- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Minggu, 23/11/2008 01:45 WIB
Hoffenheim Memimpin, Munich Menang - Sabtu, 22/11/2008 05:55 WIB
Gol Zidan Tekuk Karlsruhe - Kamis, 20/11/2008 23:12 WIB
Jalan Donovan Kembali ke Eropa Terbuka - Selasa, 18/11/2008 19:05 WIB
Arshavin Kini Impikan Munich - Senin, 17/11/2008 02:04 WIB
Bremen Cetak Gol dan Tiga Poin Lagi - Minggu, 16/11/2008 03:55 WIB
Munich Tertahan, Leverkusen Nyaman di Puncak
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 08/09/2008 12:00 WIB
Menunggu Podolski Berjaya di Bavaria
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Oliver Lang)
Jakarta - Bos-bos di Bayern Munich mungkin akan mengevaluasi lagi keberadaan Lukas Podolski di klub tersebut. Menjadikan striker muda itu sebagai super sub sepertinya mubazir besar.
Podolski seperti menjawab semua kritikan petinggi Bayern saat membela timnas Jerman di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 di Liechtenstein hari Sabtu (6/9/2008) lalu. Dari kemenangan 6-0 Der Panzer, ia mencetak dua gol.
Asal tahu saja, Podolsi memiliki statistik yang luar biasa di level internasional. Dari 56 caps ia telah mencetak 30 gol. Itu berarti hampir di tiap dua pertandingan ia mampu menjebol gawang lawan.
Masalahnya, Bayern sedang tidak melihat data melainkan proses. Pemain berusia 23 tahun itu masih saja dianggap belum optimal bekerja di Allianz Arena, sehingga statusnya masih merupakan pelapis duet Miroslav Klose dan Luca Toni.
General Manager Uli Hoeness adalah yang paling sering "mengomeli" Podolski. Pemuda yang dibeli dari FC Cologne itu dianggap doyan mengeluh, padahal performanya bersama Hollywood FC dinilai belum optimal -- tidak seperti jika ia bermain di timnas.
Tak kunjung dijadikan pemain reguler membuat Podolski mulai patah arang, sampai-sampai dalam wawancaranya dengan Bild ia menyatakan menyesal bergabung ke Bavaria.
Jika Bayern terlalu sayang untuk membongkar duet 'KLONI' di lini depan, barangkali pelatih Juergen Klinsmann bisa memasang Podolski ke sayap kiri, sebagaimana ia memainkan peran itu dengan bagus di timnas Jerman, termasuk di Piala Eropa 2008.
Jika tidak ada solusi buat Podolski, jangan heran jika banyak klub top akan menggoda pemain tersebut supaya pindah. Real Madrid, yang memang kekurangan satu penyerang setelah ditinggalkan Robinho, konon sedang menabung untuk membeli Podolski pada bursa transfer musim dingin.
Sementara itu tidak ada komentar yang tidak memuji Podolski dari skuad Jerman. "Lukas adalah pengecualian buat kami. Dia menyuguhkan dasar kesuksesan untuk kami. Jika dia bermain dari dalam, dia sangat sulit dihentikan tim manapun," tukas pelatih Joachim Loew.
"Dia akan menerobos Bayern dengan baik apabila bisa terus bermain seperti itu," timpal Bastian Schweinsteiger merujuk pada penampilan rekan setimnya itu di Liechtenstein. ( a2s / din )
Menunggu Podolski Berjaya di Bavaria
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Oliver Lang)
Foto Terkait
Podolski seperti menjawab semua kritikan petinggi Bayern saat membela timnas Jerman di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 di Liechtenstein hari Sabtu (6/9/2008) lalu. Dari kemenangan 6-0 Der Panzer, ia mencetak dua gol.
Asal tahu saja, Podolsi memiliki statistik yang luar biasa di level internasional. Dari 56 caps ia telah mencetak 30 gol. Itu berarti hampir di tiap dua pertandingan ia mampu menjebol gawang lawan.
Masalahnya, Bayern sedang tidak melihat data melainkan proses. Pemain berusia 23 tahun itu masih saja dianggap belum optimal bekerja di Allianz Arena, sehingga statusnya masih merupakan pelapis duet Miroslav Klose dan Luca Toni.
General Manager Uli Hoeness adalah yang paling sering "mengomeli" Podolski. Pemuda yang dibeli dari FC Cologne itu dianggap doyan mengeluh, padahal performanya bersama Hollywood FC dinilai belum optimal -- tidak seperti jika ia bermain di timnas.
Tak kunjung dijadikan pemain reguler membuat Podolski mulai patah arang, sampai-sampai dalam wawancaranya dengan Bild ia menyatakan menyesal bergabung ke Bavaria.
Jika Bayern terlalu sayang untuk membongkar duet 'KLONI' di lini depan, barangkali pelatih Juergen Klinsmann bisa memasang Podolski ke sayap kiri, sebagaimana ia memainkan peran itu dengan bagus di timnas Jerman, termasuk di Piala Eropa 2008.
Jika tidak ada solusi buat Podolski, jangan heran jika banyak klub top akan menggoda pemain tersebut supaya pindah. Real Madrid, yang memang kekurangan satu penyerang setelah ditinggalkan Robinho, konon sedang menabung untuk membeli Podolski pada bursa transfer musim dingin.
Sementara itu tidak ada komentar yang tidak memuji Podolski dari skuad Jerman. "Lukas adalah pengecualian buat kami. Dia menyuguhkan dasar kesuksesan untuk kami. Jika dia bermain dari dalam, dia sangat sulit dihentikan tim manapun," tukas pelatih Joachim Loew.
"Dia akan menerobos Bayern dengan baik apabila bisa terus bermain seperti itu," timpal Bastian Schweinsteiger merujuk pada penampilan rekan setimnya itu di Liechtenstein. ( a2s / din )
Komentar terkini (3 Komentar)
