Forum Sepakbola
- Psir Bebas... gagehrk
- Siapa Yang Pantas Ketua P... sijiae
- Gimana mencari 22 orang p... frenks
- Suporter dan Klub yang Di... naferyo
- Hot News... naferyo
- Hasil pertandingan ISL... lelaki
Berita Lain
- Kamis, 04/12/2008 00:27 WIB
Piala AFF
Misi Balas Dendam Dimulai - Kamis, 04/12/2008 00:25 WIB
Piala AFF
Soal Bonus, Pemain Masih Tutup Mulut - Kamis, 04/12/2008 00:20 WIB
Piala AFF
Timnas Siap Hadapi Siapapun - Rabu, 03/12/2008 23:20 WIB
Copa Dji Sam Soe
PSM Lelah Mental - Rabu, 03/12/2008 22:59 WIB
Copa Dji Sam Soe
PSM Disingkirkan Mitra Kukar - Selasa, 02/12/2008 20:40 WIB
Jelang Piala AFF
Tim Inti Indonesia Belum Terbentuk
Indeks Berita
Baca Juga
Rabu, 27/08/2008 18:22 WIB
Kasus Pemukulan Raja Isa
Komdis Jatuhkan Sanksi Berat
Rossi Finza Noor - detiksport

Jakarta - Sanksi berat dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI menyusul tindak kekerasan terhadap Raja Isa. Odniel Marauce yang melakukan aksi pemukulan dilarang berkecimpung di sepakbola Indonesia selama tiga tahun.
Insiden pemukukan terhadap Raja Isa (yang saat itu masih menjadi pelatih Persipura Jayapura) terjadi saat tim Mutiara Hitam menghadapi Persijap Jepara. Merasa tidak puas dengan penampilan Persipura, beberapa pengurus klub menyerang pelatih asal Malaysia itu, Marauce bahkan sempat melepaskan pukulan.
Kejadian tersebut sempat menimbulkan kekacauan kecil. Penonton yang kecewa dengan kelakuan pengurus klub akhirnya meluapkan emosi dengan melempar berbagai benda ke dalam lapangan.
Atas tindakan tersebut Komdis pun mengambil tindakan tegas. Pada Odniel Marauce, organisasi pimpinan Hinca Panjaitan pun menjatuhkan denda sebesar Rp 50 juta. Itu masih ditambah dengan larangan untuk terlibat dalam seluruh kegiatan sepakbola di Indonesia selama tiga tahun.
Komdis juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 20 juta pada panpel pertandingan karena dianggap tak bisa menjaga ketertiban jalannya pertandingan. Sementara MR kambu selaku Ketua Umum Persipura didenda Rp 25 juta.
"MR Kambu sudah mengakui kesalahannya. Dia mengaku saat itu turun ke lapangan karena dengar teriakan dari penonton. Sementara panpel harusnya melarang Kambu turun ke lapangan, padahal kalau ada masalah internal (klub) harusnya diselesaikan di ruang ganti," ungkap Hinca dalam keterangannya pada wartawan di sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Akibat insiden pemukulan tersebut hubungan Raja Isa dengan Persipura pun merenggang, sebelum dia akhirnya hijrah ke PSM Makassar beberapa hari lalu. ( din / krs )
Kasus Pemukulan Raja Isa
Komdis Jatuhkan Sanksi Berat
Rossi Finza Noor - detiksport

Insiden pemukukan terhadap Raja Isa (yang saat itu masih menjadi pelatih Persipura Jayapura) terjadi saat tim Mutiara Hitam menghadapi Persijap Jepara. Merasa tidak puas dengan penampilan Persipura, beberapa pengurus klub menyerang pelatih asal Malaysia itu, Marauce bahkan sempat melepaskan pukulan.
Kejadian tersebut sempat menimbulkan kekacauan kecil. Penonton yang kecewa dengan kelakuan pengurus klub akhirnya meluapkan emosi dengan melempar berbagai benda ke dalam lapangan.
Atas tindakan tersebut Komdis pun mengambil tindakan tegas. Pada Odniel Marauce, organisasi pimpinan Hinca Panjaitan pun menjatuhkan denda sebesar Rp 50 juta. Itu masih ditambah dengan larangan untuk terlibat dalam seluruh kegiatan sepakbola di Indonesia selama tiga tahun.
Komdis juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 20 juta pada panpel pertandingan karena dianggap tak bisa menjaga ketertiban jalannya pertandingan. Sementara MR kambu selaku Ketua Umum Persipura didenda Rp 25 juta.
"MR Kambu sudah mengakui kesalahannya. Dia mengaku saat itu turun ke lapangan karena dengar teriakan dari penonton. Sementara panpel harusnya melarang Kambu turun ke lapangan, padahal kalau ada masalah internal (klub) harusnya diselesaikan di ruang ganti," ungkap Hinca dalam keterangannya pada wartawan di sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Akibat insiden pemukulan tersebut hubungan Raja Isa dengan Persipura pun merenggang, sebelum dia akhirnya hijrah ke PSM Makassar beberapa hari lalu. ( din / krs )
Komentar terkini (21 Komentar)
