- Andai Jadi Midfielder Kel... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... otparpus
- For WInning Eleven Mania... fho
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Selasa, 25/11/2008 15:12 WIB
Ferdinand dan Cole Jadi Produser Film Gangster - Selasa, 25/11/2008 06:38 WIB
Ribery Jadi 'Pink Panther' - Senin, 24/11/2008 11:19 WIB
Dinho Bicara Romantisme, Seks, dan Anak - Rabu, 19/11/2008 05:01 WIB
Rumah Masa Kecil Beckham Ditawar Rp 18 M
Indeks Berita
Rabu, 03/09/2008 13:42 WIB
Jadwal Padat, Nasri Tak Puasa
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Franck Fife
Paris - Sebagai umat muslim, menjalani puasa adalah kewajiban di bulan Ramadan. Kalau Samir Nasri kemudian tak menjalaninya itu dikarenakan jadwal padat kompetisi yang tengah dijalaninya.
Selama sebulan lamanya, umat Islam di seluruh dunia harus menahan hawa nafsu, emosi, termasuk makan dan minum. Ketika waktu maghrib tiba barulah berbuka puasa dilakukan, makan dan minum kembali diperbolehkan.
Namun, semua rutinitas bulan Ramadan itu tak dilakukan oleh Nasri. Gelandang Arsenal itu memang tak dengan sengaja melakukannya, melainkan lebih karena jadwal kompetisi sepakbola Eropa yang tengah padat-padatnya di musim panas memaksanya berbuat demikian.
Selain harus membela Arsenal di Premier League, ia juga masih harus bermain di Liga Champions dan membela Prancis di kualifikasi Piala Dunia 2010. Jadilah pemuda 21 tahun itu memilih untuk meninggalkan puasanya.
"Saya tak merayakan bulan Ramadan. Hal itu akan sangat sulit di tengah jadwal padat musim panas. Dan dengan jadwal pertandingan yang beriringan hal itu tak akan bagus untuk kebugaran tubuh," ujarnya seperti dilansir AFP. Meski besar di Prancis, orang tua Nasri berasal dari Aljazair, negara di mana mayoritas penduduknya beragama Islam.
Kini Nasri tengah menjajaki adaptasi dengan kehidupan barunya di Arsenal. Ia pun mengaku tak kesulitan karena mayoritas pemain The Gunners menggunakan bahasa Prancis di ruang ganti.
"Semuanya berjalan lancar. Suasananya membahagiakan saya: banyak anak muda dan semuanya berbahasa Prancis. Di kamar ganti bicara bahasa Inggris membuat bingung pemain asal Prancis, Swiss, Afrika, bahkan pelatih. Semua orang akhirnya ngobrol dengan bahasa Prancis!"
( roz / a2s )
Jadwal Padat, Nasri Tak Puasa
Rossi Finza Noor - detiksport

AFP/Franck Fife
Selama sebulan lamanya, umat Islam di seluruh dunia harus menahan hawa nafsu, emosi, termasuk makan dan minum. Ketika waktu maghrib tiba barulah berbuka puasa dilakukan, makan dan minum kembali diperbolehkan.
Namun, semua rutinitas bulan Ramadan itu tak dilakukan oleh Nasri. Gelandang Arsenal itu memang tak dengan sengaja melakukannya, melainkan lebih karena jadwal kompetisi sepakbola Eropa yang tengah padat-padatnya di musim panas memaksanya berbuat demikian.
Selain harus membela Arsenal di Premier League, ia juga masih harus bermain di Liga Champions dan membela Prancis di kualifikasi Piala Dunia 2010. Jadilah pemuda 21 tahun itu memilih untuk meninggalkan puasanya.
"Saya tak merayakan bulan Ramadan. Hal itu akan sangat sulit di tengah jadwal padat musim panas. Dan dengan jadwal pertandingan yang beriringan hal itu tak akan bagus untuk kebugaran tubuh," ujarnya seperti dilansir AFP. Meski besar di Prancis, orang tua Nasri berasal dari Aljazair, negara di mana mayoritas penduduknya beragama Islam.
Kini Nasri tengah menjajaki adaptasi dengan kehidupan barunya di Arsenal. Ia pun mengaku tak kesulitan karena mayoritas pemain The Gunners menggunakan bahasa Prancis di ruang ganti.
"Semuanya berjalan lancar. Suasananya membahagiakan saya: banyak anak muda dan semuanya berbahasa Prancis. Di kamar ganti bicara bahasa Inggris membuat bingung pemain asal Prancis, Swiss, Afrika, bahkan pelatih. Semua orang akhirnya ngobrol dengan bahasa Prancis!"
( roz / a2s )
Komentar terkini (32 Komentar)
