Forum Sepakbola
- Dimanakah Rasa Keadilan P... tafiaro
- PFC (Persiba Balikpapan F... fiyo
- Psir = Pssi ???... yesijahat
- Suporter dan Klub yang Di... naferyo
- Hot News... naferyo
- Hasil pertandingan ISL... lelaki
Berita Lain
- Rabu, 19/11/2008 19:20 WIB
Grand Royal Challenge
Markus Gemilang, Indonesia ke Final - Minggu, 16/11/2008 00:03 WIB
PSM-Persib Imbang di Makassar - Minggu, 16/11/2008 00:02 WIB
Fisik Jadi Perhatian Utama Pelatih Baru PKT - Minggu, 16/11/2008 00:00 WIB
Persiwa Tahan PKT 1-1 - Sabtu, 15/11/2008 22:34 WIB
Grand Royal Challenge
Indonesia Ditumbangkan Myanmar 1-2 - Jumat, 14/11/2008 09:56 WIB
Situs PSSI Direcoki Cracker
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 06/08/2008 00:13 WIB
Revisi Tak Berkesudahan Statuta PSSI
Lily Indriyani - detiksport

Jakarta - Perdebatan menyoal kasus Pedoman Dasar PSSI hingga kini belum juga selesai. Masalah tersebut kini kembali muncul dengan akhir yang belum juga jelas.
Fakta ini muncul dalam konferensi pers yang membahas kelanjutan Pedoman Dasar alias Statuta, yang seharusnya berakhir pada Senin (04/08/2008) kemarin. Dalam temu wartawan tersebut, PSSI yang diwakili oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan masih perlu waktu.
"Terus terang kita tidak ingin memperlambat ini (pedoman dasar). Kita berpikir setiap revisi ini sudah sangat sempurna tapi ternyata yang mereka (FIFA) minta terlalu banyak," terang pria yang akrab disapa Kang Nug ini, Selasa (05/08/2008) sore.
Proses perubahan Statuta PSSI menjadi sesuai dengan standar FIFA terhitung sangat bertele-tele. Sejak pertama kali digulirkan, yakni pada awal Februari 2008 lalu, PSSI belum juga bisa menyelesaikan persoalan ini meski berkali-kali mendapat teguran soal batas waktu.
Kang Nug menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat tertanggal empat Agustus 2008 pada FIFA untuk selanjutnya dilakukan pembahasan dengan organisasi yang bermarkas di Zurich itu pada 18 Agustus mendatang. Yang mana isi surat itu, (lagi-lagi) kembali menyoal revisi yang seolah tak berkesudahan.
"Kita berharap pertemuan di Zurich nanti akan menjadi pertemuan terakhir. Jika saja FIFA meng approve statuta kita, maka selesai semua dan PSSI akan secepatnya membawa ini ke Munaslub," lanjutnya.
Untuk diketahui, organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia ini pagi tadi baru saja melakukan pertemuan dengan AFC di Malaysia. Selain Kang Nug, hadir dalam pertemuan tersebut adalah Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Bakrie, Komisi Disiplin PSSI Hinca Pandjaitan, serta Syarief Bastaman selaku Komisi Legal PSSI.
Sikap Tertutup
Sementara itu sikap tertutup diperlihatkan oleh Nugraha saat disinggung mengenai perubahan isi materi pasal-pasal yang sebelumnya menjadi perdebatan, layaknya pasal kriminal.
"Secara umum tidak ada masalah prinsipil dalam perubahan isi materi.. Soal kriminal juga sudah aman, tidak ada masalah," tukas pria berkacamata itu.
Bahkan ketika wartawan menanyakan kapan munaslub akan digelar jika keputusan final bisa didapat PSSI pada 18 Agustus mendatang ini, dirinya kekeuh tak memberikan jawaban gamblang.
"Ya nanti lah, kita lihat saja. Kalau memang FIFA menyetujui ini, nanti kita akan tawar-menawar lagi soal Munaslub," tandasnya. ( lin / din )
Revisi Tak Berkesudahan Statuta PSSI
Lily Indriyani - detiksport

Fakta ini muncul dalam konferensi pers yang membahas kelanjutan Pedoman Dasar alias Statuta, yang seharusnya berakhir pada Senin (04/08/2008) kemarin. Dalam temu wartawan tersebut, PSSI yang diwakili oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan masih perlu waktu.
"Terus terang kita tidak ingin memperlambat ini (pedoman dasar). Kita berpikir setiap revisi ini sudah sangat sempurna tapi ternyata yang mereka (FIFA) minta terlalu banyak," terang pria yang akrab disapa Kang Nug ini, Selasa (05/08/2008) sore.
Proses perubahan Statuta PSSI menjadi sesuai dengan standar FIFA terhitung sangat bertele-tele. Sejak pertama kali digulirkan, yakni pada awal Februari 2008 lalu, PSSI belum juga bisa menyelesaikan persoalan ini meski berkali-kali mendapat teguran soal batas waktu.
Kang Nug menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat tertanggal empat Agustus 2008 pada FIFA untuk selanjutnya dilakukan pembahasan dengan organisasi yang bermarkas di Zurich itu pada 18 Agustus mendatang. Yang mana isi surat itu, (lagi-lagi) kembali menyoal revisi yang seolah tak berkesudahan.
"Kita berharap pertemuan di Zurich nanti akan menjadi pertemuan terakhir. Jika saja FIFA meng approve statuta kita, maka selesai semua dan PSSI akan secepatnya membawa ini ke Munaslub," lanjutnya.
Untuk diketahui, organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia ini pagi tadi baru saja melakukan pertemuan dengan AFC di Malaysia. Selain Kang Nug, hadir dalam pertemuan tersebut adalah Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Bakrie, Komisi Disiplin PSSI Hinca Pandjaitan, serta Syarief Bastaman selaku Komisi Legal PSSI.
Sikap Tertutup
Sementara itu sikap tertutup diperlihatkan oleh Nugraha saat disinggung mengenai perubahan isi materi pasal-pasal yang sebelumnya menjadi perdebatan, layaknya pasal kriminal.
"Secara umum tidak ada masalah prinsipil dalam perubahan isi materi.. Soal kriminal juga sudah aman, tidak ada masalah," tukas pria berkacamata itu.
Bahkan ketika wartawan menanyakan kapan munaslub akan digelar jika keputusan final bisa didapat PSSI pada 18 Agustus mendatang ini, dirinya kekeuh tak memberikan jawaban gamblang.
"Ya nanti lah, kita lihat saja. Kalau memang FIFA menyetujui ini, nanti kita akan tawar-menawar lagi soal Munaslub," tandasnya. ( lin / din )
Komentar terkini (20 Komentar)
