Forum Sepakbola
- [PESAN]sampaikan pesan bu... thos_blanco
- Theatre of Dreams 2008-20... pangeran007
- ARSENAL Jersey 08/09 Grat... joe3428
- All About Liverpool part ... YNWA
- The New Social Thread... publica
- All About Manchester Unit... pangeran007
Berita Lain
- Kamis, 08/01/2009 16:34 WIB
Deco: Saya Bukan Boneka Scolari - Kamis, 08/01/2009 13:56 WIB
Hughes: Tidak Suka? Silakan Temui Saya - Kamis, 08/01/2009 12:24 WIB
Terry Sesalkan Kepergian Bridge - Kamis, 08/01/2009 11:51 WIB
Rafa: Liverpool yang Lebih Baik di 2009 - Kamis, 08/01/2009 11:05 WIB
Liga Inggris Pekan Ini
Awal Krusial MU dan Chelsea - Kamis, 08/01/2009 05:55 WIB
Fergie: Untung Cuma 0-1
Indeks Berita
Baca Juga
Kamis, 04/12/2008 23:20 WIB
Sunderland: Sepakbola Memang Lucu
Kris Fathoni W - detiksport

Quinn & Keane dulu (AFP/Paul Ellis)
Sunderland - Roy Keane membawa Sunderland promosi sekaligus juara divisi Championship musim 2006-07. Semusim setelahnya di Liga Primer, dia sukses menyelamatkan 'Kucing Hitam' dari degradasi. Tapi di zona maut itulah Keane kini meninggalkan Sunderland. Biar begitu, kepergiannya tetap disayangkan.
Keane memulai karir manajerialnya tahun 2006 di Sunderland dengan memesona. Eks kapten Manchester United tersebut sukses membawa klub itu mengokohkan posisi di puncak klasemen divisi Championship berkat laga tak terkalahkan sepanjang 17 laga.
Di akhir musim, Sunderland pun promosi ke Liga Primer, dengan bonus titel juara divisi satu. Keane disanjung.
Pada musim 2007-08, perjalanan Keane dan Sunderland di Liga Primer mungkin tak terlalu mengesankan. Tapi manajer berusia 37 tahun itu tetap berhasil mengamankan Sunderland di posisi 15 dengan 39 poin. Sunderland selamat dari degradasi, Keane kembali jadi pahlawan.
Sampai akhirnya pada 4 Desember 2008, di mana dia mundur setelah Sunderland hanya bisa mengais 15 poin dari 15 partai. Sunderland ditinggalkan Keane di urutan 18, posisi teratas zona degradasi.
"Sayang sekali jadi seperti ini. Lima pekan lalu orang-orang menari-nari di jalanan Sunderland, sepakbola memang benar-benar dunia yang lucu. Rasanya lenyaplah sudah sebuah kerjasama, saya mendoakannya yang terbaik," ucap Chairman Sunderland Niall Quinn di situs timnya.
Keputusan mundur Keane itu dilontarkan setelah tiga hari bernegosiasi dengan pihak Sunderland dan Quinn. Negosiasi tak berhasil, pria yang akrab disapa Keano itu pun mundur.
"Roy Keane tidak dipecat karena kami memiliki tim yang buruk, dia mundur karena kami punya sebuah tim bagus di mana dia merasa tak bisa melangkah lagi. Ada perbedaan besar di sana," tegas Quinn yang bersama Keane pernah bahu-membahu membela timnas Republik Irlandia. ( krs / krs )
Sunderland: Sepakbola Memang Lucu
Kris Fathoni W - detiksport

Quinn & Keane dulu (AFP/Paul Ellis)
Keane memulai karir manajerialnya tahun 2006 di Sunderland dengan memesona. Eks kapten Manchester United tersebut sukses membawa klub itu mengokohkan posisi di puncak klasemen divisi Championship berkat laga tak terkalahkan sepanjang 17 laga.
Di akhir musim, Sunderland pun promosi ke Liga Primer, dengan bonus titel juara divisi satu. Keane disanjung.
Pada musim 2007-08, perjalanan Keane dan Sunderland di Liga Primer mungkin tak terlalu mengesankan. Tapi manajer berusia 37 tahun itu tetap berhasil mengamankan Sunderland di posisi 15 dengan 39 poin. Sunderland selamat dari degradasi, Keane kembali jadi pahlawan.
Sampai akhirnya pada 4 Desember 2008, di mana dia mundur setelah Sunderland hanya bisa mengais 15 poin dari 15 partai. Sunderland ditinggalkan Keane di urutan 18, posisi teratas zona degradasi.
"Sayang sekali jadi seperti ini. Lima pekan lalu orang-orang menari-nari di jalanan Sunderland, sepakbola memang benar-benar dunia yang lucu. Rasanya lenyaplah sudah sebuah kerjasama, saya mendoakannya yang terbaik," ucap Chairman Sunderland Niall Quinn di situs timnya.
Keputusan mundur Keane itu dilontarkan setelah tiga hari bernegosiasi dengan pihak Sunderland dan Quinn. Negosiasi tak berhasil, pria yang akrab disapa Keano itu pun mundur.
"Roy Keane tidak dipecat karena kami memiliki tim yang buruk, dia mundur karena kami punya sebuah tim bagus di mana dia merasa tak bisa melangkah lagi. Ada perbedaan besar di sana," tegas Quinn yang bersama Keane pernah bahu-membahu membela timnas Republik Irlandia. ( krs / krs )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
