- Andai Jadi Midfielder Kel... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... otparpus
- For WInning Eleven Mania... fho
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Selasa, 25/11/2008 15:12 WIB
Ferdinand dan Cole Jadi Produser Film Gangster - Selasa, 25/11/2008 06:38 WIB
Ribery Jadi 'Pink Panther' - Senin, 24/11/2008 11:19 WIB
Dinho Bicara Romantisme, Seks, dan Anak - Rabu, 19/11/2008 05:01 WIB
Rumah Masa Kecil Beckham Ditawar Rp 18 M
Indeks Berita
Senin, 25/08/2008 01:51 WIB
Nyonya Sheva Pun Kembali Italiano
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(allpsg.com)
Jakarta - Dulu Kristen Pazik disebut-sebut sebagai figur yang mempengaruhi keputusan Andriy Shevchenko pindah ke Chelsea. Tapi kini istri pemain Ukraina itu harus kembali lagi ke Negeri Pizza.
Dua tahun lalu, saat Shevchenko memilih hijrah ke London, Kristen ditengarai ikut mendorong-dorong suaminya untuk meninggalkan Italia. Shevchenko kemudian membantah anggapan tersebut, walaupun bahasa memang menjadi salah satu faktornya.
"Istriku tidak ada hubungannya dengan ini. Kami memutuskannya bersama-sama demi yang terbaik untu keluarga kami," demikian terang Shevchenko waktu itu.
"Saya tidak bisa bicara bahasa Inggris, istriku tidak bisa bahasa Ukraina. Satu-satunya bahasa yang kami pakai saat ini ya bahasa Italia," sambungnya. "Satu-satunya cara untuk mengajarkan cinta kami pada anak-anak kami adalah bahasa Inggris."
Kristen Pazik adalah seorang wanita kelahiran Amerika Serikat yang berprofesi sebagai model. Karena Milan adalah salah satu pusat mode dunia, maka ia dipastikan tak asing dengan kota tempat Shevchenko waktu itu bermain. Wajar jika ia piawai pula berbahasa Italia.
Di Milan pula ia bertemu pesepakbola berusia 31 tahun itu, tepatnya dalam sebuah acara pesta. Pada Juli 2004 mereka pun meresmikan hubungan mereka dengan tali pernikahan dalam sebuah acara di Washington DC.
Kini, setelah Shevchenko kembali menjadi anggota Rossoneri, Kristen pun dipastikan bakal terbiasa lagi dengan lingkungan berbahasa Italia -- walaupun suaminya tentu saja sudah lebih fasih berbicara bahasa Inggris.
Lalu, apa komentar wanita berusia 30 tahun itu setelah ayah dari dua anaknya memutuskan balik ke Milan?
"Saya senang karena itulah Andriy," ujarnya kepada Gazzetta dello Sport, Minggu (24/8/2008). "Kalau dia merasa nyaman, tentram, saya dan anak-anak juga merasakan hal yang sama. Kami semua senang bisa pulang ke sini lagi."
( a2s / ian )
Nyonya Sheva Pun Kembali Italiano
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(allpsg.com)
Dua tahun lalu, saat Shevchenko memilih hijrah ke London, Kristen ditengarai ikut mendorong-dorong suaminya untuk meninggalkan Italia. Shevchenko kemudian membantah anggapan tersebut, walaupun bahasa memang menjadi salah satu faktornya.
"Istriku tidak ada hubungannya dengan ini. Kami memutuskannya bersama-sama demi yang terbaik untu keluarga kami," demikian terang Shevchenko waktu itu.
"Saya tidak bisa bicara bahasa Inggris, istriku tidak bisa bahasa Ukraina. Satu-satunya bahasa yang kami pakai saat ini ya bahasa Italia," sambungnya. "Satu-satunya cara untuk mengajarkan cinta kami pada anak-anak kami adalah bahasa Inggris."
Kristen Pazik adalah seorang wanita kelahiran Amerika Serikat yang berprofesi sebagai model. Karena Milan adalah salah satu pusat mode dunia, maka ia dipastikan tak asing dengan kota tempat Shevchenko waktu itu bermain. Wajar jika ia piawai pula berbahasa Italia.
Di Milan pula ia bertemu pesepakbola berusia 31 tahun itu, tepatnya dalam sebuah acara pesta. Pada Juli 2004 mereka pun meresmikan hubungan mereka dengan tali pernikahan dalam sebuah acara di Washington DC.
Kini, setelah Shevchenko kembali menjadi anggota Rossoneri, Kristen pun dipastikan bakal terbiasa lagi dengan lingkungan berbahasa Italia -- walaupun suaminya tentu saja sudah lebih fasih berbicara bahasa Inggris.
Lalu, apa komentar wanita berusia 30 tahun itu setelah ayah dari dua anaknya memutuskan balik ke Milan?
"Saya senang karena itulah Andriy," ujarnya kepada Gazzetta dello Sport, Minggu (24/8/2008). "Kalau dia merasa nyaman, tentram, saya dan anak-anak juga merasakan hal yang sama. Kami semua senang bisa pulang ke sini lagi."
( a2s / ian )
Komentar terkini (9 Komentar)
