- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Sabtu, 22/11/2008 05:55 WIB
Gol Zidan Tekuk Karlsruhe - Kamis, 20/11/2008 23:12 WIB
Jalan Donovan Kembali ke Eropa Terbuka - Selasa, 18/11/2008 19:05 WIB
Arshavin Kini Impikan Munich - Senin, 17/11/2008 02:04 WIB
Bremen Cetak Gol dan Tiga Poin Lagi - Minggu, 16/11/2008 03:55 WIB
Munich Tertahan, Leverkusen Nyaman di Puncak - Sabtu, 15/11/2008 05:05 WIB
Bochum Tahan Hannover 1-1
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 26/05/2008 02:10 WIB
Salam Perpisahan Pahit Sagnol untuk Hitzfeld
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Joerg Koch
Tignes - Ottmar Hitzfeld dipastikan akan meninggalkan Bayern Munich di dalam waktu dekat. Bukannya memberi salam perpisahan yang manis, Willy Sagnol malah memberi komentar sinis.
Hitzfeld meninggalkan Munich dengan jejak emas. Gelar ganda di Bundesliga dan Piala Jerman menjadi warisan terakhir der trainer sebelum dirinya hijrah untuk membesut timnas Swiss.
Kiprah Hitzfeld ini pastinya akan mendapat tempat istimewa bagi para pemain dan fans Munich. Tapi barangkali Sagnol harus dikecualikan dari mereka yang berterimakasih kepada Hitzfeld.
Sagnol memang sedikit bermasalah dengan Hitzfeld musim ini. Berposisi asli sebagai bek, pria 31 tahun ini malah acap dipasang sebagai gelandang oleh Hitzfeld -- sesuatu yang tidak disukai Sagnol.
Secara terbuka, Sagnol pernah mengungkapkan ketidaksukaannya dengan pilihan Hitzfeld. Hasilnya, pemain yang musim ini merumput sebanyak 14 kali ini malah sempat diparkir alias tidak dimainkan.
"Sekarang, semuanya sudah berakhir. Dia (Hitzfeld) sudah pergi. Setelah menangani klub besar, kini dia menangani sebuah skuad yang hebat," ujar Sagnol dengan nada sinis seperti dikutip Goal.
Sagnol tentu sedang menyindir. Swiss bukanlah sebuah tim yang dipandang sebagai tim kuat di Eropa. Bila bersama Munich Hitzfeld bergelimang gelar, hal yang sama pastinya akan sulit ia alami bareng Swiss.
"Semuanya baik-baik saja dengan Munich," pungkas Sagnol yang tengah menjalani pemusatan latihan bersama timnas Prancis di Tignes.
( arp / roz )
Salam Perpisahan Pahit Sagnol untuk Hitzfeld
Arya Perdhana - detiksport

AFP/Joerg Koch
Hitzfeld meninggalkan Munich dengan jejak emas. Gelar ganda di Bundesliga dan Piala Jerman menjadi warisan terakhir der trainer sebelum dirinya hijrah untuk membesut timnas Swiss.
Kiprah Hitzfeld ini pastinya akan mendapat tempat istimewa bagi para pemain dan fans Munich. Tapi barangkali Sagnol harus dikecualikan dari mereka yang berterimakasih kepada Hitzfeld.
Sagnol memang sedikit bermasalah dengan Hitzfeld musim ini. Berposisi asli sebagai bek, pria 31 tahun ini malah acap dipasang sebagai gelandang oleh Hitzfeld -- sesuatu yang tidak disukai Sagnol.
Secara terbuka, Sagnol pernah mengungkapkan ketidaksukaannya dengan pilihan Hitzfeld. Hasilnya, pemain yang musim ini merumput sebanyak 14 kali ini malah sempat diparkir alias tidak dimainkan.
"Sekarang, semuanya sudah berakhir. Dia (Hitzfeld) sudah pergi. Setelah menangani klub besar, kini dia menangani sebuah skuad yang hebat," ujar Sagnol dengan nada sinis seperti dikutip Goal.
Sagnol tentu sedang menyindir. Swiss bukanlah sebuah tim yang dipandang sebagai tim kuat di Eropa. Bila bersama Munich Hitzfeld bergelimang gelar, hal yang sama pastinya akan sulit ia alami bareng Swiss.
"Semuanya baik-baik saja dengan Munich," pungkas Sagnol yang tengah menjalani pemusatan latihan bersama timnas Prancis di Tignes.
( arp / roz )
Komentar terkini (1 Komentar)
