Forum Sepakbola
- Psir Bebas... gagehrk
- Siapa Yang Pantas Ketua P... sijiae
- Gimana mencari 22 orang p... frenks
- Suporter dan Klub yang Di... naferyo
- Hot News... naferyo
- Hasil pertandingan ISL... lelaki
Berita Lain
- Kamis, 04/12/2008 00:27 WIB
Piala AFF
Misi Balas Dendam Dimulai - Kamis, 04/12/2008 00:25 WIB
Piala AFF
Soal Bonus, Pemain Masih Tutup Mulut - Kamis, 04/12/2008 00:20 WIB
Piala AFF
Timnas Siap Hadapi Siapapun - Rabu, 03/12/2008 23:20 WIB
Copa Dji Sam Soe
PSM Lelah Mental - Rabu, 03/12/2008 22:59 WIB
Copa Dji Sam Soe
PSM Disingkirkan Mitra Kukar - Selasa, 02/12/2008 20:40 WIB
Jelang Piala AFF
Tim Inti Indonesia Belum Terbentuk
Indeks Berita
Baca Juga
Jumat, 29/08/2008 23:07 WIB
Piala Kemerdekaan
Libya Tolak Bermain Karena Pelatih Dipukul
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport

Jakarta - Apa yang menjadi alasan timnas Libya menolak melanjutkan laga di paruh kedua sedikit demi sedikit mulai terkuak. Salah satunya adalah pemukulan yang dilakukan ofisial Indonesia kepada pelatih Gamal Adeen Nowara.
Dari berbagai sumber yang dikumpulkan detiksport, pemukulan itu terjadi saat kedua tim berjalan menuju ruang ganti saat jeda pertandingan. Sejauh ini belum diketahui siapa ofisial Indonesia yang melakukan aksi pemukulan itu.
Insiden ini berlangsung cepat, namun bisa langsung diminimalkan. Pihak keamanan juga langsung mensterilkan wilayah ruang ganti dari pihak lain.
Penolakan melanjutkan pertandingan pun dilayangkan kubu Libya karena tindakan tidak menyenangkan hal ini dan kegagalan panitia pertandingan memberikan jaminan keamanan.
Setelah pertandingan resmi tidak diteruskan dan Indonesia diberi kemenangan 3-0 karena keputusan WO Libya, upacara penyerahan medali pun dilangsungkan. Acara ini hanya diwakili oleh satu ofisial dari Libya untuk menerima hadiah.
Sementara kubu Indonesia, baik dari pemain hingga ofisial klub tampak bersuka cita dengan prestasi yang tidak didapat dengan cara yang membanggakan ini.
( ian / din )
Piala Kemerdekaan
Libya Tolak Bermain Karena Pelatih Dipukul
Mohammad Yanuar Firdaus - detiksport

Dari berbagai sumber yang dikumpulkan detiksport, pemukulan itu terjadi saat kedua tim berjalan menuju ruang ganti saat jeda pertandingan. Sejauh ini belum diketahui siapa ofisial Indonesia yang melakukan aksi pemukulan itu.
Insiden ini berlangsung cepat, namun bisa langsung diminimalkan. Pihak keamanan juga langsung mensterilkan wilayah ruang ganti dari pihak lain.
Penolakan melanjutkan pertandingan pun dilayangkan kubu Libya karena tindakan tidak menyenangkan hal ini dan kegagalan panitia pertandingan memberikan jaminan keamanan.
Setelah pertandingan resmi tidak diteruskan dan Indonesia diberi kemenangan 3-0 karena keputusan WO Libya, upacara penyerahan medali pun dilangsungkan. Acara ini hanya diwakili oleh satu ofisial dari Libya untuk menerima hadiah.
Sementara kubu Indonesia, baik dari pemain hingga ofisial klub tampak bersuka cita dengan prestasi yang tidak didapat dengan cara yang membanggakan ini.
( ian / din )
Komentar terkini (263 Komentar)
