Forum Sepakbola
- Nonton Liga Inggris Grati... success
- Nonton Liga Inggris Grati... soccergirl
- ###Kopdar Akbar Linggis##... YNWA
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Minggu, 23/11/2008 22:27 WIB
Spurs Tekuk 10 Pemain Blackburn - Minggu, 23/11/2008 19:00 WIB
MU Mungkin 'Pulangkan' Rossi - Minggu, 23/11/2008 17:13 WIB
Wenger: Posisi Gallas Aman - Minggu, 23/11/2008 14:15 WIB
Cedera, Ronaldo Absen di Liga Champions - Minggu, 23/11/2008 11:59 WIB
Dahaga The Citizens Berakhir - Minggu, 23/11/2008 07:30 WIB
Newcastle Bikin Scolari Frustasi
Indeks Berita
Baca Juga
Senin, 13/10/2008 07:16 WIB
Inspirasi Franco Baresi buat Rafa Benitez
Kris Fathoni W - detiksport

Liverpool - Lini bertahan Liverpool adalah salah satu yang terbaik di Inggris, terbukti dengan hat-trick penghargaan Sarung Tangan Emas buat Jose "Pepe" Reina. Legenda AC Milan, Franco Baresi, disebut memberikan pengaruh.
Semenjak musim 2005-06, Reina selalu mencatat clean sheet terbanyak di Liga Primer. Itu yang membuatnya diganjar Golden Glove selama tiga musim beruntun.
Penghargaan tersebut tentu saja bukan semata karena ketangguhan Reina di bawah mistar semata. Lini bertahan "Si Merah" juga punya kontribusi tak kalah besar dalam menahan laju serangan lawan yang berpotensi menyarangkan bola.
Sinergi kesemua aspek di lapangan itu akhirnya bermuara kepada kemampuan Rafael Benitez, sang manajer "Si Merah" sejak tahun 2004 lalu, dalam meracik lini belakang yang tak mudah ditembus.
"Rafa sudah membawa pertahanan ke tingkat selanjutnya. Dia masuk ke dalam tiap rincian, segala hal kecil seperti posisi badan, bagaimana bereaksi ketika lawan menggunakan formasi berbeda," puji bek tengah Liverpool Jamie Carragher kepada situs resmi Liverpool.
Betapa rincinya Benitez mengurusi soal pertahanan sangat mungkin terinspirasi oleh Baresi, bintang Milan periode 1977-1997 yang dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Permainan Baresi bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti bahkan dinilai sebagai salah satu kuartet bertahan terbaik dalam sejarah sepakbola.
"Pada dasarnya dia (Benitez) mengopi (ketangguhan) Franco Baresi dari AC Milan," ungkap Carragher.
Pemain bertahan yang setia membela Liverpool sejak tahun 1996 tersebut juga menuturkan betapa Benitez bukan hanya lihai dalam mengurusi pertahanan, tapi juga skema permainan secara menyeluruh.
"Dia (Benitez) bisa lima kali mengubah sistem dalam satu pertandingan. Pada pertandingan perdana Robbie Keane, dia (Keane) akhirnya bermain di sayap kiri karena Rafa melihat sesuatu tentang Lazio yang membuatnya ingin menaruh tiga orang di tengah, padahal itu hanya sekadar partai persahabatan," tandas Carragher. ( krs / arp )
Inspirasi Franco Baresi buat Rafa Benitez
Kris Fathoni W - detiksport

Semenjak musim 2005-06, Reina selalu mencatat clean sheet terbanyak di Liga Primer. Itu yang membuatnya diganjar Golden Glove selama tiga musim beruntun.
Penghargaan tersebut tentu saja bukan semata karena ketangguhan Reina di bawah mistar semata. Lini bertahan "Si Merah" juga punya kontribusi tak kalah besar dalam menahan laju serangan lawan yang berpotensi menyarangkan bola.
Sinergi kesemua aspek di lapangan itu akhirnya bermuara kepada kemampuan Rafael Benitez, sang manajer "Si Merah" sejak tahun 2004 lalu, dalam meracik lini belakang yang tak mudah ditembus.
"Rafa sudah membawa pertahanan ke tingkat selanjutnya. Dia masuk ke dalam tiap rincian, segala hal kecil seperti posisi badan, bagaimana bereaksi ketika lawan menggunakan formasi berbeda," puji bek tengah Liverpool Jamie Carragher kepada situs resmi Liverpool.
Betapa rincinya Benitez mengurusi soal pertahanan sangat mungkin terinspirasi oleh Baresi, bintang Milan periode 1977-1997 yang dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Permainan Baresi bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti bahkan dinilai sebagai salah satu kuartet bertahan terbaik dalam sejarah sepakbola.
"Pada dasarnya dia (Benitez) mengopi (ketangguhan) Franco Baresi dari AC Milan," ungkap Carragher.
Pemain bertahan yang setia membela Liverpool sejak tahun 1996 tersebut juga menuturkan betapa Benitez bukan hanya lihai dalam mengurusi pertahanan, tapi juga skema permainan secara menyeluruh.
"Dia (Benitez) bisa lima kali mengubah sistem dalam satu pertandingan. Pada pertandingan perdana Robbie Keane, dia (Keane) akhirnya bermain di sayap kiri karena Rafa melihat sesuatu tentang Lazio yang membuatnya ingin menaruh tiga orang di tengah, padahal itu hanya sekadar partai persahabatan," tandas Carragher. ( krs / arp )
Komentar terkini (10 Komentar)
