- messi or ronaldo???... antowae
- [ASK]fOOTBALL MANAGER 09... cumacumi
- All About Football Manage... GIOVINCO
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Kamis, 16/10/2008 11:08 WIB
Aquilani, Pilar Regenerasi Italia
Indeks Berita
Minggu, 07/09/2008 19:47 WIB
Di Natale Menanjak di Usia Tua
Lily Indriyani - detiksport

(Reuters/Yiorgos Karahalis)
Jakarta - Usianya tak lagi muda, sudah kepala tiga . Namun Antonio Di Natale terus berusaha membuktikan bahwa dirinya paling tidak pernah memiliki karir yang bagus bersama timnas Italia.
Kenyataannya, karir yang dikejar tersebut perlahan-lahan mulai didapatkan. Keberadaannya di skuad Azzurri mulai makin diperhitungkan. Di Natale makin sering dijadikan starter dalam satu setengah tahun terakhir.
Sebenarnya pria kelahiran 13 Oktober 1977 itu sudah mendapat kesempatan main di timnas Italia sejak 2002, saat tim masih ditangani Giovanni Trapattoni. Laga debut dilakoninya di akhir November tahun itu melawan Turki. Uniknya, momen itu diperoleh tiga bulan setelah ia bermain di Seri A (bersama Empoli).
Akan tetapi kiprah Di Natale masih sekadar numpang lewat. Ia tidak sering lagi dipanggil, termasuk untuk mengikuti dua turnamen besar setelah itu, yakni Euro 2004 dan Piala Dunia 2006.
Baru mulai 2007 Di Natale lebih akrab dengan pemanggilan timnas. Penampilannya yang konsisten bersama Udinese sepertinya menjadi langkah penting bagi karir internasionalnya. Ia pun sering dilibatkan dalam upaya Italia meraih satu tiket ke Austria-Swiss.
Pelatih Roberto Donadoni senang menjadikannya pemain reguler. Ia dinilai memiliki gaya bermain mirip dengan Alessandro del Piero. Bisa dipasang sebagai penyerang tengah, penyerang lubang, atau forward yang bergerak dari sayap.
Sayangnya Di Natale tidak bersinar di putaran final Piala Eropa. Ia tampil buruk saat melawan Belanda dan kemudian di-drop di bangku cadangan. Kesempatan kedua diberikan Donadoni buat dia di perempatfinal melawan Spanyol. Ia gagal mencetak gol dalam drama adu penalti. Italia tersisih.
Setelah Donadoni didepak, Di Natale masih mendapat kepercayaan oleh pelatih Marcello Lippi. Dan ia membalas kepercayaan itu dengan mencetak dua gol penting dalam laga pertama Italia di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 tadi malam, Sabtu (6/9/2008).
Di Natale sedikit menyelamatkan muka Italia yang bermain kepayahan melawan tim gurem Siprus. Entah apa jadinya kalau di masa injury time ia tidak ada di waktu dan tempat yang tepat untuk mencetak gol kemenangan timnya. Berkat dia Italia menang tipis 2-1.
"Marcello Lippi memberi saya rasa percaya diri dan saya akan terus berusaha untuk memberikan kontribusi bagi tim nasional," ujar Di Natale tentang aksi heroiknya itu.
Total sudah sembilan gol ia ukir dari 22 caps yang dimiliki. Itu berarti ia mampu mencetak satu gol dalam setiap tiga pertandingan. Dalam tiga musim terakhir bersama Udinese ia mengemas 45 gol di Seri A.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan, kans Di Natale untuk mengikuti Piala Dunia 2010 terbuka lebar -- jika Italia lolos ke putaran final. Kalau tujuan itu dapat dicapai, berarti ia bisa lebih puas dengan karir internasional, karena bagaimanapun Di Natale agak terlambat memasukinya. Tapi, tidak ada kata terlambat, bukan?
( lin / a2s )
Di Natale Menanjak di Usia Tua
Lily Indriyani - detiksport

(Reuters/Yiorgos Karahalis)
Kenyataannya, karir yang dikejar tersebut perlahan-lahan mulai didapatkan. Keberadaannya di skuad Azzurri mulai makin diperhitungkan. Di Natale makin sering dijadikan starter dalam satu setengah tahun terakhir.
Sebenarnya pria kelahiran 13 Oktober 1977 itu sudah mendapat kesempatan main di timnas Italia sejak 2002, saat tim masih ditangani Giovanni Trapattoni. Laga debut dilakoninya di akhir November tahun itu melawan Turki. Uniknya, momen itu diperoleh tiga bulan setelah ia bermain di Seri A (bersama Empoli).
Akan tetapi kiprah Di Natale masih sekadar numpang lewat. Ia tidak sering lagi dipanggil, termasuk untuk mengikuti dua turnamen besar setelah itu, yakni Euro 2004 dan Piala Dunia 2006.
Baru mulai 2007 Di Natale lebih akrab dengan pemanggilan timnas. Penampilannya yang konsisten bersama Udinese sepertinya menjadi langkah penting bagi karir internasionalnya. Ia pun sering dilibatkan dalam upaya Italia meraih satu tiket ke Austria-Swiss.
Pelatih Roberto Donadoni senang menjadikannya pemain reguler. Ia dinilai memiliki gaya bermain mirip dengan Alessandro del Piero. Bisa dipasang sebagai penyerang tengah, penyerang lubang, atau forward yang bergerak dari sayap.
Sayangnya Di Natale tidak bersinar di putaran final Piala Eropa. Ia tampil buruk saat melawan Belanda dan kemudian di-drop di bangku cadangan. Kesempatan kedua diberikan Donadoni buat dia di perempatfinal melawan Spanyol. Ia gagal mencetak gol dalam drama adu penalti. Italia tersisih.
Setelah Donadoni didepak, Di Natale masih mendapat kepercayaan oleh pelatih Marcello Lippi. Dan ia membalas kepercayaan itu dengan mencetak dua gol penting dalam laga pertama Italia di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 tadi malam, Sabtu (6/9/2008).
Di Natale sedikit menyelamatkan muka Italia yang bermain kepayahan melawan tim gurem Siprus. Entah apa jadinya kalau di masa injury time ia tidak ada di waktu dan tempat yang tepat untuk mencetak gol kemenangan timnya. Berkat dia Italia menang tipis 2-1.
"Marcello Lippi memberi saya rasa percaya diri dan saya akan terus berusaha untuk memberikan kontribusi bagi tim nasional," ujar Di Natale tentang aksi heroiknya itu.
Total sudah sembilan gol ia ukir dari 22 caps yang dimiliki. Itu berarti ia mampu mencetak satu gol dalam setiap tiga pertandingan. Dalam tiga musim terakhir bersama Udinese ia mengemas 45 gol di Seri A.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan, kans Di Natale untuk mengikuti Piala Dunia 2010 terbuka lebar -- jika Italia lolos ke putaran final. Kalau tujuan itu dapat dicapai, berarti ia bisa lebih puas dengan karir internasional, karena bagaimanapun Di Natale agak terlambat memasukinya. Tapi, tidak ada kata terlambat, bukan?
( lin / a2s )
