Forum Sepakbola
- Pilih Messi atau Kun Ague... shanhushie_nakamura
- Belakang Madrid Keropos... dasawidyantara
- Klasemen Liga Spanyol <... radd
- MADRID vs BARCELONA WAR Z... boixos
- Quiz All About Liga Spany... ceb0ngs
- WAGS La Liga... myshowbiz
Berita Lain
- Minggu, 23/11/2008 13:48 WIB
Higuain Cedera Juga - Minggu, 23/11/2008 06:13 WIB
Madrid Dekati Barca - Sabtu, 22/11/2008 00:35 WIB
Schuster Tak Berniat Mundur - Jumat, 21/11/2008 12:07 WIB
Liga Spanyol Pekan Ini
Saatnya Bangkit, El Real - Jumat, 21/11/2008 03:17 WIB
Zarate Juga Jadi Target Madrid - Jumat, 21/11/2008 00:07 WIB
Diincar Madrid, Milito Tetap Kalem
Indeks Berita
Baca Juga
Selasa, 07/10/2008 16:17 WIB
Ballon d'or Tak Ada di Kepala Xavi
Doni Wahyudi - detiksport

AFP
Barcelona - Menjadi pemain terbaik Piala Eropa dan tampil konsisten di pekan perdana Liga Spanyol. Meski punya penampilan di atas rata-rata, Xavi Hernandes sama sekali tak berpikir soal Ballon d'or.
Sukses Spanyol merengkuh status juara Piala Eropa tak bisa dilepaskan dari peran Xavi yang mengomandani lini tengah Tim Matador. Karena peran krusialnya itulah dia kemudian dipilih sebagai pemain terbaik Euro 2008.
Performa apik gelandang 28 tahun itu berlajut di kompetisi reguler. Meski penampilan Barca masih angin-anginan namun Xavi hampir selalu tampil konsisten, kemenangan telak Barca atas Atletico Madrid adalah salah satu bukti penampilan impresifnya.
Dengan apa yang sudah ditunjukkannya, mungkin saja Xavi masuk kandidat pemain yang akan mendapat anugrah pemain terbaik Ballon d'or. Namun pesepak bola bernama lengkap Xavier Hernandez Creus itu memilih merendah dengan mengatakan kalau dirinya sama sekali tak berpikir soal status pemain terbaik pemberian Majalah France Football itu.
"Jujur saja saya tidak berpikir sama sekali soal Golden Ball. Bukan karena kerendahan hati, tapi lebih karena tipe permainan saya," ungkap Xavi di sela-sela penganugrahan Marca sebagaimana diberitakan harian olahraga Spanyol tersebut.
Disebut Xavi kemudian, dia bukan jenis pemain dengan kemampuan individu yang luar biasa. Kalau kemudian dirinya terpilih jadi yang terbaik di Austria-Swiss lalu, itu lebih dikarenakan peran besar yang diberikan rekan-rekannya yang lain.
"Saya tipe pemain kolektif yang bergantung pada tim dan pemain di sekitar saya. Tanpa rekan-rekan setim, saya bukan siapa-siapa. Dan saya akan terus bergantung pada rekan-rekan saya karena itu adalah gaya saya, kalau saya meraih sukses maka itu karena tim saya," lanjut pemilik 65 caps untuk tim Spanyol itu.
Berbicara peluang merebut Ballon d'or, kesempatan Xavi memang tak bisa dibilang besar. Selain Cristiano Ronaldo yang jadi kandidat kuat, dia jug masih harus bersaing dengan Lionel Messi.
"Penghargaan seperti ini lebih diberikan pada pesepakbola seperti Cristiano Ronaldo atau Messi, pemain yang punya skill individu yang hebat dan bisa mendatangkan kemenangan," pungkas Xavi. ( din / ian )
Ballon d'or Tak Ada di Kepala Xavi
Doni Wahyudi - detiksport

AFP
Sukses Spanyol merengkuh status juara Piala Eropa tak bisa dilepaskan dari peran Xavi yang mengomandani lini tengah Tim Matador. Karena peran krusialnya itulah dia kemudian dipilih sebagai pemain terbaik Euro 2008.
Performa apik gelandang 28 tahun itu berlajut di kompetisi reguler. Meski penampilan Barca masih angin-anginan namun Xavi hampir selalu tampil konsisten, kemenangan telak Barca atas Atletico Madrid adalah salah satu bukti penampilan impresifnya.
Dengan apa yang sudah ditunjukkannya, mungkin saja Xavi masuk kandidat pemain yang akan mendapat anugrah pemain terbaik Ballon d'or. Namun pesepak bola bernama lengkap Xavier Hernandez Creus itu memilih merendah dengan mengatakan kalau dirinya sama sekali tak berpikir soal status pemain terbaik pemberian Majalah France Football itu.
"Jujur saja saya tidak berpikir sama sekali soal Golden Ball. Bukan karena kerendahan hati, tapi lebih karena tipe permainan saya," ungkap Xavi di sela-sela penganugrahan Marca sebagaimana diberitakan harian olahraga Spanyol tersebut.
Disebut Xavi kemudian, dia bukan jenis pemain dengan kemampuan individu yang luar biasa. Kalau kemudian dirinya terpilih jadi yang terbaik di Austria-Swiss lalu, itu lebih dikarenakan peran besar yang diberikan rekan-rekannya yang lain.
"Saya tipe pemain kolektif yang bergantung pada tim dan pemain di sekitar saya. Tanpa rekan-rekan setim, saya bukan siapa-siapa. Dan saya akan terus bergantung pada rekan-rekan saya karena itu adalah gaya saya, kalau saya meraih sukses maka itu karena tim saya," lanjut pemilik 65 caps untuk tim Spanyol itu.
Berbicara peluang merebut Ballon d'or, kesempatan Xavi memang tak bisa dibilang besar. Selain Cristiano Ronaldo yang jadi kandidat kuat, dia jug masih harus bersaing dengan Lionel Messi.
"Penghargaan seperti ini lebih diberikan pada pesepakbola seperti Cristiano Ronaldo atau Messi, pemain yang punya skill individu yang hebat dan bisa mendatangkan kemenangan," pungkas Xavi. ( din / ian )
Komentar terkini (9 Komentar)
