Forum Sepakbola
- mourinho vs pers italia... jamily10
- Special Derby d'Italia te... GIOVINCO
- The Great Allesandrro ...... diazpiero
- .:=== Il Grande Rossoneri... zaiari
- .:--== Il Grande Rossoner... Inzagol
- Nerazzuri.. Internazional... PSM.Internazionale
Berita Lain
- Jumat, 21/11/2008 14:31 WIB
Jelang Liga Italia
Roma Mulai Menuju Ekstrimisme Berbeda? - Jumat, 21/11/2008 14:04 WIB
Jelang Derby d'Italia
Amauri: Mau Menang? Duetkan Saya dengan Alex - Jumat, 21/11/2008 11:45 WIB
Jelang Liga Italia
Awas Diseruduk Banteng, Milan! - Jumat, 21/11/2008 10:58 WIB
Liga Italia Pekan Ini
Dua Edisi Duel Milan-Turin - Jumat, 21/11/2008 07:30 WIB
Jelang Derby d'Italia
Iaquinta: Juve Selalu Unggul - Jumat, 21/11/2008 06:36 WIB
Stadion Baru Juve Manjakan Fans
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 06/08/2008 05:04 WIB
Italia Kecam Arogansi Mourinho
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport

Reuters/Alessandro Garofalo
Roma - Komentar pedas Jose Mourinho yang ditujukan pada Claudio Ranieri tak hanya menuai reaksi dari yang punya nama. Kalangan media Italia juga menilai pelatih Inter itu sedikit keterlaluan.
'Serangan' Mourinho kepada Ranieri kemarin adalah muara permasalahannya. Allenatore asal Portugal itu berpendapat Ranieri tak punya mental pemenang.
Usia Ranieri juga disinggung-singgung Mourinho. Dia berpendapat Ranieri sudah terlalu tua untuk bisa mengubah mental menjadi pelatih yang bisa membawa timnya menjadi juara.
Pendapat itulah yang dianggap kalangan media Italia sedikit keterlaluan. Mourinho dinilai "terlalu sombong, suka menyerang dan tak punya gaya".
"Tak enak sekali mendengar Mourinho menyerang Ranieri," ungkap kolumnis Corriere dello Sport Stefano Agresti dalam tulisannya di salah satu halaman surat kabar ternama Italia itu.
"Nada, cara dan isinya, semuanya mengerikan. Jarang sekali kami mendengar perkataan dan serangan verbal seperti itu dari seorang profesional tentang koleganya. Dan kita berada di Italia."
Apa yang membuat perkataan Mourinho begitu buruk, lanjut Agresti, adalah arogansi yang dibawanya dari pengalamannya melatih di Liga Primer Inggris. Arogansi semacam itu dinilai tidak cocok untuk Italia karena terasa lebih menyakitkan.
"Kita perjelas, tidak ada satupun dari kita (kalangan media) berbuat memalukan atau berusaha mensensor lelucon, terutama ketika Ranieri memulai serangan verbalnya beberapa waktu lalu. Tapi dalam debat, tak peduli bagaimanapun bencinya, semua orang tak boleh melupakan cara bersikap yang baik dan menghormati sesamanya. Mourinho bertindak berlebihan, menyerang langsung Ranieri dan norma-norma kepantasan yang ada," sambung Agresti dalam kritiknya.
Tak hanya mengkritik Mourinho, Agresti juga sedikit menyindir presiden Inter Massimo Morrati yang membiarkan Mourinho bersikap semaunya, termasuk mengeluarkan pernyataan kontroversial itu di saluran TV resmi Inter.
"Akan menjadi hal yang bagus bila seseorang dari pihak klub mengingatkan Mourinho, ada batasan antara kepribadian dan kesombongan. Moratti sendiri tidak biasa melakukan hal itu," ujar Agresti lagi.
Sepertinya perseteruan antara Mourinho dengan berbagai pihak, baik itu kalangan media maupun rekan seprofesi bakal berjalan panjang, mengingat kebiasaan Mourinho mengeluarkan pendapatnya dengan cukup vokal di media.
( ian / din )
Italia Kecam Arogansi Mourinho
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport

Reuters/Alessandro Garofalo
'Serangan' Mourinho kepada Ranieri kemarin adalah muara permasalahannya. Allenatore asal Portugal itu berpendapat Ranieri tak punya mental pemenang.
Usia Ranieri juga disinggung-singgung Mourinho. Dia berpendapat Ranieri sudah terlalu tua untuk bisa mengubah mental menjadi pelatih yang bisa membawa timnya menjadi juara.
Pendapat itulah yang dianggap kalangan media Italia sedikit keterlaluan. Mourinho dinilai "terlalu sombong, suka menyerang dan tak punya gaya".
"Tak enak sekali mendengar Mourinho menyerang Ranieri," ungkap kolumnis Corriere dello Sport Stefano Agresti dalam tulisannya di salah satu halaman surat kabar ternama Italia itu.
"Nada, cara dan isinya, semuanya mengerikan. Jarang sekali kami mendengar perkataan dan serangan verbal seperti itu dari seorang profesional tentang koleganya. Dan kita berada di Italia."
Apa yang membuat perkataan Mourinho begitu buruk, lanjut Agresti, adalah arogansi yang dibawanya dari pengalamannya melatih di Liga Primer Inggris. Arogansi semacam itu dinilai tidak cocok untuk Italia karena terasa lebih menyakitkan.
"Kita perjelas, tidak ada satupun dari kita (kalangan media) berbuat memalukan atau berusaha mensensor lelucon, terutama ketika Ranieri memulai serangan verbalnya beberapa waktu lalu. Tapi dalam debat, tak peduli bagaimanapun bencinya, semua orang tak boleh melupakan cara bersikap yang baik dan menghormati sesamanya. Mourinho bertindak berlebihan, menyerang langsung Ranieri dan norma-norma kepantasan yang ada," sambung Agresti dalam kritiknya.
Tak hanya mengkritik Mourinho, Agresti juga sedikit menyindir presiden Inter Massimo Morrati yang membiarkan Mourinho bersikap semaunya, termasuk mengeluarkan pernyataan kontroversial itu di saluran TV resmi Inter.
"Akan menjadi hal yang bagus bila seseorang dari pihak klub mengingatkan Mourinho, ada batasan antara kepribadian dan kesombongan. Moratti sendiri tidak biasa melakukan hal itu," ujar Agresti lagi.
Sepertinya perseteruan antara Mourinho dengan berbagai pihak, baik itu kalangan media maupun rekan seprofesi bakal berjalan panjang, mengingat kebiasaan Mourinho mengeluarkan pendapatnya dengan cukup vokal di media.
( ian / din )
Komentar terkini (43 Komentar)
