Forum Sepakbola
- Spurs & Harry Redknap... dasawidyantara
- Big Match Chelsea vs Arse... rooney2309
- Dominasi Inggris di liga ... olang_oleng
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Kamis, 20/11/2008 02:04 WIB
Bosan dan Kesepian, Skrtel Ingin Tinggalkan Liverpool - Kamis, 20/11/2008 01:30 WIB
Deco: Terry Paling Komplet - Rabu, 19/11/2008 23:32 WIB
Modric Absen Dua Pekan - Rabu, 19/11/2008 19:03 WIB
The Reds yang Ingin Mendekati Sempurna - Rabu, 19/11/2008 13:52 WIB
Frustasi, Benayoun Ancam Hengkang - Rabu, 19/11/2008 10:47 WIB
Pique 'Bongkar' Dapur MU
Indeks Berita
Baca Juga
Jumat, 29/08/2008 16:10 WIB
Satu Sesal Mourinho di Chelsea
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Yoshikazu Tsuno
Milan - Telah membawa sejumlah kesuksesan untuk Chelsea, Jose Mourinho yang kini melatih Inter Milan mengaku cinta klub London itu kendati juga tersisa secuil sesal.
Mourinho berpisah dengan Chelsea secara tiba-tiba pada bulan September 2007 setelah beberapa bulan sebelumnya mengantar klub tersebut meraih Piala FA pertamanya untuk "Si Biru".
Kepergian tersebut menyisakan sesal buat Mourinho. Dia berharap seandainya saja pergi lebih cepat, sesaat setelah jadi juara Piala FA.
"Kalau ada momen dalam karirku di mana aku menyesali sebuah keputusan, itu pastilah sehari setelah final Piala FA, saat agenku bilang 'klub X' menginginkanmu besok dan aku bilang tidak, aku suka di sini dan tak mau pergi, aku ingin tetap di sini," jelas Mourinho kepada Ford's FeelFootball yang dikutip Sky Sports, Jumat (29/8/2008).
"Itu adalah momen yang kusesali. Setelah hari itu, usai final, aku seharusnya meninggalkan Chelsea dan saya pun berkesempatan mengucap selamat tinggal kepada fans dan sepakbola Inggris, di Wembley. Jadi itulah momen yang kusesali karena musim berikutnya hanya bertahan beberapa bulan," kenang dia.
Mourinho boleh jadi menyesali ketidaktepatan dirinya mengambil keputusan. Namun pria asal Portugal itu sama sekali tidak merasakan penyesalan atas waktu-waktu yang telah dihabiskan di Stamford Bridge.
"Di Chelsea yang kupunya hanya punya teman dan tak ada masalah dengan siapapun, tapi jika aku ada di sana satu, dua, tiga, empat pekan lagi mungkin sekarang aku takkan bisa bilang begini. Aku cinta klub itu, aku ada dalam sejarah klub tersebut dan meninggalkan klub di saat yang tepat untuk merasa seperti ini dan mengatakannya dengan jujur."
"Jadi itu adalah waktu yang tepat untuk pergi. Tapi jelas, jika aku menyesali satu keputusan dalam karirku maka itu adalah keputusan tinggal di Chelsea tidak satu musim lagi, tinggal di Chelsea beberapa bulan lagi," tandas dia.
( krs / din )
Satu Sesal Mourinho di Chelsea
Kris Fathoni W - detiksport

AFP/Yoshikazu Tsuno
Mourinho berpisah dengan Chelsea secara tiba-tiba pada bulan September 2007 setelah beberapa bulan sebelumnya mengantar klub tersebut meraih Piala FA pertamanya untuk "Si Biru".
Kepergian tersebut menyisakan sesal buat Mourinho. Dia berharap seandainya saja pergi lebih cepat, sesaat setelah jadi juara Piala FA.
"Kalau ada momen dalam karirku di mana aku menyesali sebuah keputusan, itu pastilah sehari setelah final Piala FA, saat agenku bilang 'klub X' menginginkanmu besok dan aku bilang tidak, aku suka di sini dan tak mau pergi, aku ingin tetap di sini," jelas Mourinho kepada Ford's FeelFootball yang dikutip Sky Sports, Jumat (29/8/2008).
"Itu adalah momen yang kusesali. Setelah hari itu, usai final, aku seharusnya meninggalkan Chelsea dan saya pun berkesempatan mengucap selamat tinggal kepada fans dan sepakbola Inggris, di Wembley. Jadi itulah momen yang kusesali karena musim berikutnya hanya bertahan beberapa bulan," kenang dia.
Mourinho boleh jadi menyesali ketidaktepatan dirinya mengambil keputusan. Namun pria asal Portugal itu sama sekali tidak merasakan penyesalan atas waktu-waktu yang telah dihabiskan di Stamford Bridge.
"Di Chelsea yang kupunya hanya punya teman dan tak ada masalah dengan siapapun, tapi jika aku ada di sana satu, dua, tiga, empat pekan lagi mungkin sekarang aku takkan bisa bilang begini. Aku cinta klub itu, aku ada dalam sejarah klub tersebut dan meninggalkan klub di saat yang tepat untuk merasa seperti ini dan mengatakannya dengan jujur."
"Jadi itu adalah waktu yang tepat untuk pergi. Tapi jelas, jika aku menyesali satu keputusan dalam karirku maka itu adalah keputusan tinggal di Chelsea tidak satu musim lagi, tinggal di Chelsea beberapa bulan lagi," tandas dia.
( krs / din )
Komentar terkini (12 Komentar)
