Forum Sepakbola
- Dimanakah Rasa Keadilan P... tafiaro
- PFC (Persiba Balikpapan F... fiyo
- Psir = Pssi ???... yesijahat
- Suporter dan Klub yang Di... naferyo
- Hot News... naferyo
- Hasil pertandingan ISL... lelaki
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 19:04 WIB
Grand Royal Challenge Cup
Indonesia Ditumbangkan Myanmar 1-2 - Rabu, 19/11/2008 19:20 WIB
Grand Royal Challenge
Markus Gemilang, Indonesia ke Final - Minggu, 16/11/2008 00:03 WIB
PSM-Persib Imbang di Makassar - Minggu, 16/11/2008 00:02 WIB
Fisik Jadi Perhatian Utama Pelatih Baru PKT - Minggu, 16/11/2008 00:00 WIB
Persiwa Tahan PKT 1-1 - Sabtu, 15/11/2008 22:34 WIB
Grand Royal Challenge
Indonesia Ditumbangkan Myanmar 1-2
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 11/06/2008 18:50 WIB
Liga Super Kian Tak Jelas
Lily Indriyani - detiksport

(detiksport/Zaenal Effendi)
Jakarta - Liga Super makin tak jelas. Alih-alih kian siap dengan persiapan menjelang kompetisi, kepastian jumlah peserta saja masih samar-samar.
Ketidakjelasan ini dikarenakan asosiasi sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut belum juga memberikan putusan apakah ada penambahan atau tidak jumlah klub yang nantinya ikut dalam Liga Super.
Hal ini terkait dengan gagal lolosnya Persiter Ternate dan Persmin Minahasa dalam verifikasi yang dilakukan oleh Badan Liga Sepakbola Indonesia (BLI). Dua klub tersebut gagal karena mereka tidak bisa memenuhi Manual K, sebagai syarat mutlak keikutsertaan di Liga Super.
"Harusnya sudah dari 21 Mei lalu diputuskan, tapi sampai saat ini belum juga diputuskan," ujar Direktur kompetisi BLI, Joko Driyono pada detikSport, saat ditemui dikantornya, Rabu (11/06/2008).
Hasil dari ditambah atau tidaknya peserta ini sangat mempengaruhi gelaran Liga Super. Yang mau tidak mau membuat BLI tak bisa menentukan jadwal pertandingan dan keseluruhan kegiatan terkait.
Selain menentukan jadwal, BLI nantinya harus melakukan berbagai persiapan lain. Mulai dari manajer meeting, workshop panpel, pertandingan persahabatan jelang Liga Super, sampai dengan promosi.
Tak ingin hanya menunggu, Joko mengaku pihaknya terus melakukan upaya intensif guna mendesak PSSI.
Meski kian mendekati pelaksanaan kick-off Liga Super, yang dijadwalkan dilakukan pada 12 Juli mendatang, BLI tetap menginginkan ajang kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut, tidak berubah jadwal.
"Jumat ini PSSI akan melakukan pertemuan. Mudah-mudahan saja bisa diputuskan saat itu juga. Yang jelas kita terus mengupayakan Liga Super sesuai jadwal," tutupnya.
( din / krs )
Liga Super Kian Tak Jelas
Lily Indriyani - detiksport

(detiksport/Zaenal Effendi)
Ketidakjelasan ini dikarenakan asosiasi sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut belum juga memberikan putusan apakah ada penambahan atau tidak jumlah klub yang nantinya ikut dalam Liga Super.
Hal ini terkait dengan gagal lolosnya Persiter Ternate dan Persmin Minahasa dalam verifikasi yang dilakukan oleh Badan Liga Sepakbola Indonesia (BLI). Dua klub tersebut gagal karena mereka tidak bisa memenuhi Manual K, sebagai syarat mutlak keikutsertaan di Liga Super.
"Harusnya sudah dari 21 Mei lalu diputuskan, tapi sampai saat ini belum juga diputuskan," ujar Direktur kompetisi BLI, Joko Driyono pada detikSport, saat ditemui dikantornya, Rabu (11/06/2008).
Hasil dari ditambah atau tidaknya peserta ini sangat mempengaruhi gelaran Liga Super. Yang mau tidak mau membuat BLI tak bisa menentukan jadwal pertandingan dan keseluruhan kegiatan terkait.
Selain menentukan jadwal, BLI nantinya harus melakukan berbagai persiapan lain. Mulai dari manajer meeting, workshop panpel, pertandingan persahabatan jelang Liga Super, sampai dengan promosi.
Tak ingin hanya menunggu, Joko mengaku pihaknya terus melakukan upaya intensif guna mendesak PSSI.
Meski kian mendekati pelaksanaan kick-off Liga Super, yang dijadwalkan dilakukan pada 12 Juli mendatang, BLI tetap menginginkan ajang kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut, tidak berubah jadwal.
"Jumat ini PSSI akan melakukan pertemuan. Mudah-mudahan saja bisa diputuskan saat itu juga. Yang jelas kita terus mengupayakan Liga Super sesuai jadwal," tutupnya.
( din / krs )
