Forum Sepakbola
- Nonton Liga Inggris Grati... success
- Nonton Liga Inggris Grati... soccergirl
- ###Kopdar Akbar Linggis##... YNWA
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Minggu, 23/11/2008 19:00 WIB
MU Mungkin 'Pulangkan' Rossi - Minggu, 23/11/2008 17:13 WIB
Wenger: Posisi Gallas Aman - Minggu, 23/11/2008 14:15 WIB
Cedera, Ronaldo Absen di Liga Champions - Minggu, 23/11/2008 11:59 WIB
Dahaga The Citizens Berakhir - Minggu, 23/11/2008 07:30 WIB
Newcastle Bikin Scolari Frustasi - Minggu, 23/11/2008 06:39 WIB
Benitez: Kami Kecewa!
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 06/10/2008 09:59 WIB
Spurs yang Seperti Kapal Titanic
Doni Wahyudi - detiksport

Reuters
Jakarta - Tak pernah menang dalam tujuh pertandingan Tottenham Hotspur tenggelam ke dasar klasemen. Mereka pun mengalami start terburuk sejak 1912, tahun di mana Titanic karam.
Pada 15 April 1912 Kapal Titanic tenggelam setelah menabrak gunung es yang menyebabkan 1.517 tewas. Kapal yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dan termewah di dunia saat itu tenggelam di pelayaran perdananya.
Mungkin terlalu jauh untuk membandingkan Titanic dengan Tottenham Hotspurs musim ini. Yang pasti media Inggris menyebut kalau Spurs kini tenggelam lebih cepat dari Kapal Titanic, yang dikabarkan butuh waktu dua jam dan 45 menit untuk tenggelam setelah benturan. Apalagi tak menang dalam tujuh pertandingan di awal musim merupakan rekor terburuk The Lilywhites sejak tahun 1912.
Sebagai sebuah klub, Spurs mungkin tak semewah Titanic, namun proses tenggelam yang tengah mereka alami kini terhitung mengherankan. Ditinggal Dimitar Berbatov dan Robbie Keane mungkin bisa jadi salah satu alasan, namun White Hart Lane kedatangan pemain lain yang tak kalah mumpuni semisal Giovani dos Santos dan Roman Pavlyuchenko, jangan lupakan keberadaan Juande Ramos di belakang layar.
Semalam penderitaan Ledley King cs bertambah saat menelan kekalahan kelimanya, kekalahan yang diderita di kandang sendiri atas klub promosi Hull City. Hasil yang seharusnya membuat Bos Daniel Levy mempertimbangkan opsi untuk mencari pengganti pelatih asal Spanyol itu.
"Kau akan dipecat pada pagi hari," demikian teriakan sebagaian fans Spurs dalam pertandingan semalam. Seruan yang sepertinya tak akan diacuhkan oleh pelatih 54 tahun itu yang justru menyatakan dirinya akan bertahan.
"Ini profesi saya, pekerjaan saya. Itu akan tetap sama saat kami menang ataupun kalah," seru Ramos seperti diberitakan TheSun.
Sejauh ini statistik Spurs membuat miris. Selain menelan lima kekalahan dan cuma bisa dua kali imbang, jumlah gol yang mereka lesakkan baru berjumlah empat, sementara 10 kali gawang mereka kebobolan. Jadilah Spurs sebagai tim dengan produktivitas terburuk selepas pekan keenam ini.
"Pemain sudah beruaha dengan keras dan menunjukkan sikap yang bagus dan inilah yang harus dilakukan untuk mengubah situasi. Pertandingan terbaik kami hingga kini adalah saat menghadapi Chelsea (imbang 1-1), yang lain sulit untuk dijelaskan," lanjut dia.
Makin membuat Spurs merana adalah cedera yang dialami Pavlyuchenko yang memasksanya meninggalkan lapangan di menit 35. Meski begitu Ramos masih sangat yakin kalau kondisi buruk yang kini membelit timnya akan segera berakhir.
"Semua orang harus menerima tanggung jawab untuk semua keputusan yang diambil klub, baik ataupun buruk. Dan ini adalah keputusan klub. Saya tidak suka situasi seperti ini tapi saya yakin kami bisa mengubah kondisi ini," pungkas Ramos percaya diri.
Nasib Ramos ternyata juga jadi perhatian pelatih Hull City, Phil Brown. Dia bahkan menyebut kalau yang bisa menyelamatkan Spurs dan mengeluarkan mereka dari kondisi seperti sekarang ini adalah pemain mereka sendiri.
"Saya bersimpati dengan Juande Ramos, tapi harus ada pemenang dan pecundang. Saat kemenangan berhasil diraih, isu pemecatan akan hilang. Hanya pemain yang bisa mengeluarkan mereka dari masalah ini," sahut Brown. ( din / roz )
Spurs yang Seperti Kapal Titanic
Doni Wahyudi - detiksport

Reuters
Pada 15 April 1912 Kapal Titanic tenggelam setelah menabrak gunung es yang menyebabkan 1.517 tewas. Kapal yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dan termewah di dunia saat itu tenggelam di pelayaran perdananya.
Mungkin terlalu jauh untuk membandingkan Titanic dengan Tottenham Hotspurs musim ini. Yang pasti media Inggris menyebut kalau Spurs kini tenggelam lebih cepat dari Kapal Titanic, yang dikabarkan butuh waktu dua jam dan 45 menit untuk tenggelam setelah benturan. Apalagi tak menang dalam tujuh pertandingan di awal musim merupakan rekor terburuk The Lilywhites sejak tahun 1912.
Sebagai sebuah klub, Spurs mungkin tak semewah Titanic, namun proses tenggelam yang tengah mereka alami kini terhitung mengherankan. Ditinggal Dimitar Berbatov dan Robbie Keane mungkin bisa jadi salah satu alasan, namun White Hart Lane kedatangan pemain lain yang tak kalah mumpuni semisal Giovani dos Santos dan Roman Pavlyuchenko, jangan lupakan keberadaan Juande Ramos di belakang layar.
Semalam penderitaan Ledley King cs bertambah saat menelan kekalahan kelimanya, kekalahan yang diderita di kandang sendiri atas klub promosi Hull City. Hasil yang seharusnya membuat Bos Daniel Levy mempertimbangkan opsi untuk mencari pengganti pelatih asal Spanyol itu.
"Kau akan dipecat pada pagi hari," demikian teriakan sebagaian fans Spurs dalam pertandingan semalam. Seruan yang sepertinya tak akan diacuhkan oleh pelatih 54 tahun itu yang justru menyatakan dirinya akan bertahan.
"Ini profesi saya, pekerjaan saya. Itu akan tetap sama saat kami menang ataupun kalah," seru Ramos seperti diberitakan TheSun.
Sejauh ini statistik Spurs membuat miris. Selain menelan lima kekalahan dan cuma bisa dua kali imbang, jumlah gol yang mereka lesakkan baru berjumlah empat, sementara 10 kali gawang mereka kebobolan. Jadilah Spurs sebagai tim dengan produktivitas terburuk selepas pekan keenam ini.
"Pemain sudah beruaha dengan keras dan menunjukkan sikap yang bagus dan inilah yang harus dilakukan untuk mengubah situasi. Pertandingan terbaik kami hingga kini adalah saat menghadapi Chelsea (imbang 1-1), yang lain sulit untuk dijelaskan," lanjut dia.
Makin membuat Spurs merana adalah cedera yang dialami Pavlyuchenko yang memasksanya meninggalkan lapangan di menit 35. Meski begitu Ramos masih sangat yakin kalau kondisi buruk yang kini membelit timnya akan segera berakhir.
"Semua orang harus menerima tanggung jawab untuk semua keputusan yang diambil klub, baik ataupun buruk. Dan ini adalah keputusan klub. Saya tidak suka situasi seperti ini tapi saya yakin kami bisa mengubah kondisi ini," pungkas Ramos percaya diri.
Nasib Ramos ternyata juga jadi perhatian pelatih Hull City, Phil Brown. Dia bahkan menyebut kalau yang bisa menyelamatkan Spurs dan mengeluarkan mereka dari kondisi seperti sekarang ini adalah pemain mereka sendiri.
"Saya bersimpati dengan Juande Ramos, tapi harus ada pemenang dan pecundang. Saat kemenangan berhasil diraih, isu pemecatan akan hilang. Hanya pemain yang bisa mengeluarkan mereka dari masalah ini," sahut Brown. ( din / roz )
Komentar terkini (9 Komentar)
