- Pengendali lapangan tenga... olang_oleng
- Andai Jadi Bek Kelas Duni... pentol_joker
- Siapa Lawan Paling Ditak... antowae
- EPL vs Serie A vs La Liga... bajingan111
- Mana Yg Terbaik???... tua_bangka
- All About Football Manage... ce_soccerholics
Berita Lain
- Minggu, 23/11/2008 01:45 WIB
Hoffenheim Memimpin, Munich Menang - Sabtu, 22/11/2008 05:55 WIB
Gol Zidan Tekuk Karlsruhe - Kamis, 20/11/2008 23:12 WIB
Jalan Donovan Kembali ke Eropa Terbuka - Selasa, 18/11/2008 19:05 WIB
Arshavin Kini Impikan Munich - Senin, 17/11/2008 02:04 WIB
Bremen Cetak Gol dan Tiga Poin Lagi - Minggu, 16/11/2008 03:55 WIB
Munich Tertahan, Leverkusen Nyaman di Puncak
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 06/10/2008 05:15 WIB
Tak Bisa Tidur, Karir Klinsmann Diuji
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Lennart Preiss)
Munich - Dua tahun lalu semua orang Jerman memuji-muji dan berterima kasih kepada Juergen Klinsmann. Kini, sebagian orang bahkan sudah berani "mengusirnya" dari tempatnya berada saat ini.
Klinsmann dipandang bak pahlawan ketika membawa Jerman ke semifinal Piala Dunia 2006 di kandang sendiri. Walaupun tidak masuk final, tapi publik merasa puas dan terhibur atas permainan indah dan stabil yang disuguhkan Michael Ballack dkk waktu itu.
Setelah memutuskan mundur dari Der Panzer pasca turnamen akbar tersebut, Klinsmann sering masuk bursa pelatih tim-tim top seperti Chelsea dan Tottenham Hotspur, sampai timnas Amerika Serikat. Itu menandakan ia berhasil membangun reputasi bagus dalam waktu relatif tak lama.
Maka ketika Bayern Munich berhasil menggaet pria asal Stuttgart itu ke Allianz Arena, fans Hollywood FC pun antusias. Mereka yakin Klinsmann akan bisa meneruskan peninggalan Ottmar Hitzfeld, yang musim lalu mempersembahkan titel Bundesliga, namun memilih melanjutkan karirnya di level internasional, dengan menukangi timnas Swiss.
Tapi apa yang terjadi? Bayern tertatih-tatih di tangan Klinsmann. Kalah dari Borussia Dortmund di Piala Super Jerman, mereka hanya bermain seri di dua laga pertama kompetisi domestik. Setelah menang di dua partai berikutnya, mendung tebal mulai mendatangi Klinsmann dan pasukannya.
Mereka dipermalukan sedemikian rupa di pekan kelima, saat dipecundangi Werder Bremen 2-5 di kandang sendiri. Setelah itu Bayern kembali kalah dari Hannover 96, lalu akhir pekan lalu hanya bermain 3-3 saat menjamu Bochum.
Dalam laga terakhir tersebut, beberapa fans bahkan dilaporkan mulai menyuarakan kemarahannya. "Klinsmann, pergi kau!" Begitu teriak mereka, sebagaimana dilaporkan media-media massa setempat.
Bagaimana pembelaan Klinsmann? "Menyakitkan juga sih," katanya. "Tapi reaksi dari fans bisa dimengerti apabila mereka tak memperoleh hasil yang diinginkan."
Dalam wawancaranya dengan situs Bayern, Klinsmann mengatakan bahwa tim berutang pada suporter berupa sebuah perbaikan besar setelah jeda internasional minggu ini.
"Kami akan menidentifikasi segala kesalahan, dan para pemain harus pula menerima setiap kritikan," tukasnya.
Klinsmann cenderung lebih menyalahkan anak-anak buahnya atas kegagalan mendulang kemenangan dari Bochum. Ia bahkan mengaku cukup marah karena timnya berbuat ceroboh sehingga kemenangan menjadi buyar.
"Saya tak bisa tidur malam itu. Ini menyakitkan, tapi saya seorang pejuang alami. Saya tahu di mana letak setiap masalah," tegas Klinsmann.
( a2s / krs )
Tak Bisa Tidur, Karir Klinsmann Diuji
Andi Abdullah Sururi - detiksport

(AFP/Lennart Preiss)
Klinsmann dipandang bak pahlawan ketika membawa Jerman ke semifinal Piala Dunia 2006 di kandang sendiri. Walaupun tidak masuk final, tapi publik merasa puas dan terhibur atas permainan indah dan stabil yang disuguhkan Michael Ballack dkk waktu itu.
Setelah memutuskan mundur dari Der Panzer pasca turnamen akbar tersebut, Klinsmann sering masuk bursa pelatih tim-tim top seperti Chelsea dan Tottenham Hotspur, sampai timnas Amerika Serikat. Itu menandakan ia berhasil membangun reputasi bagus dalam waktu relatif tak lama.
Maka ketika Bayern Munich berhasil menggaet pria asal Stuttgart itu ke Allianz Arena, fans Hollywood FC pun antusias. Mereka yakin Klinsmann akan bisa meneruskan peninggalan Ottmar Hitzfeld, yang musim lalu mempersembahkan titel Bundesliga, namun memilih melanjutkan karirnya di level internasional, dengan menukangi timnas Swiss.
Tapi apa yang terjadi? Bayern tertatih-tatih di tangan Klinsmann. Kalah dari Borussia Dortmund di Piala Super Jerman, mereka hanya bermain seri di dua laga pertama kompetisi domestik. Setelah menang di dua partai berikutnya, mendung tebal mulai mendatangi Klinsmann dan pasukannya.
Mereka dipermalukan sedemikian rupa di pekan kelima, saat dipecundangi Werder Bremen 2-5 di kandang sendiri. Setelah itu Bayern kembali kalah dari Hannover 96, lalu akhir pekan lalu hanya bermain 3-3 saat menjamu Bochum.
Dalam laga terakhir tersebut, beberapa fans bahkan dilaporkan mulai menyuarakan kemarahannya. "Klinsmann, pergi kau!" Begitu teriak mereka, sebagaimana dilaporkan media-media massa setempat.
Bagaimana pembelaan Klinsmann? "Menyakitkan juga sih," katanya. "Tapi reaksi dari fans bisa dimengerti apabila mereka tak memperoleh hasil yang diinginkan."
Dalam wawancaranya dengan situs Bayern, Klinsmann mengatakan bahwa tim berutang pada suporter berupa sebuah perbaikan besar setelah jeda internasional minggu ini.
"Kami akan menidentifikasi segala kesalahan, dan para pemain harus pula menerima setiap kritikan," tukasnya.
Klinsmann cenderung lebih menyalahkan anak-anak buahnya atas kegagalan mendulang kemenangan dari Bochum. Ia bahkan mengaku cukup marah karena timnya berbuat ceroboh sehingga kemenangan menjadi buyar.
"Saya tak bisa tidur malam itu. Ini menyakitkan, tapi saya seorang pejuang alami. Saya tahu di mana letak setiap masalah," tegas Klinsmann.
( a2s / krs )
