Forum detikSport
- Indonesia 'Spesial' di A1... Pejaten
- The Race Of Champions... Phoenix_2003
- F1 Car 2009 - keep update... Pole
- [Social Thread] Beranda-n... F3RGi3
- Mclaren Mercedes fans..... emblazon
- Prediksi 1... Pole
Berita Lain
- Sabtu, 22/11/2008 17:11 WIB
Pembalap Red Bull Cedera Serius - Jumat, 21/11/2008 15:43 WIB
Rossi: Aku Bisa Jadi Pembalap F1 yang Oke - Jumat, 21/11/2008 05:14 WIB
'Loeb Cukup Cepat untuk F1' - Kamis, 20/11/2008 05:20 WIB
Tes F1 di Barcelona
Vettel Kembali Memimpin di Hari Terakhir - Kamis, 20/11/2008 02:47 WIB
De La Rosa Tak Bikin Sutil Terancam - Rabu, 19/11/2008 16:21 WIB
Buruknya Mobil BMW di Mata Test Driver
Indeks Berita
Rabu, 08/10/2008 02:25 WIB
Jelang GP Jepang
Ferrari Kembali ke Lollipop Man
Kris Fathoni W - detiksport

REUTERS
Maranello - Tak mau lagi mengalami kekacauan persinyalan lampu pitstop seperti di GP Singapura, Ferrari menanggalkan sistem itu. Mereka kembali ke cara yang lebih tradisional dengan lollipop man yang akan digunakan di tiga seri terakhir.
Felipe Massa kehilangan kesempatan mendulang hasil bagus di Singapura setelah petugas persinyalan lampu pitstop Ferrari melakukan kesalahan dan menyalakan lampu hijau ketika selang bahan bakar belum terlepas dari mobil.
Sistem sinyal lampu tersebut biasanya bekerja otomatis ketika selang tercabut, tapi Autosport menyebut bahwa di Singapura sistem tersebut bekerja secara manual. Di pitstop kedua Ferrari pun akhirnya kembali memakai sistem lama dengan lollipop man.
Problem serupa sebelumnya pernah terjadi di pitstop Ferrari. Di Valencia, Kimi Raikkonen juga melarikan mobilnya ketika selang masih terpasang. Bedanya, saat itu kesalahan ditimpakan kepada Raikkonen karena lampu hijau memang belum menyala.
Usai GP Singapura Ferrari langsung mengkaji ulang sistem persinyalan lampunya dan akhirnya memutuskan kembali ke lollipop man, kendati menilai bahwa sebenarnya sistem lampu biasanya lebih efektif di pitstop.
"Tapi kami akan kembali ke sistem lama dengan lolipop karena kami sadar bahwa tim harus tenang," tegas Team Principal Ferrari Stefano Domenicali kepada Sky Italia yang dikutip F1 Live.
Kehilangan poin penting di tiga seri terakhir akibat berulangnya kesalahan di pitstop memang sama sekali bukan pilihan Ferrari. Terlebih lagi kubu "Kuda Jingkrak" kini tertinggal dari McLaren di klasemen pembalap maupun konstruktor.
"Pada saat seperti ini dan dengan semua tekanan yang ada, semua orang yang ikut serta dalam panasnya persaingan akan lebih baik jika bekerja dengan stres sesedikit mungkin."
"Saya yakin kami punya modal tepat untuk memenangi tiga balapan sisa. Takkan mudah, tapi itu jelas tidak mustahil," pungkas Domenicali.
( krs / a2s )
Jelang GP Jepang
Ferrari Kembali ke Lollipop Man
Kris Fathoni W - detiksport

REUTERS
Felipe Massa kehilangan kesempatan mendulang hasil bagus di Singapura setelah petugas persinyalan lampu pitstop Ferrari melakukan kesalahan dan menyalakan lampu hijau ketika selang bahan bakar belum terlepas dari mobil.
Sistem sinyal lampu tersebut biasanya bekerja otomatis ketika selang tercabut, tapi Autosport menyebut bahwa di Singapura sistem tersebut bekerja secara manual. Di pitstop kedua Ferrari pun akhirnya kembali memakai sistem lama dengan lollipop man.
Problem serupa sebelumnya pernah terjadi di pitstop Ferrari. Di Valencia, Kimi Raikkonen juga melarikan mobilnya ketika selang masih terpasang. Bedanya, saat itu kesalahan ditimpakan kepada Raikkonen karena lampu hijau memang belum menyala.
Usai GP Singapura Ferrari langsung mengkaji ulang sistem persinyalan lampunya dan akhirnya memutuskan kembali ke lollipop man, kendati menilai bahwa sebenarnya sistem lampu biasanya lebih efektif di pitstop.
"Tapi kami akan kembali ke sistem lama dengan lolipop karena kami sadar bahwa tim harus tenang," tegas Team Principal Ferrari Stefano Domenicali kepada Sky Italia yang dikutip F1 Live.
Kehilangan poin penting di tiga seri terakhir akibat berulangnya kesalahan di pitstop memang sama sekali bukan pilihan Ferrari. Terlebih lagi kubu "Kuda Jingkrak" kini tertinggal dari McLaren di klasemen pembalap maupun konstruktor.
"Pada saat seperti ini dan dengan semua tekanan yang ada, semua orang yang ikut serta dalam panasnya persaingan akan lebih baik jika bekerja dengan stres sesedikit mungkin."
"Saya yakin kami punya modal tepat untuk memenangi tiga balapan sisa. Takkan mudah, tapi itu jelas tidak mustahil," pungkas Domenicali.
( krs / a2s )
Komentar terkini (4 Komentar)
