italia te... GIOVINCO
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- .:--== Il Grande Rossoner... Inzagol
- Nerazzuri.. Internazional... PSM.Internazionale
Berita Lain
- Sabtu, 22/11/2008 12:58 WIB
'Inter 0, Juve 2' - Sabtu, 22/11/2008 03:49 WIB
Jelang Derby d'Italia
Adriano Kembali Perkuat Inter - Jumat, 21/11/2008 18:25 WIB
Jelang Derby d'Italia
Ketimbang Ibra, Gigi Riva Suka Amauri - Jumat, 21/11/2008 14:31 WIB
Jelang Liga Italia
Roma Mulai Menuju Ekstrimisme Berbeda? - Jumat, 21/11/2008 14:04 WIB
Jelang Derby d'Italia
Amauri: Mau Menang? Duetkan Saya dengan Alex - Jumat, 21/11/2008 11:45 WIB
Jelang Liga Italia
Awas Diseruduk Banteng, Milan!
Indeks Berita
Baca Juga
Minggu, 25/05/2008 16:45 WIB
Roma yang Kembali Menyandung Inter
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Tiziana Fabi
Jakarta - Musim lalu AS Roma menggagalkan ambisi Inter Milan untuk mengawinkan gelar Seri A dengan Coppa Italia. Pun begitu halnya dengan musim ini, karena Roma kembali jadi batu sandungan Inter.
Selama empat musim belakangan, laga puncak Coppa Italia selalu diisi oleh laga Nerazzuri kontra Giallorossi. Musim 2004/05 dan 2005/06 bisa dimenangi Inter, sementara Roma berjaya di dua musim terakhir --termasuk musim ini.
Musim lalu, Inter jadi jawara di Seri A setelah tampil sedemikian dominan sepanjang musim. Namun itu tak berlaku di final Coppa Italia. Dalam dua pertemuan --musim lalu masih menggunakan format dua leg-- Inter dihajar 2-6 di Olimpico dan hanya bisa menang 2-1 di Giuseppe Meazza.
Musim ini, Inter tak lagi sedominan musim lalu. Menjelang akhir musim Seri A, mereka terseok-seok, sehingga bisa ditempel Roma, kendati akhirnya tetap bisa jadi jawara. Di Coppa Italia, persaingan kedua tim kembali sengit di partai puncak, dengan Inter kian bernafsu melengkapi raihan di Italia, sekaligus membalas ketidakmampuan mereka di musim lalu.
Akan tetapi, lagi-lagi mereka harus kecewa karena kembali kandas dari timnya Luciano Spalletti. Dalam pertandingan format satu laga tersebut, Inter menyerah 1-2 walau sudah berusaha sekuat tenaga. Sesal jelas ada meski Scudetto yang telah ada di tangan pasti memberikan suatu hiburan.
"Kami memenangi Scudetto, yang merupakan hal terpenting. Sukses yang dicapai dengan pengorbanan dan usaha. Sayang sekali karena kami sangat ingin (juga) memenangi Coppa Italia dan Anda bisa lihat itu di lapangan," tutur gelandang Inter Dejan Stankovic seperti dilansir situs resmi Inter.
Dengan hasil ini, Roma dan Inter bak berbagi piala, yakni Coppa Italia jatuh ke tangan Daniele De Rossi cs, sementara Seri A dimiliki Stankovic cs. Sekadar tambahan, di awal musim Roma juga bisa menaklukkan Inter 1-0 untuk merebut Piala Super Italia.
"Kami memenangi Scudetto dan itu adalah tujuan utama kami. Mereka menang di Coppa Italia dan Piala Super, jadi mereka menunjukkan kalau mereka kuat di pertandingan satu leg. Tapi jangan lupa kalau di Olimpico pada paruh pertama musim ini kami menang dengan mencetak empat gol dan itu sangat signifikan," ungkit Christian Chivu yang mengawal lini belakang La Beneamata.
Hasil di musim ini sekaligus menunjukkan kalau belakangan ini Inter dan Roma selau terlibat persaingan ketat di Italia. Rivalitas serupa sangat mungkin kembali memanas musim depan, walau tim besar Italia lainnya seperti AC Milan dan Juventus tentu saja harus diwaspadai.
Apapun, Roma sudah jadi juara Coppa Itala dan Inter pun secara sportif mengakui kekalahan di ajang tersebut. "Roma menang dan layak memberi mereka pujian. Mereka menampilkan pertandingan yang bagus," tukas Patrick Vieira.
"Itu adalah pertarungan terbuka di antara dua tim terkuat musim ini dan itu adalah pertandingan yang bagus. Roma menang kali ini dan kami harus menerimanya. Kami lebih kuat di kejuaraan (Seri A) dan kami pantas mendapat titel juara Italia," sambung kiper Inter Francesco Toldo.
( krs / krs )
Roma yang Kembali Menyandung Inter
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Tiziana Fabi
Selama empat musim belakangan, laga puncak Coppa Italia selalu diisi oleh laga Nerazzuri kontra Giallorossi. Musim 2004/05 dan 2005/06 bisa dimenangi Inter, sementara Roma berjaya di dua musim terakhir --termasuk musim ini.
Musim lalu, Inter jadi jawara di Seri A setelah tampil sedemikian dominan sepanjang musim. Namun itu tak berlaku di final Coppa Italia. Dalam dua pertemuan --musim lalu masih menggunakan format dua leg-- Inter dihajar 2-6 di Olimpico dan hanya bisa menang 2-1 di Giuseppe Meazza.
Musim ini, Inter tak lagi sedominan musim lalu. Menjelang akhir musim Seri A, mereka terseok-seok, sehingga bisa ditempel Roma, kendati akhirnya tetap bisa jadi jawara. Di Coppa Italia, persaingan kedua tim kembali sengit di partai puncak, dengan Inter kian bernafsu melengkapi raihan di Italia, sekaligus membalas ketidakmampuan mereka di musim lalu.
Akan tetapi, lagi-lagi mereka harus kecewa karena kembali kandas dari timnya Luciano Spalletti. Dalam pertandingan format satu laga tersebut, Inter menyerah 1-2 walau sudah berusaha sekuat tenaga. Sesal jelas ada meski Scudetto yang telah ada di tangan pasti memberikan suatu hiburan.
"Kami memenangi Scudetto, yang merupakan hal terpenting. Sukses yang dicapai dengan pengorbanan dan usaha. Sayang sekali karena kami sangat ingin (juga) memenangi Coppa Italia dan Anda bisa lihat itu di lapangan," tutur gelandang Inter Dejan Stankovic seperti dilansir situs resmi Inter.
Dengan hasil ini, Roma dan Inter bak berbagi piala, yakni Coppa Italia jatuh ke tangan Daniele De Rossi cs, sementara Seri A dimiliki Stankovic cs. Sekadar tambahan, di awal musim Roma juga bisa menaklukkan Inter 1-0 untuk merebut Piala Super Italia.
"Kami memenangi Scudetto dan itu adalah tujuan utama kami. Mereka menang di Coppa Italia dan Piala Super, jadi mereka menunjukkan kalau mereka kuat di pertandingan satu leg. Tapi jangan lupa kalau di Olimpico pada paruh pertama musim ini kami menang dengan mencetak empat gol dan itu sangat signifikan," ungkit Christian Chivu yang mengawal lini belakang La Beneamata.
Hasil di musim ini sekaligus menunjukkan kalau belakangan ini Inter dan Roma selau terlibat persaingan ketat di Italia. Rivalitas serupa sangat mungkin kembali memanas musim depan, walau tim besar Italia lainnya seperti AC Milan dan Juventus tentu saja harus diwaspadai.
Apapun, Roma sudah jadi juara Coppa Itala dan Inter pun secara sportif mengakui kekalahan di ajang tersebut. "Roma menang dan layak memberi mereka pujian. Mereka menampilkan pertandingan yang bagus," tukas Patrick Vieira.
"Itu adalah pertarungan terbuka di antara dua tim terkuat musim ini dan itu adalah pertandingan yang bagus. Roma menang kali ini dan kami harus menerimanya. Kami lebih kuat di kejuaraan (Seri A) dan kami pantas mendapat titel juara Italia," sambung kiper Inter Francesco Toldo.
( krs / krs )
Komentar terkini (21 Komentar)
