Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga



Kamis, 02/07/2009 17:42 WIB

Ancaman Persipura Boikot Dinilai Emosional
Mohammad Resha Pratama - detiksport


Nugraha Besoes (detiksport)

Jakarta - Pengda PSSI Papua akan meminta Persipura Jayapura menarik diri dari seluruh kompetisi PSSI jika tim tersebut dijatuhi sanksi berat terkait aksi mogok mereka di final Copa Indonesia. Sikap ini dinilai terlalu emosional.

"Saya rasa apa yang dikatakan Pengda Papua itu hanya sikap emosional sesaat. Kita harus legowo menerima hasil pertandingan, baik merugikan maupun menguntungkan," tegas Sekjen PSSI Nugraha Besoes kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2009) sore WIB.

Ia mengatakan hal itu untuk menanggapi ancaman yang dikeluarkan Pengda PSSI Papua saat menggelar jumpa pers di Jayapura kemarin, yang memboikot Persipura dari semua kompetisi yang dinaungi PSSI, apabila mereka dihukum berat dari kasus mogok di final Copa melawan Sriwijaya FC di Palembang hari Minggu (28/6/2009) lalu.

Nugraha juga mengingatkan Pengda Papua bahwa PSSI, yang merupakan induk mereka, dapat dikritik dalam koridor untuk lebih tegas pada peraturan khususnya masalah pembinaan wasit. Namun, kalau sampai memboikot klub dari kompetisi PSSI, itu tidak benar.

"Kalau memang benar-benar (ancaman itu) mau dilakukan (Pengda Papua), ya itu tidak diperbolehkan," tukas pria yang biasa disapa Kang Nug itu.

Persipura berhenti bertanding di menit 60 setelah permintaan penalti tidak digubris wasit Purwanto. Sriwijaya dinyatakan sebagai pemenang dengan skor akhir 4-0 -- karena sebelum Persipura walk out mereka sudah unggul 1-0.

"Coba dong lihat pas Barcelona lawan Chelsea kemarin (di Liga Champions). Biarpun  dirugikan wasit mereka tetap kok melanjutkan pertandingan," sambung Kang Nung.

Tentang sanksi, walaupun belum diputuskan, tapi hampir dipastikan Persipura diganjar dengan hukuman yang berat.

"Itu urusan komisi disiplin (komdis). Namun saya pastikan kalau Persipura harus sesuai kode disiplin yang kita punya. Karena itu aturan yang universal," terangnya.

"Pastinya kita tak akan pilih kasih. Sesayang-sayangnya bapak ama anak, kalau salah pasti dihukum dan tidak dibiarkan. Sungguh sayang kalau Persipura sampai mundur, ketika persepakbolaan Papua tengah naik daun," tutup dia. ( mrp / a2s )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (76 Komentar)

Baca juga:


Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).