Forum Sepakbola
- Beranda Liga Inggris [Pea... publica
- Arsenal V Liverpool Sunda... rooney2309
- Rp 95 Miliar... dragon88
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Kamis, 04/12/2008 03:55 WIB
Neville, Giggs dan Terry Bikin Gerrard Iri - Kamis, 04/12/2008 03:16 WIB
Pengalaman Jadi Kunci Juara, Liverpool Bisa? - Kamis, 04/12/2008 00:06 WIB
Rio Dulu Benci MU - Rabu, 03/12/2008 18:28 WIB
City Gagal Tawar Casillas - Rabu, 03/12/2008 16:10 WIB
Aksi Liverpool Mendukung Terdakwa Pembunuhan - Rabu, 03/12/2008 15:32 WIB
Cech Tak Peduli Spekulasi Transfer
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 27/08/2008 15:54 WIB
Spanyol Tujuan Vidic Selanjutnya
Doni Wahyudi - detiksport

Manchester - Nemanja Vidic tak ingin mengakhiri karirnya di Manchester United. Mengaku tak tahan dengan cuaca Inggris, dia pun berencana pindah ke Spanyol. Kapan?
Dengan statusnya sebagai salah satu pilar utama Manchester United di lini belakang, Vidic ternyata tak sepenuhnya bahagia tinggal di Inggris. Faktor cuaca menjadi kendala terbesar yang dihadapinya, yang kemudian membuat dia berpikir untuk pindah.
"Saya tak akan pernah tinggal di Inggris, itu bisa dipastikan. Anda hanya mendapat sedikit sinar matahari sebelum akhirnya tertutup mendung. Musim dinginnya tak terlalu ekstrim, tapi saat musim panas temperaturnya kadang lebih dari 20 derajat. Dan itu selalu hujan, hujan, hujan," keluh Vidic di Sportinglife.
Lalu ke mana bek Serbia itu ingin melanjutkan karirnya andai tak lagi memperkuat "Setan Merah"? Udara hangat Spanyol ternyata jadi pilihan bek tengah berusia 26 tahun itu.
"Di masa depan saya ingin menguji diri saya di liga lain. Saya memikirkan Spanyol. Setidaknya saya tak harus mengeluhkan soal cuaca," lanjut bek yang didatangkan Sir Alex Ferguson dari Spartak Moscow itu. "
Tapi masalah yang dialami Vidic bukan cuma cuaca. Pola hidup masyarakat Inggris yang dianggap terlalu serius juga dikeluhkannya, ujung-ujungnya dia tak punya waktu bersenang-senang.
"Bukan cuma cuaca yang membuat saya tidak bahagian di sini. Di Serbia dan Rusia orang-orangnya punya gaya hidup yang sama. Di Inggris benar-benar berbeda, di sini mereka tak punya waktu untuk menikmati hidup."
"Sepanjang minggu mereka bekerja sangat keras. Mereka cuma berbicara saat makan siang. Saat malam mereka pulang dan langsung menonton televisi, supaya bisa bangun cepat di hari selanjutnya. Satu-satunya waktu untuk bertemu teman hanya akhir pekan, padahal buat pesepakbola itu adalah waktu tersibuk kami," pungkas Vidic.
Jadi, kapan pindah ke Spanyol, Vidic? ( din / krs )
Spanyol Tujuan Vidic Selanjutnya
Doni Wahyudi - detiksport

Dengan statusnya sebagai salah satu pilar utama Manchester United di lini belakang, Vidic ternyata tak sepenuhnya bahagia tinggal di Inggris. Faktor cuaca menjadi kendala terbesar yang dihadapinya, yang kemudian membuat dia berpikir untuk pindah.
"Saya tak akan pernah tinggal di Inggris, itu bisa dipastikan. Anda hanya mendapat sedikit sinar matahari sebelum akhirnya tertutup mendung. Musim dinginnya tak terlalu ekstrim, tapi saat musim panas temperaturnya kadang lebih dari 20 derajat. Dan itu selalu hujan, hujan, hujan," keluh Vidic di Sportinglife.
Lalu ke mana bek Serbia itu ingin melanjutkan karirnya andai tak lagi memperkuat "Setan Merah"? Udara hangat Spanyol ternyata jadi pilihan bek tengah berusia 26 tahun itu.
"Di masa depan saya ingin menguji diri saya di liga lain. Saya memikirkan Spanyol. Setidaknya saya tak harus mengeluhkan soal cuaca," lanjut bek yang didatangkan Sir Alex Ferguson dari Spartak Moscow itu. "
Tapi masalah yang dialami Vidic bukan cuma cuaca. Pola hidup masyarakat Inggris yang dianggap terlalu serius juga dikeluhkannya, ujung-ujungnya dia tak punya waktu bersenang-senang.
"Bukan cuma cuaca yang membuat saya tidak bahagian di sini. Di Serbia dan Rusia orang-orangnya punya gaya hidup yang sama. Di Inggris benar-benar berbeda, di sini mereka tak punya waktu untuk menikmati hidup."
"Sepanjang minggu mereka bekerja sangat keras. Mereka cuma berbicara saat makan siang. Saat malam mereka pulang dan langsung menonton televisi, supaya bisa bangun cepat di hari selanjutnya. Satu-satunya waktu untuk bertemu teman hanya akhir pekan, padahal buat pesepakbola itu adalah waktu tersibuk kami," pungkas Vidic.
Jadi, kapan pindah ke Spanyol, Vidic? ( din / krs )
Komentar terkini (18 Komentar)
